Penuntun Guru · Sekolah Sabat
Karunia-Karunia Roh
Kuartal III 2026, Pelajaran 6. 1 Korintus 12 sampai 14.
- Sabat8 Agustus 2026
- Waktu35 menit
- KelasDewasa, anggota
"Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat."
1 Korintus 14:1 (Terjemahan Baru)
"Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama."
1 Korintus 12:7 (Terjemahan Baru) · ayat yang dibawa pulang kelas
1 Apa yang sebenarnya diperdebatkan pekan ini
Pelajaran ini tampak seperti daftar karunia. Sebenarnya ini surat teguran. Jemaat Korintus ada di kota kolonial Romawi yang baru berumur seabad, tanpa bangsawan lama, tempat status masih bisa direbut siapa saja.
Sebagian besar anggotanya baru keluar dari agama kafir, di mana tanda perjumpaan dengan yang ilahi adalah pengalaman ekstatis: makin dahsyat tampilannya, makin dipercaya. Naluri itu tidak hilang saat mereka dibaptis. Mereka membawanya masuk ke gereja dan menerapkannya pada karunia Roh yang sungguh-sungguh asli, lalu memakainya sebagai bukti pangkat rohani.
Paulus tidak menjawab dengan mengatur giliran mikrofon. Ia memakai satu kata, charismata, karunia yang berakar pada charis, kasih karunia. Upah itu diperoleh; karunia tidak. Lalu ia menaruh pasal 13 tepat di tengah, bukan sebagai selingan indah, tetapi sebagai poros seluruh argumen: tanpa kasih, semua yang ada di daftar itu bernilai nol. Bukan berkurang, tetapi nol.
Yang tidak dikatakan pelajaran ini: bahwa kasih menggantikan karunia, atau bahwa karunia yang mencolok itu palsu. Karunia di Korintus asli. Yang salah adalah pemakaiannya.
Perhatikan ke mana pelajaran ini bermuara. Amos 3:7 ada di daftar bacaan, hari Kamis membahas karunia bernubuat, dan pertanyaan diskusi hari Jumat nomor dua menanyakan langsung tentang karunia nubuat Ellen G. White. Tujuan pekan ini bukan bahasa roh. Tujuannya Roh Nubuat.
Penuntun ini kumpulan, bukan tulisan baru yang berdiri sendiri: bahan terbaik dari Teacher Comments resmi, empat kolom Sabbath School Net, video, SDABC, Ellen G. White, dan BRI, disatukan untuk dipakai di depan kelas. Peta sumbernya ada di Lampiran B, dan tiap kutipan menyebut asalnya di label kartunya.
2 Sasaran
- Tahu
Bahwa "karunia" adalah kata pemberian, bukan kata prestasi, dan bahwa ukuran Paulus untuk setiap karunia adalah "untuk kepentingan bersama" (12:7), bukan seberapa mengesankan tampaknya.
- Rasakan
Matinya persaingan. Orang yang sudah dikasihi sebesar harga salib tidak perlu lagi membuktikan bahwa dirinya berarti.
- Lakukan
Sebut satu nama: anggota jemaat yang pelayanannya hampir tidak pernah terlihat. Beri "penghormatan khusus" (12:23) kepadanya pekan ini, dengan cara yang ia sadari.
Sasaran "Lakukan" itu bisa ditolak. Itu justru syaratnya. "Lebih mengasihi sesama" tidak bisa ditolak, karena itu juga tidak bisa dikerjakan.
3 Rencana diskusi, 35 menit
Pembuka, 90 detik pertama
Dua kali angkat tangan, berurutan, tanpa komentar di antaranya.
"Angkat tangan kalau Anda pernah merasa tidak punya karunia apa pun yang berguna bagi jemaat ini."
(tunggu, lihat sekeliling, jangan berkomentar)
"Sekarang angkat tangan kalau Anda pernah merasa apa yang Anda kerjakan di jemaat ini kurang dihargai."
Tangan yang berbeda akan naik pada dua pertanyaan itu. Itulah 1 Korintus 12:15-21 sedang terjadi di ruangan ini, dan kelas melihatnya sendiri sebelum Anda menjelaskan apa pun.
Lalu satu kalimat, dan langsung masuk:
"Paulus menulis tiga pasal kepada jemaat yang kedua tangan itu naik semua. Dan jawabannya bukan mengatur giliran, melainkan satu kata: karunia."
