Triwulan IV 2026 · Karunia Nubuat · Pelajaran 1
Sang Pencipta Berfirman
Penuntun guru Sekolah Sabat, disusun dari pelajaran resmi pekan ini.
- Sabat3 Oktober 2026
- Waktu40 menit
- KelasDewasa
“Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.”
Ibrani 1:1-2 (Terjemahan Baru). Pelajaran mencetaknya dalam NKJV.
1 Apa yang Sebenarnya Diperdebatkan Pekan Ini
Pekan lalu gereja menutup satu triwulan penuh tentang 1 dan 2 Korintus. Pekan ini triwulan baru dimulai, tentang Karunia Nubuat, dan pelajaran pertamanya tidak mulai dari seorang nabi. Ia mulai dari sebuah taman.
Klaimnya sederhana: nubuat ada karena percakapan muka dengan muka putus. Sebelum dosa, Adam dan Hawa tidak membutuhkan nabi. Sesudah dosa, Allah tidak berhenti berbicara. Ia mengubah caranya: melalui alam, melalui nabi, melalui Kitab Suci, dan akhirnya melalui Anak-Nya (Ibr. 1:1-2).
Kejadian 3 bergerak ke dua arah. Manusia bersembunyi, lalu menyalahkan. Allah datang, lalu bertanya. Yang pertama berbicara sesudah dosa bukan manusia yang minta ampun, melainkan Allah yang mencari: “Di manakah engkau?” (3:9). Setiap nabi sesudahnya adalah pertanyaan yang sama, diucapkan dengan suara lain.
Yang tidak dikatakan pelajaran ini: bahwa nabi menggantikan Kristus atau menambah Alkitab. Ibrani 1 justru menempatkan semua nabi sebelum Anak. Pelajaran ini juga tidak berkata alam sudah bisu. Alam masih berbicara, tetapi alam juga ikut rusak.
Ke mana pekan ini menuju: triwulan ini akan menguji nabi-nabi selama tiga belas pekan. Pekan pertama menetapkan ukurannya lebih dulu. Nabi yang sejati selalu menunjuk kepada Anak, karena Anak adalah cara Allah berbicara yang paling lengkap.
2 Sasaran
- Tahu
Bahwa nubuat lahir dari keputusan Allah untuk tetap berbicara sesudah dosa memutus persekutuan muka dengan muka, dan bahwa semua cara Allah berbicara berpuncak pada Anak-Nya.
- Rasa
Kelegaan orang yang bersembunyi lalu dipanggil, bukan untuk langsung dihukum, melainkan untuk ditemukan.
- Buat
Satu hal yang selama ini Anda hindari dalam doa: sebut dengan namanya sendiri kepada Allah, satu kali, sebelum matahari terbenam hari Jumat, tanpa menyebut nama orang lain dalam kalimat yang sama.
3 Rencana Diskusi, 40 Menit
- Kelas dewasa ini sudah mendengar Kejadian 3 puluhan kali. Musuhnya bukan ketidakmengertian, melainkan pengenalan: “yang ini kami sudah tahu.” Hampir semua orang akan menjawab bahwa Allah sudah tahu di mana Adam bersembunyi. Pakai itu. Pertanyaan pekan ini justru dimulai sesudah jawaban itu: kalau Allah sudah tahu, mengapa Ia bertanya?
- Ada tua-tua dan pengurus di ruangan, jadi salah di depan umum ada harganya. Minta bacaan sebelum minta putusan. Kalau ada jawaban yang keliru, jangan Anda yang memperbaiki: minta orang kedua membacakan ayatnya, dan biarkan teks yang memutuskan.
- Triwulan ini tentang karunia nubuat. Di kelas ini ada yang sangat yakin tentang Ellen G. White dan ada yang diam-diam ragu. Pekan ini bukan pekan untuk memperdebatkan dia; hari Jumat hanya memperkenalkan masa mudanya. Kalau perdebatan muncul, lihat Bagian 8, lalu parkir untuk pekan-pekan berikutnya.
Pembuka, menit 0–3
“Anda baru saja melukai perasaan orang yang Anda kasihi. Mana yang Anda pilih: kirim pesan singkat, menelepon, atau datang ke pintunya? Angkat tangan.”
Hitung tangannya. Lalu:
“Kalau kita yang bersalah, bertemu muka dengan muka itu berat. Adam dan Hawa memilih semak-semak. Tetapi yang datang ke pintu justru Allah.”
Lalu klaim pekan ini dalam satu kalimat: sesudah dosa, Allah tidak berhenti berbicara. Ia mengubah caranya, dan setiap caranya adalah pencarian yang berpuncak pada Anak-Nya.
Rencana waktu
| Menit | Gerakan | Catatan |
|---|---|---|
| 0–3 | Pembuka: pesan, telepon, atau pintu | Orang lain sudah bicara di menit kedua |
| 3–6 | Ayat Hafalan Ibr. 1:1-2 dibaca dari Alkitab, satu pertanyaan | “Pelbagai cara”: sebutkan satu |
| 6–16 | Selasa: hari yang menanggung beban. Baca Kej. 3:8-13, lalu Pertanyaan 1 | Di sinilah ada harganya |
| 16–27 | Kamis: pertanyaan besar kedua. Baca Ibr. 1:1-2 dan Yoh. 14:8-9, lalu Pertanyaan 2 | Di sinilah kelas berpikir sendiri |
| 27–33 | Minggu, Senin, Rabu, Jumat dilewati cepat | Potong ini lebih dulu kalau waktu habis |
| 33–38 | Penerapan: menjawab “Di manakah engkau?” | Satu kalimat, cukup spesifik untuk ditolak |
| 38–40 | Ayat Kunci Kej. 3:9, satu kalimat, doa | Berakhir pada teks |
Setiap hari mendapat tempat: Sabat Sore di 3–6; Selasa di 6–16; Kamis di 16–27; Minggu, Senin, Rabu dan Jumat di 27–33. Bacaan Selasa dimulai dari 3:8, ayat terakhir hari Senin, jadi persembunyian hari Senin sudah terdengar di blok Selasa.
Kalau waktu terpotong, jadikan 27–33 satu kalimat per hari, dan kalau hanya ada waktu untuk satu, pilih Rabu: janji di 3:15. Jangan memotong penerapan. Kalau satu orang menguasai diskusi di blok Kamis, bagi kelas menjadi kelompok tiga orang selama empat menit.
Penerapan, menit 33–38, dan penutup, 38–40
Adam mendengar “Di manakah engkau?” dan menjawab dengan dua hal: aku takut, dan perempuan yang Kautempatkan di sisiku. Ketakutan, lalu tuduhan.
“Allah masih mengajukan pertanyaan yang sama, dan Ia masih tidak bertanya karena tidak tahu. Pekan ini, jawablah. Satu hal yang Anda hindari dalam doa: sebut namanya sendiri kepada Allah, satu kali, sebelum Jumat sore. Dan jangan sebut nama orang lain dalam kalimat yang sama.”
Di menit 38, bacakan Kejadian 3:9 sekali lagi, pelan. Lalu satu kalimat:
“Sebelum ada satu nabi pun, Allah sudah menjadi yang pertama berbicara. Kalimat pertama-Nya kepada orang berdosa bukan vonis. Itu panggilan untuk ditemukan.”
Lalu doa. Jangan meringkas pelajaran di dalam doa.
4 Peta Hari demi Hari
| Hari | Judul | Ayat | Masuk blok |
|---|---|---|---|
| Sabat Sore, 26 Sep | Sang Pencipta Berfirman | Ibr. 1:1-2 | 3–6 |
| Minggu, 27 Sep | Komunikasi di Eden | Kej. 1:27-28; 2:15-17 | 27–33 |
| Senin, 28 Sep | Bersembunyi dari Allah | Kej. 3:1-8 | 27–33 |
| Selasa, 29 Sep | Allah Mencari Manusia | Kej. 3:9-13; Luk. 15:11-32 | 6–16 |
| Rabu, 30 Sep | Diusir dari Taman | Kej. 3:14-24; Kel. 19:16-22 | 27–33 |
| Kamis, 1 Okt | Juru Bicara Allah | Ibr. 1:1-2; Yoh. 14:7-9; 10:27-30 | 16–27 |
| Jumat, 2 Okt | Ellen G. White | Life Sketches, hlm. 17–63 | 27–33 |
Kutipan SDABC di bawah adalah parafrase paragraf pertama komentarnya; volumenya memuat lebih banyak. Kutipan dari Komentar Guru resmi (Davidson, Johnson, Moskala, Johnsson) juga parafrase. Kutipan Ellen G. White adalah teks verbatim; tab Indonesia pada setiap kartu adalah terjemahan kerja. Catatan Ellen G. White di pelajaran sering diambil dari buku kompilasi; di sini setiap kutipan dirujuk ke sumber aslinya, dan kompilasinya disebut “dikutip dalam”.