Rencana menit demi menit
| Menit | Langkah | Catatan |
|---|---|---|
| 0–3 | Pembuka: dua kali angkat tangan | Suara selain suara Anda harus terdengar di menit kedua |
| 3–6 | Ayat Hafalan 14:1 dibaca dari Alkitab, lalu hari Minggu (12:1-7) | Ayat Hafalan berisi dua perintah, bukan satu. Hari Minggu masuk di sini, bukan di blok survei |
| 6–16 | Hari Selasa, 1 Korintus 13:1-7. Hari penopang | Baca nyaring. Dua pertanyaan. Biarkan sunyi bekerja |
| 16–25 | Hari Kamis dan Pertanyaan Diskusi 2: karunia nubuat dan Ellen G. White | Di sini kelas berpikir sendiri. Jangan menyelamatkan kesunyian |
| 25–29 | Hari Senin dan Rabu, dilewati cepat | Sebutkan apa tambahannya. Jangan mengajarkannya ulang |
| 29–33 | Penerapan: satu nama, satu tindakan | Cukup spesifik sampai bisa ditolak |
| 33–35 | Ayat Kunci 12:7 dibaca ulang, satu kalimat, doa | Berakhir pada ayat, bukan pada ringkasan Anda |
Kelima hari terpakai: Minggu di menit 3-6, Selasa di 6-16, Kamis di 16-25, Senin dan Rabu di 25-29.
Jika waktu terpotong, buang menit 25-29. Jangan pernah membuang penerapan. Kelas yang kehabisan waktu sebelum penerapan baru saja diajari bahwa pelajaran ini sekadar informasi.
Jika Anda dapat 40 menit, tambahkan lima menit itu ke blok menit 16-25, bukan ke penjelasan Anda sendiri.
Ingat bahwa blok pelajaran adalah bagian yang menyerap semua keterlambatan di depannya: nyanyian, cerita misi, pengumuman. Rencanakan untuk angka yang lebih pendek.
Lagu untuk kelas ini
Corinne Knopper menyarankan lagu untuk tiap hari pelajaran, tetapi nomornya nomor SDA Hymnal, yang tidak bisa dipakai kelas berbahasa Indonesia. Berikut yang punya padanan di Lagu Sion Edisi Lengkap, diambil dari basis data Lagu Sion, bukan dari ingatan.
| LSEL | Judul | SDAH | Dipakai di |
|---|---|---|---|
| 202 | Walau Ku Berbahasa Malaikat | 81 | Hari Selasa. Ini 13:1 dalam bentuk lagu. Kalau hanya satu lagu yang dipakai, pakai yang ini |
| 355 | Dengarkanlah Sabda-Nya | 413 | Hari Kamis, karunia bernubuat |
| 176 | Kasih Allah Benar dan Teguh | 79 | Hari Selasa, sebagai alternatif |
| 168 | Kita Memiliki Pengharapan | 214 | Pembuka kelas |
| 337 | Maju Serta Yesus | 377 | Penutup |
Enam lagu lain yang disarankan Knopper (SDAH 349, 600, 602, 234, 533, 235) tidak punya padanan di basis data Lagu Sion, jadi tidak dicantumkan. Nomor di atas sudah diperiksa terhadap basis data; jangan menambah nomor dari ingatan.
Penutup, menit 33-35
- Bacakan ulang Ayat Kunci, dari Alkitab, nyaring: 1 Korintus 12:7.
- Satu kalimat dari Anda, bukan ringkasan lima hari: karunia Anda bukan ukuran nilai Anda, dan bukan milik Anda; itu diberikan untuk kepentingan bersama.
- Satu tindakan, konkret: sebut satu nama dalam hati sekarang, anggota yang pelayanannya hampir tidak terlihat. Beri penghormatan khusus kepadanya pekan ini, dengan cara yang ia sadari.
- Doa yang menyebut tindakan itu, bukan berkat umum atas kelas.
Jangan menekan kelas untuk mengambil keputusan di tempat. Sekolah Sabat adalah pendalaman, bukan seruan altar. Tanyakan dengan jujur, lalu biarkan jawabannya menjadi urusan pribadi masing-masing.
4 Peta harian: poin dari tiap hari
Kutipan SDABC di tiap hari adalah parafrase dari jilid 6, hasil ekstraksi paragraf pertama per ayat; jilid Anda memuat lebih banyak. Label di tepi tiap kartu menyebutkan ayatnya.
| Hari | Judul | Ayat | Dipakai di |
|---|---|---|---|
| Minggu, 2 Agt | Rupa-Rupa Karunia | 1 Kor 12:1-6 | menit 3-6 |
| Senin, 3 Agt | Kesatuan melalui Keragaman | 1 Kor 12:12-31; 12:8-10, 28; Rm 12:6-8; Ef 4:11 | menit 25-29 |
| Selasa, 4 Agt | "Jalan yang Lebih Utama" | 1 Kor 13:1-7; 1 Ptr 4:8-11 | menit 6-16 |
| Rabu, 5 Agt | Karunia Bahasa | 1 Kor 14:5, 13, 26, 27; 12:10, 30 | menit 25-29 |
| Kamis, 6 Agt | Karunia Bernubuat | Ef 4:11-13; 1 Kor 14:3-4 | menit 16-25 |
Judul-judul di atas adalah terjemahan kerja dari edisi Inggris. Judul di lembar pelajaran Indonesia Anda hampir pasti berbeda kata-katanya. Pakai judul di lembar Anda sendiri, jangan terjemahan ini.
Rupa-Rupa Karunia
Minggu, 2 Agustus · menit 3-6
Yang dikerjakan hari ini
Membuka seluruh unit tiga pasal, dan membukanya bukan dengan perayaan karunia melainkan dengan sebuah ujian.
Poin yang perlu Anda pegang
- Di 12:1 kata yang diterjemahkan "karunia-karunia Roh" sebenarnya pneumatikon, "hal-hal rohani". Kata "karunia" disisipkan penerjemah. Paulus tampaknya memakai istilah jemaat Korintus dulu, lalu menggantinya dengan istilahnya sendiri, charismata, di 12:4.
- Ini poin yang paling sering dilewatkan. SDABC membaca 12:3 sebagai kaidah yang Paulus berikan kepada jemaat untuk menguji ucapan yang mengaku datang dari Roh. Jadi pasal tentang karunia dibuka dengan alat uji. Kalau kelas melihat ini, seluruh pekan berubah nadanya.
- "Yesus adalah Tuhan" bukan kalimat aman di dunia Romawi. Dunia itu punya tuhan lain. Jangan berlebihan menyebut sumpah resmi seluruh kekaisaran pada masa awal ini, tetapi tekanan politiknya nyata.
- 12:4-6 berjalan bertiga: karunia, pelayanan, kegiatan; Roh, Tuhan, Allah. Keragaman di depan, satu sumber di belakang.
Kutipan untuk hari ini
Tidak ada kutipan Ellen G. White yang langsung mengenai ayat-ayat hari ini. Tiga catatan SDABC di bawah inilah yang paling mengubah cara hari Minggu dibaca.
Pasal ini membuka pokok baru yang berjalan sampai pasal 14. Pokoknya adalah karunia Roh, dan ada cukup banyak kesalahpahaman tentangnya, serta jelas ada penyalahgunaan karunia dan persaingan yang tidak sehat antara pemilik karunia yang berbeda-beda.
Pakai ini kalau ada anggota yang meragukan bahwa memang ada konflik di Korintus. Ini komentar denominasi yang mengatakannya, bukan tafsiran Anda sendiri.
Paulus memberi jemaat sebuah kaidah untuk menguji ucapan yang mengaku datang dari Roh.
Inilah poin kunci hari Minggu. Pasal tentang karunia dibuka dengan alat uji, bukan dengan perayaan. Sebutkan ini sebelum apa pun yang lain.
Charismata secara harfiah berarti karunia-karunia kasih karunia.
Kata itu sendiri sudah membantah kesalahan Korintus. Upah diperoleh; karunia tidak.
"Perhatikan Paulus tidak memulai dengan mendaftar karunia. Ia memulai dengan cara mengujinya. Yang pertama disebut bukan karunia yang paling hebat, melainkan pengakuan yang paling mahal."
Pertanyaan cadangan
"Mengapa Paulus membuka pasal tentang karunia Roh dengan sebuah ujian keaslian, bukan dengan daftar?"
Kesatuan melalui Keragaman
Senin, 3 Agustus · menit 25-29
1 Korintus 12:12-31; 12:8-10, 28; Roma 12:6-8; Efesus 4:11
Yang dikerjakan hari ini
Mengubah keragaman dari masalah menjadi rancangan. Ini hari dengan bahan terbanyak dan waktu paling sedikit, jadi pilih satu poin saja.
Poin yang perlu Anda pegang
- Teguran SDABC pada 12:21 memotong dua arah. Lihat butir 3 di bagian Latar Belakang. Kalau Anda hanya membawa satu hal dari hari Senin, bawa yang ini.