Sabat Sore: Sang Pencipta Berfirman
26 September · menit 3–6, Ayat Hafalan
Apa yang dikerjakan hari ini
Memasang bingkai triwulan: dahulu muka dengan muka, lalu melalui nabi, lalu melalui Anak, dan tujuannya pemulihan.
Yang perlu dipegang
- Dalam bahasa Yunani, kata pertama Ibrani 1 bukan “Allah” tetapi “berulang kali” (polumerōs), lalu “dalam pelbagai cara” (polutropōs). Surat ini dibuka dengan keragaman, lalu menutupnya dengan satu Anak.
- Pelajaran mencatat bahwa para nabi sering menulis bagian Alkitab, tetapi tidak selalu. Kalimat kecil ini penting untuk triwulan ini: ukuran seorang nabi bukan apakah tulisannya masuk kanon.
- Tujuannya pemulihan: langit yang baru dan bumi yang baru (2 Ptr. 3:13), tempat orang akan kembali melihat wajah-Nya (Why. 22:4).
Kutipan untuk hari ini
Surat ini langsung masuk ke pembahasan ajaran, tanpa salam pembuka yang biasa dalam surat-surat Perjanjian Baru. Dalam bahasa Yunani kata “Allah” tidak muncul pertama; yang pertama adalah kata untuk “berulang kali”.
Gunanya: satu kalimat sesudah Ayat Hafalan dibaca. Ia membuat kelas memperhatikan dua kata pembuka yang biasanya dilewati.
“The curtain that separates the visible from the invisible world is lifted, and we behold the conflict of the opposing forces of good and evil, from the first entrance of sin, to the final triumph of righteousness and truth; and all is but a revelation of the character of God.”
Christian Education, hlm. 65.1. Buka paragraf ini. Dikutip dalam Reflecting Christ, hlm. 115, yang dicetak pelajaran
“Tirai yang memisahkan dunia yang kelihatan dari dunia yang tidak kelihatan disingkapkan, dan kita melihat pertentangan antara kuasa-kuasa baik dan jahat, sejak dosa pertama kali masuk sampai kemenangan terakhir kebenaran dan keadilan; dan semuanya itu tidak lain adalah penyataan tabiat Allah.”
Christian Education, hlm. 65.1. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi
Gunanya: pelajaran mencetak paragraf ini di Sabat Sore. Kalimat terakhirnya adalah bingkai seluruh triwulan: semua yang dicatat Alkitab, dari dosa pertama sampai kemenangan terakhir, adalah penyataan tabiat Allah. Cadangan untuk menit 3–6.
“Allah tidak mulai dengan nabi. Ia mulai dengan bertemu muka dengan muka. Setiap nabi sesudahnya adalah cara-Nya untuk tidak berhenti.”
Satu orang membacakan Ibrani 1:1-2 dari Alkitabnya. Lalu tanyakan: “Ayat ini berkata Allah berbicara dalam pelbagai cara. Sebutkan satu cara dari Perjanjian Lama.” Terima dua atau tiga jawaban, lalu lanjut.
Pertanyaan cadangan
“Ibrani berkata Allah dulu berbicara berulang kali dan dengan pelbagai cara: mimpi, semak yang menyala, suara di gunung. Kalau Anda bisa memilih, cara mana yang paling Anda harapkan Allah pakai kepada Anda, dan mengapa yang itu justru jarang terjadi?”
Minggu: Komunikasi di Eden
27 September · menit 27–33
Kej. 1:27-28; 2:15-17; 2:18; 2:23; 2:2-3; 3:9
Apa yang dikerjakan hari ini
Menunjukkan apa yang hilang: percakapan tanpa perantara.
Yang perlu dipegang
- Hanya manusia yang disebut diciptakan menurut gambar Allah (1:27). SDABC mencatat bahwa ayat itu ditulis dalam bentuk puisi Ibrani: kalimat pertama diulang dengan kata lain di baris berikutnya. Penciptaan manusia dirayakan, bukan sekadar dilaporkan.
- Kata-kata pertama Allah kepada Adam berisi izin yang luas dan satu larangan (2:16-17). Percakapan di Eden sudah berisi batas sejak awal. Itu bukan tanda jarak; itu tanda bahwa Allah memperlakukan manusia sebagai makhluk yang bisa memilih. Lihat hari Senin.
- Sabat (2:2-3) adalah waktu yang disisihkan untuk persekutuan itu, sejak minggu pertama. Kelas yang sedang duduk di Sekolah Sabat sedang memakai sisa Eden itu.
Kutipan untuk hari ini
Tiga sumber. Ambil Ellen G. White dari Patriarchs and Prophets lebih dulu; dua lainnya cadangan.
“The holy pair were not only children under the fatherly care of God but students receiving instruction from the all-wise Creator. They were visited by angels, and were granted communion with their Maker, with no obscuring veil between.”
Patriarchs and Prophets, hlm. 50.3. Buka paragraf ini
“Pasangan yang kudus itu bukan hanya anak-anak di bawah pemeliharaan Allah sebagai Bapa, tetapi juga murid-murid yang menerima pengajaran dari Pencipta yang mahabijaksana. Mereka dikunjungi malaikat, dan dikaruniai persekutuan dengan Pembuat mereka, tanpa tirai yang menghalangi di antaranya.”
Patriarchs and Prophets, hlm. 50.3. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi
Gunanya: frasa “no obscuring veil between” dikutip Komentar Guru resmi dalam pertanyaan penerapannya. Kalau hanya ada waktu untuk satu kalimat hari Minggu, ini kalimatnya.
“As soon as the holy pair transgressed the law of the Most High, the brightness from the face of God departed from the face of nature. Nature is now marred and defiled by sin. But God’s object lessons are not obliterated; even now, rightly studied and interpreted, she speaks of her Creator.”
Counsels to Parents, Teachers, and Students, hlm. 186.1. Buka paragraf ini
“Begitu pasangan yang kudus itu melanggar hukum Yang Mahatinggi, cahaya dari wajah Allah pergi dari wajah alam. Alam sekarang rusak dan tercemar oleh dosa. Tetapi pelajaran-pelajaran peraga Allah tidak terhapus; bahkan sekarang, kalau dipelajari dan ditafsirkan dengan benar, alam berbicara tentang Penciptanya.”
Counsels to Parents, Teachers, and Students, hlm. 186.1. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi
Gunanya: jembatan ke Kamis, ketika alam disebut sebagai salah satu cara Allah berbicara. Kalimat “alam sekarang rusak” menjaga kelas dari romantisme alam.
Kisah terwujudnya maksud ilahi dinyatakan dalam bentuk puisi Ibrani, yang umum dalam semua kitab puisi. Gagasan di bagian pertama sebuah bait diulang dengan sedikit perubahan kata, tetapi tidak perubahan makna, di bagian kedua dan bahkan ketiga.
“Perintah pertama yang pernah didengar manusia diucapkan muka dengan muka. Larangan di Eden bukan tanda Allah jauh. Itu tanda Allah percaya manusia bisa memilih.”
Satu kalimat pengantar, lalu kutipan Patriarchs and Prophets. Jangan buka diskusi di sini.
Pertanyaan cadangan
Dari Teaching Plan William Earnhardt, ssnet.
“Seorang anak bertanya kepada Anda: mengapa kita tidak bisa melihat wajah Allah atau mendengar suara-Nya sekarang, padahal Adam bisa? Apa yang Anda katakan kepadanya, dalam dua kalimat?”
Senin: Bersembunyi dari Allah
28 September · menit 27–33, dan ayat 8 membuka blok Selasa
Kej. 3:1-8; Yer. 23:24; Ibr. 4:13; 1 Yoh. 4:8; Mzm. 104:1-2
Apa yang dikerjakan hari ini
Menunjukkan reaksi pertama dosa: bukan mencari Allah, melainkan menjauh dari-Nya.
Yang perlu dipegang
- Janji ular adalah “kamu akan menjadi seperti Allah.” Yang benar-benar terjadi di 3:7: mata mereka terbuka, dan mereka tahu bahwa mereka telanjang. Pengetahuan yang dijanjikan ternyata pengetahuan tentang malu.
- SDABC pada 3:8: ketakutan mereka bukan kerendahan hati atau kesopanan, melainkan rasa bersalah yang dalam. Langkah yang dulu menyenangkan sekarang menakutkan.
- Bersembunyi dari Allah di taman milik Allah itu mustahil (Yer. 23:24; Ibr. 4:13). Kelas akan tersenyum pada kemustahilan itu. Biarkan, lalu tanyakan di mana kita melakukan hal yang sama.
- Kebebasan memilih bukan cacat ciptaan. Kasih yang dipaksa bukan kasih (1 Yoh. 4:8). Ellen G. White menuliskannya dengan tegas di bawah.
Kutipan untuk hari ini
“Our first parents, though created innocent and holy, were not placed beyond the possibility of wrongdoing. God made them free moral agents, capable of appreciating the wisdom and benevolence of His character and the justice of His requirements, and with full liberty to yield or to withhold obedience.”
Patriarchs and Prophets, hlm. 48.4. Buka paragraf ini
“Orang tua kita yang pertama, walaupun diciptakan tanpa salah dan kudus, tidak ditempatkan di luar kemungkinan berbuat salah. Allah menjadikan mereka makhluk bermoral yang bebas, yang sanggup menghargai hikmat dan kebaikan tabiat-Nya serta keadilan tuntutan-Nya, dan dengan kebebasan penuh untuk taat atau menolak taat.”
Patriarchs and Prophets, hlm. 48.4. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi
Gunanya: pelajaran mencetak kalimat ini. Jawaban terbaik untuk “mengapa Allah menaruh pohon itu di sana?” Satu halaman kemudian ia menambahkan bahwa tanpa kebebasan memilih, ketaatan akan menjadi paksaan.
“But after his sin, he could no longer find joy in holiness, and he sought to hide from the presence of God. Such is still the condition of the unrenewed heart. It is not in harmony with God, and finds no joy in communion with Him.”
Steps to Christ, hlm. 17.2. Buka paragraf ini
“Tetapi sesudah ia berdosa, ia tidak lagi dapat bersukacita dalam kekudusan, dan ia berusaha bersembunyi dari hadirat Allah. Begitulah keadaan hati yang belum diperbarui sampai sekarang. Hati itu tidak selaras dengan Allah, dan tidak menemukan sukacita dalam persekutuan dengan Dia.”
Steps to Christ, hlm. 17.2. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi
Gunanya: kalimat “Begitulah keadaan hati yang belum diperbarui sampai sekarang” memindahkan Kejadian 3 dari sejarah ke ruangan ini. Berhenti di situ.
“Sin fills us with fear of God; when we have sinned, we try to hide ourselves from him. But whatever our sin, God bids us come unto him through Jesus Christ. It is only by taking our sins to God that we can be freed from them.”
The Review and Herald, 9 Februari 1897, par. 2. Buka paragraf ini. Dikutip dalam That I May Know Him, hlm. 260, yang dicetak pelajaran
“Dosa memenuhi kita dengan rasa takut akan Allah; ketika kita telah berdosa, kita berusaha menyembunyikan diri dari Dia. Tetapi apa pun dosa kita, Allah mengundang kita datang kepada-Nya melalui Yesus Kristus. Hanya dengan membawa dosa kita kepada Allah kita dapat dibebaskan darinya.”
The Review and Herald, 9 Februari 1897, par. 2. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi
Gunanya: penyeimbang. Persembunyian bukan akhir cerita; undangannya sudah ada. Ini jembatan ke hari Selasa.
Kunjungan Allah pada sore hari selalu menjadi saat yang menggembirakan bagi pasangan itu. Tetapi bunyi langkah Allah sekarang menjadi sumber ketakutan. Alasan ketakutan mereka bukan kerendahan hati atau kesopanan, melainkan rasa bersalah yang dalam.
“Dosa tidak membuat Allah pergi. Dosa membuat kita yang lari, ke tempat yang sudah Allah lihat.”
Dua kalimat saja di blok 27–33. Ayat 8 sudah dibaca di blok Selasa.
Pertanyaan cadangan
“Adam dan Hawa bersembunyi di antara pohon-pohon, di taman yang Allah sendiri tanam. Di mana orang zaman sekarang bersembunyi dari Allah tanpa pernah meninggalkan gereja?”
Selasa: Allah Mencari Manusia
29 September · menit 6–16, hari yang menanggung beban
Kej. 3:9-13; Luk. 15:11-32; Luk. 22:61; Rm. 7:15; 7:24-25
Apa yang dikerjakan hari ini
Menetapkan siapa yang berbicara lebih dulu sesudah dosa. Bukan manusia. Allah, dan kalimat pertama-Nya adalah pertanyaan.
Ini hari yang menanggung beban. Bacakan Kejadian 3:8-13 dari Alkitab, enam ayat. Minta kelas menghitung pertanyaan Allah sambil mendengarkan. Lalu Pertanyaan 1 di Bagian 5, dan biarkan hening empat sampai enam detik.
Yang perlu dipegang
- Allah mengajukan empat pertanyaan sebelum menjatuhkan satu hukuman pun. “Di manakah engkau?” (3:9); “Siapakah yang memberitahukan kepadamu…?” dan “Apakah engkau makan…?” (3:11); “Apakah yang telah kauperbuat ini?” (3:13). Hukuman baru mulai di 3:14.
- SDABC pada 3:9: Allah memanggil bukan karena tidak tahu, tetapi untuk membawa Adam kepada pengakuan. Adam menyembunyikan dosanya di balik akibatnya: ia bicara tentang telanjang, bukan tentang pohon. Lihat Bagian 6, butir 1, untuk kata Ibraninya.
- Rantai kesalahan: Adam menunjuk “perempuan yang Kautempatkan di sisiku” (3:12), jadi akhirnya menunjuk Allah. Hawa menunjuk ular (3:13).
- Richard Davidson, dikutip Komentar Guru, membaca adegan ini sebagai proses hukum: pemeriksaan lebih dulu, baru putusan. Pengadilan dan panggilan terjadi dalam satu adegan.
- Di perumpamaan anak yang hilang (Luk. 15:20) seolah-olah anak itu yang mengambil langkah pertama. SDABC menolak kesimpulan itu: domba dan dirham yang hilang di pasal yang sama menunjukkan bahwa prakarsa keselamatan ada pada Allah.
- Yesus memandang Petrus (Luk. 22:61). Tanpa kata-kata, itu pun sebuah panggilan.
Kutipan untuk hari ini
Enam sumber. Pakai SDABC pada 3:9 dan Patriarchs and Prophets hlm. 58 lebih dulu; empat lainnya cadangan untuk kalau kelas bertanya.
Allah memanggil Adam bukan seolah-olah tidak tahu tempat persembunyiannya, tetapi untuk membawanya kepada pengakuan. Adam berusaha menyembunyikan dosa di balik akibatnya, ketidaktaatannya di balik rasa malunya. Di sini untuk pertama kali kita melihat kekacauan antara dosa dan hukuman, yang menjadi ciri manusia yang jatuh: akibat dosa lebih dirasakan dan dibenci daripada dosanya sendiri.
Gunanya: kalimat tebal itu adalah kalimat terkuat pekan ini. Bacakan sesudah kelas menjawab Pertanyaan 1, di sekitar menit 12.
“The spirit of self-justification originated in the father of lies; it was indulged by our first parents as soon as they yielded to the influence of Satan, and has been exhibited by all the sons and daughters of Adam. Instead of humbly confessing their sins, they try to shield themselves by casting the blame upon others, upon circumstances, or upon God—making even His blessings an occasion of murmuring against Him.”
Patriarchs and Prophets, hlm. 58.1. Buka paragraf ini
“Roh membenarkan diri berasal dari bapa segala dusta; roh itu dituruti oleh orang tua kita yang pertama begitu mereka menyerah kepada pengaruh Setan, dan telah diperlihatkan oleh semua anak laki-laki dan perempuan Adam. Alih-alih mengakui dosa mereka dengan rendah hati, mereka berusaha melindungi diri dengan melemparkan kesalahan kepada orang lain, kepada keadaan, atau kepada Allah, bahkan menjadikan berkat-berkat-Nya alasan untuk bersungut-sungut melawan Dia.”
Patriarchs and Prophets, hlm. 58.1. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi
Gunanya: menamai polanya: kepada orang lain, kepada keadaan, atau kepada Allah. Tiga arah itu bisa dihitung dengan jari. Bacakan di menit 13–14.
“But while he is yet ‘a great way off’ the father discerns his form. Love is of quick sight. Not even the degradation of the years of sin can conceal the son from the father’s eyes. He ‘had compassion, and ran, and fell on his neck’ in a long, clinging, tender embrace.”
Christ’s Object Lessons, hlm. 203.1. Buka paragraf ini
“Tetapi selagi ia ‘masih jauh’, sang ayah sudah mengenali sosoknya. Kasih itu tajam penglihatannya. Bahkan kehinaan bertahun-tahun dalam dosa tidak dapat menyembunyikan anak itu dari mata ayahnya. Ia ‘tergerak oleh belas kasihan, lalu berlari, merangkul dan mencium dia’ dalam pelukan yang lama, erat, dan lembut.”
Christ’s Object Lessons, hlm. 203.1. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi
Gunanya: kalau ada yang berkata “tetapi di Lukas 15 anak itu yang pulang lebih dulu”. Ayah itu melihat dari jauh; ia sudah menunggu.
Dalam perumpamaan ini anak itulah yang tampak mengambil prakarsa untuk kembali. Sebagian orang menyimpulkan bahwa langkah pertama pendamaian adalah kehendak manusia sendiri. Kesimpulan itu tidak sah: dalam perumpamaan domba yang hilang dan dirham yang hilang, Yesus sudah menyatakan bahwa prakarsa keselamatan ada pada Allah.
“The sight of that pale, suffering face, those quivering lips, that look of compassion and forgiveness, pierced his heart like an arrow. Conscience was aroused. Memory was active.”
The Desire of Ages, hlm. 713.1. Buka paragraf ini
“Melihat wajah yang pucat dan menderita itu, bibir yang gemetar itu, pandangan penuh belas kasihan dan pengampunan itu, menembus hatinya seperti anak panah. Hati nuraninya terbangun. Ingatannya bekerja.”
The Desire of Ages, hlm. 713.1. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi
Gunanya: untuk Luk. 22:61, yang disebut pelajaran hari ini. Cadangan.
Ketika Allah datang ke taman sesudah Adam dan Hawa berdosa, Ia memulai sesuatu yang tidak lain adalah proses hukum. Ia memeriksa para “terdakwa” lebih dulu, dan jawaban mereka yang membela diri dan saling menuduh memperlihatkan retaknya hubungan suami-istri dan hubungan dengan Allah. Sesudah itu baru hukuman dijatuhkan. (Parafrase dari Flame of Yahweh, hlm. 58–59.)
“Allah tahu di mana Adam bersembunyi. Ia bertanya supaya Adam sendiri yang keluar. Dan Adam keluar sambil menunjuk orang lain.”
Pertanyaan cadangan
“Di Kejadian 3 Allah mengajukan empat pertanyaan sebelum menjatuhkan satu hukuman pun. Kalau Anda orang tua, guru, atau atasan, apa yang akan berubah minggu ini kalau Anda memakai urutan itu?”
Rabu: Diusir dari Taman
30 September · menit 27–33, yang dipertahankan kalau waktu habis
Kej. 3:14-24; Kel. 19:16-22; Yes. 59:2; Yoh. 14:1-3
Apa yang dikerjakan hari ini
Menunjukkan harga dosa bagi komunikasi: jarak, perantara, dan batas. Lalu janji yang muncul tepat di tengah hukuman.
Yang perlu dipegang
- 3:15 disebut “janji Injil yang pertama”. Komentar Guru menyebutnya pusat sastra Kejadian 3: janji itu diucapkan di tengah hukuman, bukan sesudahnya.
- Pakaian dari kulit binatang (3:21). Teksnya tidak menyebut korban; tetapi supaya ada kulit, ada binatang yang mati. SDABC membacanya sebagai pengingat akan maut sebagai upah dosa dan akan Anak Domba yang dijanjikan. Lihat Bagian 8, “Di mana pelajaran tipis”.
- Kerub di timur taman (3:24) menjaga jalan ke pohon kehidupan. Lihat Bagian 6, butir 3: kerub itu muncul lagi di atas tabut.
- Di Sinai, bangsa itu sendiri yang meminta perantara: “Engkaulah berbicara dengan kami… janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati” (Kel. 20:19). Permintaan pertama akan seorang nabi datang dari orang yang takut.
- Batas di Sinai (19:21-22): SDABC mencatat bahwa peringatan itu diulang karena ada yang siap menerobos untuk menatap dengan tidak hormat.
Kutipan untuk hari ini
Empat sumber. Ellen G. White lebih dulu; SDABC pada 3:21 kalau ada yang bertanya tentang kulit binatang.
“Adam, in his innocence, had enjoyed open communion with his Maker; but sin brought separation between God and man, and the atonement of Christ alone could span the abyss and make possible the communication of blessing or salvation from heaven to earth. Man was still cut off from direct approach to his Creator, but God would communicate with him through Christ and angels.”
Patriarchs and Prophets, hlm. 67.2. Buka paragraf ini. Dikutip dalam Lift Him Up, hlm. 324, yang dicetak pelajaran
“Adam, dalam kesuciannya, telah menikmati persekutuan terbuka dengan Pembuatnya; tetapi dosa mendatangkan perpisahan antara Allah dan manusia, dan hanya pendamaian Kristus yang dapat menjembatani jurang itu dan memungkinkan berkat atau keselamatan disampaikan dari surga ke bumi. Manusia masih terputus dari jalan langsung kepada Penciptanya, tetapi Allah akan berkomunikasi dengan dia melalui Kristus dan malaikat-malaikat.”
Patriarchs and Prophets, hlm. 67.2. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi
Gunanya: satu paragraf yang menjelaskan seluruh triwulan. Manusia terputus dari jalan langsung, “tetapi Allah akan berkomunikasi dengan dia melalui Kristus dan malaikat-malaikat”. Kalau Rabu dipersingkat menjadi satu kalimat, bacakan kalimat terakhir ini.
Sebelum mengusir mereka, Allah memberi pakaian yang lebih tahan lama untuk kerja berat dan cuaca sesudah kejatuhan. Kulit itu juga pengingat tetap akan kesucian yang hilang, akan maut sebagai upah dosa, dan akan Anak Domba Allah yang dijanjikan, yang oleh kematian-Nya akan menghapus dosa dunia. Mereka harus mati supaya manusia hidup.
Di sini Tuhan beralih dari ular harfiah kepada ular tua, yaitu Iblis. Hukuman ini, dalam bahasa nubuat, selalu dipahami gereja Kristen sebagai nubuat tentang kedatangan Sang Pembebas. SDABC menyebut tafsiran itu benar tanpa diragukan, dan menambahkan bahwa nubuat itu juga benar secara harfiah.
Dru Johnson: kerub yang menjaga Eden lebih dari sekadar penjaga bersenjata; mereka menandai awal ditariknya hadirat Allah ke surga, dan hadirat yang diperantarai di bumi melalui lambang dan utusan. Jiří Moskala: janji Allah untuk mengirim Keturunan itu adalah dasar dan kunci untuk mengenali suara nubuat dalam Perjanjian Lama. (Parafrase.)
“Sebelum Adam dan Hawa keluar dari taman, janji itu sudah diucapkan. Begitu ada dosa, sudah ada Juruselamat yang dijanjikan.”
Kalau blok 27–33 dipotong menjadi satu hari, inilah harinya. Bacakan 3:15, lalu kalimat bawa pulang.
Pertanyaan cadangan
“Di Sinai bangsa itu berkata kepada Musa: engkau saja yang berbicara, jangan Allah, nanti kami mati. Apakah permintaan itu iman, ketakutan, atau keduanya? Dan kapan kita memakai pendeta atau guru dengan cara yang sama?”
Kamis: Juru Bicara Allah
1 Oktober · menit 16–27, pertanyaan besar kedua
Ibr. 1:1-2; Rm. 1:19-20; Bil. 12:6; 2 Tim. 3:16-17; Yoh. 14:7-9; 10:27-30; Luk. 19:10; Yoh. 16:13
Apa yang dikerjakan hari ini
Menyusun cara-cara Allah berbicara sesudah dosa (alam, nabi, Kitab Suci, Anak, Roh) dan menaruh Anak di puncaknya.
Bacakan Ibrani 1:1-2, lalu minta orang lain membacakan Yohanes 14:8-9. Filipus sudah tiga tahun bersama Yesus. Lalu Pertanyaan 2 di Bagian 5. Kalau satu orang menguasai diskusi, kelompok tiga orang selama empat menit.
Yang perlu dipegang
- Allah berbicara “dengan perantaraan nabi-nabi” dan “dengan perantaraan Anak-Nya” (Ibr. 1:1-2). Dalam bahasa Yunani ada perbedaan kecil yang besar. Lihat Bagian 6, butir 2.
- Penglihatan dan mimpi adalah cara biasa Allah kepada nabi (Bil. 12:6). SDABC menambahkan bahwa Allah berjanji terus memakainya (Yl. 2:28; Am. 3:7). Ini jembatan ke Jumat.
- Alam masih berbicara (Rm. 1:19-20), tetapi pelajaran jujur: alam juga memperlihatkan akibat kejatuhan, dan kematian setiap makhluk hidup adalah contoh terkuatnya.
- “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku” (Yoh. 10:27). Mendengar di sini adalah hubungan, bukan informasi: “Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.”
- Yesus datang “untuk mencari” (Luk. 19:10). Kata itu menghubungkan Kamis kembali ke Selasa: pertanyaan “Di manakah engkau?” akhirnya datang berjalan kaki.
Kutipan untuk hari ini
“In his lessons and his mighty works, Christ is a perfect revelation of God. This Christ declares through the inspired evangelist. ‘No man hath seen God at any time,’ he says; ‘the only begotten Son, which is in the bosom of the Father, he hath declared him.’ ‘No man knoweth the Son, but the Father; neither knoweth any man the Father, save the Son, and he to whomsoever the Son will reveal him.’ These words show the importance of studying Christ’s character. Only by knowing Christ can we know God.”
The Review and Herald, 20 Juli 1897, par. 10. Buka paragraf ini. Dikutip dalam In Heavenly Places, hlm. 250, yang dicetak pelajaran
“Dalam pengajaran-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, Kristus adalah penyataan Allah yang sempurna. Hal ini dinyatakan Kristus melalui penulis Injil yang diilhami. ‘Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah,’ kata-Nya; ‘tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.’ ‘Tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.’ Kata-kata ini menunjukkan pentingnya mempelajari tabiat Kristus. Hanya dengan mengenal Kristus kita dapat mengenal Allah.”
The Review and Herald, 20 Juli 1897, par. 10. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi
Gunanya: pelajaran mencetak paragraf ini. Kalimat terakhir, “Hanya dengan mengenal Kristus kita dapat mengenal Allah”, adalah ukuran untuk setiap nabi triwulan ini. Bacakan di akhir blok 16–27, sesudah kelas menjawab.
William G. Johnsson dalam Andrews Bible Commentary: firman yang lama datang sepotong-sepotong, sedikit di sini dan sedikit di sana, dan karena itu belum lengkap. Firman yang baru datang dalam satu ucapan puncak dari Allah Bapa, pada satu waktu, dalam satu pribadi: Anak-Nya. Di dalam Yesus seluruh penyataan Perjanjian Lama dikumpulkan dan dilampaui. (Parafrase, hlm. 1824–1825.)
Allah selalu menyatakan kehendak-Nya kepada hamba-hamba-Nya para nabi melalui penglihatan dan mimpi, dan berjanji akan terus melakukannya (Yl. 2:28; Am. 3:7).
“Zaman akhir ini” sama dengan “pada masa kita”. Penulis Alkitab kadang menyebut peristiwa di sekitar kedatangan Kristus yang pertama sebagai “hari-hari terakhir”.
“Para nabi berbicara tentang Allah. Anak berbicara sebagai Allah. Karena itu nabi mana pun, kapan pun, diukur dari satu hal: apakah ia membuat Yesus lebih jelas.”
Pertanyaan cadangan
Dari Teaching Plan William Earnhardt, ssnet.
“Seorang teman berkata: Allah menciptakan dunia, memasang hukum alam, lalu karena dosa Ia membiarkan kita sendiri. Dari ayat-ayat pekan ini, mana yang akan Anda tunjukkan kepadanya, dan mengapa yang itu?”
Jumat: Ellen G. White
2 Oktober · menit 27–33, satu kalimat
Life Sketches of Ellen G. White, pasal 1–6, hlm. 17–63
Apa yang dikerjakan hari ini
Memperkenalkan nabi zaman modern bukan lewat penglihatannya, melainkan lewat pertobatannya.
Yang perlu dipegang
- Fakta dari pelajaran: lahir 26 November 1827 di Gorham, Maine, kembar dengan Elizabeth. Umur sembilan tahun wajahnya terkena lemparan batu seorang teman sekelas, dan sekolahnya berhenti. Dibaptis selam di Gereja Methodist tahun 1842.
- Ia takut kepada Allah dan merasa “hilang untuk selama-lamanya”. Sebagian ketakutan itu datang dari ajaran tentang neraka yang menyala selamanya, yang kemudian ia tinggalkan ketika memahami keadaan orang mati.
- Seorang pendeta Methodist, Levi Stockman, menolongnya melihat kasih Allah. Pelajaran berkata seolah-olah Allah berbicara kepadanya dalam keputusasaannya.
- Bentuk hidupnya mengikuti bentuk pekan ini: bersembunyi karena takut, lalu dicari dan ditemukan. Ia ditemukan lebih dulu, baru diutus.
Kutipan untuk hari ini
“In my mind the justice of God eclipsed His mercy and love. The mental anguish I passed through at this time was very great. I had been taught to believe in an eternally burning hell; and as I thought of the wretched state of the sinner without God, without hope, I was in deep despair. I feared that I should be lost, and that I should live throughout eternity suffering a living death. The horrifying thought was ever before me, that my sins were too great to be forgiven, and that I should be forever lost.”
Life Sketches of Ellen G. White, hlm. 29.3. Buka paragraf ini
“Dalam pikiran saya, keadilan Allah menutupi belas kasihan dan kasih-Nya. Penderitaan batin yang saya alami pada waktu itu sangat besar. Saya telah diajar untuk percaya pada neraka yang menyala selama-lamanya; dan ketika saya memikirkan keadaan celaka orang berdosa tanpa Allah, tanpa pengharapan, saya jatuh dalam keputusasaan yang dalam. Saya takut bahwa saya akan binasa, dan bahwa saya akan hidup sepanjang kekekalan menanggung kematian yang hidup. Pikiran yang mengerikan itu selalu ada di depan saya, bahwa dosa-dosa saya terlalu besar untuk diampuni, dan bahwa saya akan hilang untuk selama-lamanya.”
Life Sketches of Ellen G. White, hlm. 29.3. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi
Gunanya: kalau ada yang mengira seorang nabi pasti orang yang sejak kecil yakin. Paragraf yang ia tulis untuk dibacakan di kelas ada di Bagian 7.
“All the paternal love which has come down from generation to generation through the channel of human hearts, all the springs of tenderness which have opened in the souls of men, are but as a tiny rill to the boundless ocean when compared with the infinite, exhaustless love of God. Tongue cannot utter it; pen cannot portray it.”
Testimonies for the Church, jil. 5, hlm. 740.1. Buka paragraf ini
“Seluruh kasih kebapaan yang telah turun dari generasi ke generasi melalui saluran hati manusia, seluruh mata air kelembutan yang pernah terbuka dalam jiwa manusia, hanyalah seperti anak sungai yang kecil dibandingkan samudra tanpa batas, jika dibandingkan dengan kasih Allah yang tak terhingga dan tak habis-habisnya. Lidah tidak dapat mengucapkannya; pena tidak dapat melukiskannya.”
Testimonies for the Church, jil. 5, hlm. 740.1. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi
Gunanya: Komentar Guru menyebut kasih kebapaan Allah sebagai tema kesukaannya sepanjang hidup. Cadangan.
“Ellen White tidak mulai sebagai nabi. Ia mulai sebagai gadis yang bersembunyi dari Allah karena takut, dan ditemukan.”
Satu kalimat di blok 27–33. Jangan membuka diskusi tentang otoritasnya pekan ini; lihat Bagian 8.
Pertanyaan cadangan
“Ellen Harmon menulis bahwa dulu ia memandang Bapa sebagai tiran yang keras, dan kemudian sebagai orang tua yang ramah dan lembut. Ia rajin ke gereja. Dari mana orang yang rajin ke gereja bisa mendapat gambaran Allah yang pertama itu?”
5 Dua Pertanyaan yang Layak Diberi Waktu
Keduanya berdiri sendiri: pengantar menyampaikan faktanya, lalu pertanyaannya membuka penilaian. Anggota yang belum membaca pelajaran tetap bisa menjawab.
“Adam dan Hawa bersembunyi. Allah datang dan bertanya: di manakah engkau? Ia tahu jawabannya. Lalu Ia bertanya tiga kali lagi, dan baru sesudah itu Ia menjatuhkan hukuman.”
“Mengapa Allah yang sudah tahu memilih bertanya daripada langsung memberi tahu? Dan apa yang Adam lakukan dengan kesempatan itu?”
Mengapa ini penting
Kalimat pertama Allah sesudah dosa menentukan sifat semua firman nubuat sesudahnya. Kalau itu sebuah pertanyaan, maka nubuat pada dasarnya adalah pencarian, bukan sekadar pengumuman.
Jawaban yang akan muncul
“Supaya Adam mengaku.” Itu jawaban SDABC, dan benar. “Untuk memberi kesempatan.” Sebagian akan berkata: supaya seluruh alam semesta melihat bahwa Allah adil. Itu tafsiran pertentangan besar, dan sah; Ellen G. White menulis bahwa Setan akan menunjuk segala kejahatan itu sebagai hasil pekerjaan Allah menciptakan manusia (Steps to Christ, hlm. 17). Pemeriksaan sebelum putusan menjawab tuduhan itu.
Cara menjaganya tetap terbuka
Jawaban Sekolah Sabat yang akan menutup pertanyaan ini: “Allah sudah tahu, jadi itu pertanyaan retoris.” Jangan dibantah. Minta orang kedua membacakan 3:12 dan mengatakan apa yang Adam lakukan dengan kesempatan itu. Lalu: “Pertanyaan itu memberi Adam pintu keluar. Adam memakainya untuk menunjuk. Kapan terakhir kali kita memakai pintu yang sama dengan cara yang sama?” Tunggu. Lalu bacakan SDABC pada 3:9 di kartu Selasa.
“Ibrani 1 berkata: dulu Allah berbicara melalui para nabi, berulang kali dan dengan pelbagai cara, tetapi sekarang melalui Anak-Nya. Filipus sudah tiga tahun bersama Yesus dan masih berkata: tunjukkanlah Bapa kepada kami. Yesus menjawab: barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.”
“Kalau Anak adalah cara Allah berbicara yang paling lengkap, untuk apa Allah masih memakai nabi sesudah Dia? Dan apa yang tidak boleh dilakukan seorang nabi sesudah Yesus?”
Mengapa ini penting
Ini pertanyaan seluruh triwulan, diajukan pada pekan pertama dengan ukuran yang benar. Kelas yang menjawabnya sekarang akan menguji setiap pekan berikutnya dengan ukuran yang sama.
Jawaban yang akan muncul
“Untuk menunjuk kepada Yesus.” “Untuk zaman akhir.” Seseorang akan menyebut Why. 19:10: kesaksian Yesus adalah roh nubuat. Untuk bagian kedua: tidak boleh menambah Injil, tidak boleh menggantikan Alkitab, tidak boleh membuat Yesus kurang jelas. Mungkin juga ada yang berkata: “Jadi kita tidak perlu Ellen White.” Lihat Bagian 8.
Cara menjaganya tetap terbuka
Jangan menyelesaikan kedudukan Ellen G. White hari ini; triwulan ini punya dua belas pekan lagi. Kembalikan setiap jawaban ke Yoh. 14:9: “Apakah nabi ini membuat saya lebih mengenal wajah Yesus, atau malah menggantikan wajah itu?” Lalu bacakan paragraf Review and Herald di kartu Kamis.
6 Latar yang Belum Dimiliki Kelas
1. “Di manakah engkau?” adalah satu kata
Dalam bahasa Ibrani, pertanyaan di 3:9 hanya satu kata: ayyekkâh. Bukan kalimat pemeriksaan yang panjang. Satu kata, seperti orang tua yang memanggil anaknya di rumah yang sunyi.
Kata kerja sebelumnya, “memanggil”, adalah qârâ’. Komentar Guru mencatat bahwa kata yang sama dipakai ketika Allah memanggil Abraham: “ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia” (Yes. 51:2). Kata untuk panggilan kenabian sudah dipakai di taman.
Ini mengubah bobot 3:9. Adegan ini memang pengadilan, dengan pemeriksaan sebelum putusan (Davidson). Tetapi kalimat pembukanya adalah panggilan. Dua hal itu tidak bertentangan: pengadilan Allah dimulai dengan mencari.
2. “Melalui nabi-nabi” dan “di dalam Anak”
Terjemahan Baru menulis “dengan perantaraan nabi-nabi” dan “dengan perantaraan Anak-Nya”. Bahasa Yunaninya: en tois prophētais, “di dalam para nabi”, dengan kata sandang; lalu en huiō, “di dalam Anak”, tanpa kata sandang dan tanpa “-Nya”. Artinya kira-kira: di dalam Dia yang adalah Anak. Tekanannya pada jenis Pembicara, bukan hanya pada orangnya.
Johnsson, dikutip Komentar Guru, menyimpulkannya: yang lama datang sepotong-sepotong; yang baru datang dalam satu pribadi. Ini mengubah cara membaca Ibr. 1:1-2. Para nabi tidak direndahkan. Mereka ditempatkan: mereka adalah potongan-potongan, dan Anak adalah keseluruhannya.
3. Kerub: pagar yang menjadi pintu
Kerub pertama dalam Alkitab berjaga di timur Eden, menghalangi jalan ke pohon kehidupan (Kej. 3:24). Kerub berikutnya yang dibuat manusia berada di atas tabut perjanjian, di tempat yang paling kudus. Dan di sana Allah berkata: “di sanalah Aku akan bertemu dengan engkau… dari antara kedua kerub” (Kel. 25:22). Tujuannya tertulis beberapa ayat sebelumnya: “supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka” (25:8).
Di sinilah satu ciri khas Advent berdiri sendiri tanpa dipaksakan. Ajaran tentang bait suci bukan topik sampingan; ia adalah jawaban Allah atas Kejadian 3:24. Lambang yang dulu menandai jalan tertutup menjadi tempat pertemuan. Dan Ibrani, surat yang sama dengan Ayat Hafalan, mengundang kita “dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia” (Ibr. 4:16). Akhirnya: “mereka akan melihat wajah-Nya” (Why. 22:4). Katakan kaitannya sekali, lalu kembali ke teks pekan ini.
7 Ellen G. White untuk Pekan Ini
Bacaan Jumat yang ditugaskan: Ellen G. White, Life Sketches of Ellen G. White, pasal 1–6, hlm. 17–63. Buka daftar isinya. Halaman Further Study dari Ellen G. White Estate untuk pelajaran ini juga menyarankan artikel Merlin D. Burt, “My Burden Left Me”, Adventist Review, 25 Oktober 2001, hlm. 8–12, tentang tahap-tahap pertobatannya.
Artikel “My Burden Left Me” adalah tulisan Merlin Burt, bukan Ellen G. White. Kalau dikutip, katakan “Burt menulis”. Dan kalimat “seolah-olah Allah berbicara kepadanya” adalah kalimat pelajaran, bukan kalimat Ellen G. White.
Paragraf yang layak dibacakan
“Faith now took possession of my heart. I felt an inexpressible love for God, and had the witness of His Spirit that my sins were pardoned. My views of the Father were changed. I now looked upon Him as a kind and tender parent, rather than a stern tyrant compelling men to a blind obedience. My heart went out toward Him in a deep and fervent love.”
Life Sketches of Ellen G. White, hlm. 39.1. Buka paragraf ini
“Iman sekarang menguasai hati saya. Saya merasakan kasih yang tak terungkapkan kepada Allah, dan mendapat kesaksian Roh-Nya bahwa dosa-dosa saya sudah diampuni. Pandangan saya tentang Bapa berubah. Sekarang saya memandang Dia sebagai orang tua yang ramah dan lembut, bukan tiran keras yang memaksa manusia kepada ketaatan yang buta. Hati saya tercurah kepada-Nya dalam kasih yang dalam dan berkobar-kobar.”
Life Sketches of Ellen G. White, hlm. 39.1. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi
Gunanya: pelajaran mencetak paragraf ini di hari Jumat, dan ia adalah Kejadian 3 yang terbalik: orang yang dulu bersembunyi karena takut sekarang berlari kepada Bapa. Bacakan di akhir blok 27–33 kalau ada waktu. Berhenti sesudah “deep and fervent love”. Kalimat berikutnya tentang sukacita ketaatan benar, tetapi mengalihkan perhatian dari perubahan gambaran tentang Bapa, yang adalah intinya.
Catatan Roh Nubuat dalam pelajaran sendiri
Pelajaran mencetak kutipan Ellen G. White di setiap hari. Hampir semuanya diambil dari buku kompilasi (Reflecting Christ, The Faith I Live By, That I May Know Him, Lift Him Up, To Be Like Jesus, In Heavenly Places, Sons and Daughters of God). Kompilasi itu sah, tetapi di penuntun ini setiap kutipan dirujuk ke tulisan aslinya: misalnya kutipan hari Rabu dari Lift Him Up, hlm. 324, adalah Patriarchs and Prophets, hlm. 67. Kalau Anda membacakan, sebut sumber aslinya.
Teks yang sudah diperiksa adalah teks Inggrisnya. Tab Indonesia pada setiap kartu adalah terjemahan kerja. Kalau Anda memegang edisi Indonesia, pakai edisi itu.
8 Menangani Bagian yang Sulit
“Kalau Yesus adalah firman Allah yang terakhir, untuk apa kita perlu Ellen White?”
Keberatan yang jujur, dan ia muncul dari Ayat Hafalan sendiri. Jangan dijawab dengan pembelaan panjang; triwulan ini akan membahasnya berpekan-pekan.
Dua hal dari teks. Pertama, Ibrani 1 membandingkan nabi-nabi sebelum Kristus dengan Kristus. Tetapi Perjanjian Baru sendiri, sesudah Kristus naik ke surga, masih berbicara tentang karunia nubuat: Petrus mengutip Yoel 2:28 di hari Pentakosta (Kis. 2:17), dan Paulus menulis “janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. Ujilah segala sesuatu” (1 Tes. 5:20-21). Kedua, karunia sesudah Anak tidak bersaing dengan Anak: “kesaksian Yesus adalah roh nubuat” (Why. 19:10).
Ellen G. White sendiri menempatkan tulisannya di bawah Alkitab, dan ini yang paling menolong di kelas:
“The Spirit was not given—nor can it ever be bestowed—to supersede the Bible; for the Scriptures explicitly state that the word of God is the standard by which all teaching and experience must be tested.”
The Great Controversy, hlm. vii.3. Buka paragraf ini
“Roh itu tidak diberikan, dan tidak akan pernah dikaruniakan, untuk menggantikan Alkitab; sebab Kitab Suci dengan tegas menyatakan bahwa firman Allah adalah ukuran yang dengannya semua ajaran dan pengalaman harus diuji.”
The Great Controversy, hlm. vii.3. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi
“Little heed is given to the Bible, and the Lord has given a lesser light to lead men and women to the greater light.”
The Review and Herald, 20 Januari 1903, par. 9. Buka paragraf ini. Dikutip dalam Colporteur Ministry, hlm. 125
“Hanya sedikit perhatian diberikan kepada Alkitab, dan Tuhan telah memberikan terang yang lebih kecil untuk menuntun laki-laki dan perempuan kepada terang yang lebih besar.”
The Review and Herald, 20 Januari 1903, par. 9. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi
Gunanya: dua kalimat dari dia sendiri. Bacakan salah satu, lalu parkir pertanyaannya: “Triwulan ini akan menguji setiap nabi dengan Alkitab. Termasuk dia.”
“Kejadian 3:15 itu tentang ular dan manusia. Orang Kristen memasukkan Kristus ke dalamnya.”
SDABC sendiri mengakui bahwa ayat itu juga benar secara harfiah: ada permusuhan antara ular dan manusia di mana pun mereka bertemu. Jadi setujui separuhnya.
Lalu biarkan Alkitab menafsirkan Alkitab. Wahyu menyebut “si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan” (Why. 12:9), dan beberapa ayat kemudian naga itu memerangi “keturunannya yang lain” dari perempuan itu (Why. 12:17). Kata-kata Kejadian 3 dipakai lagi di kitab terakhir Alkitab. Yang membaca Kristus ke dalam Kejadian 3:15 bukan orang Kristen belakangan; Alkitab sendiri yang melakukannya.
“Allah di Sinai terdengar menakutkan: batas, ancaman, jangan mendekat. Bukankah itu tiran keras yang dulu ditakuti Ellen Harmon?”
Pertanyaan yang bagus, dan menghubungkan Rabu dengan Jumat. Baca Kel. 19:21-22 dengan teliti: alasan batas itu tertulis di sana, “sebab tentulah banyak dari mereka akan binasa”. Batas itu melindungi, bukan menolak.
Steps to Christ, hlm. 17, menjelaskan mengapa: orang berdosa tidak akan bahagia di hadirat Allah; kemuliaan-Nya akan menjadi api yang menghanguskan baginya. Jarak adalah belas kasihan kepada orang berdosa. Dan Allah yang memasang batas di Sinai adalah Allah yang, beberapa pasal kemudian, meminta dibuatkan tempat kudus “supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka” (Kel. 25:8).
Baca Kejadian 3 malam ini dari awal sampai akhir. Hitung pertanyaan Allah dan siapa yang ditanya; ada empat, kepada dua orang, dan tidak satu pun kepada ular. Siapkan juga Wahyu 12:9 untuk keberatan tentang 3:15.
Di mana pelajaran ini agak tipis
Hari Rabu berkata bahwa pakaian yang Allah berikan adalah tindakan simbolis yang menggambarkan penebusan mereka di masa depan. Kejadian 3:21 tidak mengatakan itu. Teksnya hanya berkata Allah membuat pakaian dari kulit binatang dan mengenakannya kepada mereka.
Tafsiran itu tetap wajar, dan SDABC memegangnya: supaya ada kulit, ada binatang yang mati, dan satu pasal kemudian Habel membawa korban dari anak sulung kambing dombanya (Kej. 4:4). Ajarkan jujur: teksnya berkata Allah menutupi mereka; gereja membaca di dalamnya korban yang akan datang. Membedakan keduanya justru melatih kelas untuk triwulan tentang menafsirkan nubuat.
Hari Minggu juga melompat dari Kejadian 2 ke sosiologi dan ke tujuan Setan menghancurkan keluarga. Kalimat itu benar, tetapi tidak ada di ayat hari itu. Kalau waktunya sempit, biarkan lewat.
A Lampiran A: Semua Ayat dalam Terjemahan Baru
A1. Ayat Hafalan dan Ayat Kunci
| Ibr 1:1 | Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, |
| Ibr 1:2 | maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. |
| Kej 3:9 | Tetapi Tuhan Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?” |
A2. Kejadian 3:1-24, untuk blok Senin, Selasa, dan Rabu
1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Tuhan Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”
2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”
4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati,
5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”
6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.
7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah Tuhan Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap Tuhan Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
9 Tetapi Tuhan Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?”
10 Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”
11 Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?”
12 Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”
13 Kemudian berfirmanlah Tuhan Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”
14 Lalu berfirmanlah Tuhan Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.
15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”
16 Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”
17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”
20 Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.
21 Dan Tuhan Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.
22 Berfirmanlah Tuhan Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.”
23 Lalu Tuhan Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.
24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.
Catatan pengajaran: hitung pertanyaan Allah di ayat 9, 11 dan 13: empat pertanyaan sebelum hukuman di ayat 14. Janji di ayat 15 berada di tengah hukuman, bukan sesudahnya.
A3. Lukas 15:11-32, untuk blok Selasa
11 Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan ia pun mulai melarat.
15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya.
17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.”
Catatan pengajaran: di ayat 20 sang ayah melihat “ketika ia masih jauh”. Ia sudah menunggu sebelum anak itu tiba.
A4. Keluaran 19:16-22 dan 20:18-19, untuk blok Rabu
16 Dan terjadilah pada hari ketiga, pada waktu terbit fajar, ada guruh dan kilat dan awan padat di atas gunung dan bunyi sangkakala yang sangat keras, sehingga gemetarlah seluruh bangsa yang ada di perkemahan.
17 Lalu Musa membawa bangsa itu keluar dari perkemahan untuk menjumpai Allah dan berdirilah mereka pada kaki gunung.
18 Gunung Sinai ditutupi seluruhnya dengan asap, karena Tuhan turun ke atasnya dalam api; asapnya membubung seperti asap dari dapur, dan seluruh gunung itu gemetar sangat.
19 Bunyi sangkakala kian lama kian keras. Berbicaralah Musa, lalu Allah menjawabnya dalam guruh.
20 Lalu turunlah Tuhan ke atas gunung Sinai, ke atas puncak gunung itu, maka Tuhan memanggil Musa ke puncak gunung itu, dan naiklah Musa ke atas.
21 Kemudian Tuhan berfirman kepada Musa: “Turunlah, peringatkanlah kepada bangsa itu, supaya mereka jangan menembus mendapatkan Tuhan hendak melihat-lihat; sebab tentulah banyak dari mereka akan binasa.
22 Juga para imam yang datang mendekat kepada Tuhan haruslah menguduskan dirinya, supaya Tuhan jangan melanda mereka.”
18 Seluruh bangsa itu menyaksikan guruh mengguntur, kilat sabung-menyabung, sangkakala berbunyi dan gunung berasap. Maka bangsa itu takut dan gemetar dan mereka berdiri jauh-jauh.
19 Mereka berkata kepada Musa: “Engkaulah berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati.”
Catatan pengajaran: 20:19 adalah permintaan pertama akan seorang perantara, dan permintaan itu datang dari bangsa yang takut.
A5. Ayat-ayat hari Kamis
| Ibr 1:1 | Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, |
| Ibr 1:2 | maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. |
| Ibr 1:3 | Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi, |
| Rm 1:19 | Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. |
| Rm 1:20 | Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. |
| Bil 12:6 | Lalu berfirmanlah Ia: “Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, Tuhan menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi. |
| Bil 12:7 | Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku. |
| Bil 12:8 | Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa Tuhan. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?” |
| 2 Tim 3:16 | Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. |
| 2 Tim 3:17 | Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. |
| Yoh 14:7 | Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” |
| Yoh 14:8 | Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” |
| Yoh 14:9 | Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. |
| Yoh 10:27 | Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, |
| Yoh 10:28 | dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. |
| Yoh 10:29 | Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. |
| Yoh 10:30 | Aku dan Bapa adalah satu.” |
| Luk 19:10 | Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” |
| Yoh 16:13 | Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. |
A6. Ayat rujukan lain
| Kej 1:26 | Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” |
| Kej 1:27 | Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. |
| Kej 1:28 | Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” |
| Kej 2:2 | Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. |
| Kej 2:3 | Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. |
| Kej 2:15 | Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. |
| Kej 2:16 | Lalu Tuhan Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, |
| Kej 2:17 | tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” |
| Kej 2:18 | Tuhan Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” |
| Kej 2:23 | Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” |
| Kej 4:4 | Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka Tuhan mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, |
| Mzm 104:1 | Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Tuhan, Allahku, Engkau sangat besar! Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak, |
| Mzm 104:2 | yang berselimutkan terang seperti kain, yang membentangkan langit seperti tenda, |
| Yer 23:24 | Sekiranya ada seseorang menyembunyikan diri dalam tempat persembunyian, masakan Aku tidak melihat dia? demikianlah firman Tuhan. Tidakkah Aku memenuhi langit dan bumi? demikianlah firman Tuhan. |
| Ibr 4:13 | Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab. |
| Ibr 4:15 | Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. |
| Ibr 4:16 | Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. |
| 1 Yoh 4:8 | Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. |
| Luk 22:61 | Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: “Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku.” |
| Rm 7:15 | Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. |
| Rm 7:24 | Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? |
| Rm 7:25 | Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. |
| Yes 59:2 | tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. |
| Yes 51:2 | Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia. |
| Yoh 14:1 | “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. |
| Yoh 14:2 | Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. |
| Yoh 14:3 | Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada. |
| 2 Ptr 3:13 | Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. |
| Kel 25:8 | Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka. |
| Kel 25:22 | Dan di sanalah Aku akan bertemu dengan engkau dan dari atas tutup pendamaian itu, dari antara kedua kerub yang di atas tabut hukum itu, Aku akan berbicara dengan engkau tentang segala sesuatu yang akan Kuperintahkan kepadamu untuk disampaikan kepada orang Israel.” |
| Why 22:3 | Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya, |
| Why 22:4 | dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka. |
A7. Karunia nubuat sesudah Kristus, untuk Bagian 8
| Yl 2:28 | “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. |
| Yl 2:29 | Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. |
| Kis 2:17 | Akan terjadi pada hari-hari terakhir -- demikianlah firman Allah -- bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. |
| Am 3:7 | Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi. |
| 1 Tes 5:20 | dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. |
| 1 Tes 5:21 | Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. |
| Why 12:9 | Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya. |
| Why 12:17 | Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus. |
| Why 19:10 | Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku: “Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah Allah! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat.” |
| Yes 8:20 | “Carilah pengajaran dan kesaksian!” Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar. |
Catatan pengajaran: Yesaya 8:20 adalah ayat yang dikutip Ellen G. White sendiri dalam paragraf The Great Controversy di Bagian 8: ukuran untuk menguji setiap nabi.
B Lampiran B: Sumber
B1. Kutipan Ellen G. White yang diperiksa
| Kutipan | Sumber asli | Dipakai di |
|---|---|---|
| “The curtain that separates…” | Christian Education, hlm. 65 (dalam Reflecting Christ, hlm. 115) | Sabat Sore |
| “…with no obscuring veil between.” | Patriarchs and Prophets, hlm. 50 | Minggu |
| “As soon as the holy pair transgressed…” | Counsels to Parents, Teachers, and Students, hlm. 186 | Minggu |
| “Our first parents… free moral agents…” | Patriarchs and Prophets, hlm. 48 | Senin |
| “…he sought to hide from the presence of God.” | Steps to Christ, hlm. 17 | Senin, Bagian 5 dan 8 |
| “Sin fills us with fear of God…” | Review and Herald, 9 Februari 1897 (dalam That I May Know Him, hlm. 260) | Senin |
| “The spirit of self-justification…” | Patriarchs and Prophets, hlm. 58 | Selasa, menit 13–14 |
| “Love is of quick sight.” | Christ’s Object Lessons, hlm. 203 | Selasa |
| “…that look of compassion and forgiveness…” | The Desire of Ages, hlm. 713 | Selasa |
| “Adam, in his innocence…” | Patriarchs and Prophets, hlm. 67 (dalam Lift Him Up, hlm. 324) | Rabu |
| “Only by knowing Christ can we know God.” | Review and Herald, 20 Juli 1897 (dalam In Heavenly Places, hlm. 250) | Kamis, menit 16–27 |
| “…I should be forever lost.” | Life Sketches, hlm. 29 | Jumat |
| “Faith now took possession of my heart…” | Life Sketches, hlm. 39 | Bagian 7 |
| “All the paternal love…” | Testimonies for the Church, jil. 5, hlm. 740 | Jumat |
| “The Spirit was not given… to supersede the Bible…” | The Great Controversy, hlm. vii | Bagian 8 |
| “…a lesser light to lead men and women to the greater light.” | Review and Herald, 20 Januari 1903 (dalam Colporteur Ministry, hlm. 125) | Bagian 8 |
B2. SDABC, ayat demi ayat
Hanya ayat yang teks komentarnya benar-benar diambil. Semuanya pengambilan paragraf pertama.
| Ayat | Inti komentar | Dipakai di |
|---|---|---|
| Kej. 1:27 | Ditulis dalam bentuk puisi Ibrani | Minggu |
| Kej. 3:8 | Takut bukan karena rendah hati, tetapi karena rasa bersalah | Senin |
| Kej. 3:9 | Bertanya untuk membawa kepada pengakuan; akibat dosa lebih dibenci daripada dosanya | Selasa, Bagian 5 |
| Kej. 3:15 | Nubuat tentang Sang Pembebas, juga benar secara harfiah | Rabu, Bagian 8 |
| Kej. 3:21 | Kulit binatang: pengingat akan maut dan Anak Domba yang dijanjikan | Rabu, Bagian 8 |
| Kel. 19:21 | Peringatan diulang karena ada yang siap menerobos | Rabu, Bagian 8 |
| Bil. 12:6 | Penglihatan dan mimpi, dan janji Allah untuk terus memakainya | Kamis |
| Luk. 15:20 | Prakarsa keselamatan ada pada Allah | Selasa |
| Ibr. 1:1 | Kata pertama bukan “Allah” tetapi “berulang kali” | Sabat Sore |
| Ibr. 1:2 | “Zaman akhir ini” berarti “pada masa kita” | Kamis |
B3. Sumber lain
Dari mana bahan penuntun ini berasal
Komentar Guru resmi pekan ini menyumbang empat kutipan ilmuwan yang di sini hanya diparafrasekan: Richard M. Davidson, Flame of Yahweh (2007), hlm. 58–59; Dru Johnson, The Universal Story: Genesis 1–11 (2018), hlm. 52; Jiří Moskala dalam The Gift of Prophecy in Scripture and History (2015), hlm. 11; dan William G. Johnsson dalam Andrews Bible Commentary (2022), hlm. 1824–1825. Buku-buku itu sendiri belum dibuka langsung. Komentar Guru juga menyumbang catatan tentang kata qârâ’ di Yesaya 51:2 dan tentang Kejadian 3:15 sebagai pusat pasal.
Sabbath School Net: Teaching Plan William Earnhardt untuk pelajaran ini menyumbang dua pertanyaan cadangan (anak yang bertanya tentang wajah Allah, dan teman yang deis). Teaching Outline Bruce Cameron dan kolom lagu Corinne Knopper belum terbit ketika penuntun ini disusun.
Ellen G. White Estate, halaman Further Study untuk pelajaran 1, menyarankan Life Sketches pasal 1–6 dan artikel Merlin Burt.
Bahasa Ibrani Kejadian 3:9 dan Yesaya 51:2 serta bahasa Yunani Ibrani 1:1-2 diperiksa pada teks Masoret dan Textus Receptus. Biblical Research Institute tidak dikonsultasikan; tidak ada pokok yang diperdebatkan pekan ini yang membutuhkannya.