- 12:22, dan di sini berhati-hatilah. SDABC secara jujur mengaku tidak pasti anggota mana yang Paulus maksud dengan "yang nampaknya paling lemah". Jadi bacaan populer tentang organ vital yang tersembunyi, jantung dan paru-paru, adalah bacaan khotbah, bukan tafsir yang terbukti. Sajikan sebagai ilustrasi.
- 12:23, "penghormatan khusus", adalah tempat penerapan Anda di menit 29-33 berasal. Tandai ayat ini.
- Tiga daftar karunia di bacaan hari ini tidak sama satu dengan yang lain: 1 Korintus 12:8-10 dan 12:28, Roma 12:6-8, Efesus 4:11. Ketidaksamaan itu sendiri adalah argumen: tidak ada daftar karunia yang baku dan tertutup. Perhatikan juga isi daftar Roma, yang sebagian besar tidak mencolok sama sekali.
Kutipan untuk hari ini
Tubuh manusia adalah satu organisme yang tersusun dari bagian-bagian, masing-masing memiliki fungsi yang tidak tergantikan, semuanya bersatu secara harmonis, semuanya di bawah satu kuasa yang memimpin, yaitu kepala.
Ayat ini menegur kesombongan mereka yang merasa lebih berkarunia. Anggota yang paling berkarunia sama bergantungnya kepada yang kurang diperhatikan seperti sebaliknya. Kegagalan satu bagian memengaruhi efisiensi semua bagian lain. Kesimpulannya: tidak ada tempat sama sekali bagi kesombongan atau ketidakpuasan di dalam gereja.
Kalau Anda hanya membawa satu hal dari hari Senin, bawa yang ini. Perhatikan dua arahnya: yang merasa hebat dan yang merasa tidak dibutuhkan sedang melakukan dosa yang sama dari dua ujung.
Tidak pasti anggota tubuh mana yang Paulus maksud dengan yang nampaknya paling lemah, meskipun mungkin ada kiasan kepada bagian yang secara struktur tampak lebih lemah dan perlu dilindungi.
Ketidakpastian ini eksplisit di SDABC. Jadi bacaan populer tentang organ vital yang tersembunyi adalah bacaan khotbah, bukan tafsir yang terbukti. Sajikan sebagai ilustrasi.
"The bonds of unity which unite member with member of the church are to be as firm and harmonious in their operation as are the different parts of the natural body. The hands, head, and feet are so closely united, and so mutually dependent, that one member cannot live and act independently of the other members. The life and Spirit of Christ sustains and causes to flourish every particular member of his own body, and they live because Christ lives in them."
Manuscript 44, 1900, par. 35. Baca di EGW Writings
"Ikatan kesatuan yang mempersatukan anggota dengan anggota di dalam jemaat haruslah bekerja sekokoh dan seharmonis bagian-bagian tubuh yang sebenarnya. Tangan, kepala, dan kaki begitu erat bersatu dan begitu saling bergantung, sehingga satu anggota tidak dapat hidup dan bertindak lepas dari anggota yang lain. Hidup dan Roh Kristus menopang dan membuat setiap anggota tubuh-Nya sendiri bertumbuh, dan mereka hidup karena Kristus hidup di dalam mereka."
Manuscript 44, 1900, par. 35. Baca di EGW Writings
Ini menambahkan apa yang tidak dikatakan perumpamaan anatomi Paulus sendiri: tubuh itu hidup karena Kristus hidup di dalamnya. Kesatuannya bersifat Kristologis, bukan organisatoris.
"Each has a different work. No one is required to lay hold of another's work, and, though untrained, try to do it. God has given to each according to his ability. One man may think that his position gives him authority to dictate to other workers, but this is not so."
Christian Leadership, hlm. 38.2, dihimpun dari Testimonies for the Church, jld. 8, hlm. 170-171. Baca di EGW Writings
"Masing-masing mempunyai pekerjaan yang berbeda. Tidak seorang pun dituntut untuk mengambil pekerjaan orang lain lalu, meskipun tidak terlatih, mencoba mengerjakannya. Allah telah memberi kepada setiap orang sesuai dengan kemampuannya. Seseorang mungkin menyangka bahwa jabatannya memberi dia wewenang untuk mendikte pekerja yang lain, tetapi tidak demikian."
Christian Leadership, hlm. 38.2. Baca di EGW Writings
Ini mata pisau yang biasanya terlewat. 1 Korintus 12 hampir selalu dikhotbahkan kepada anggota yang merasa tidak berguna; kalimat ini mengarahkan prinsip yang sama kepada pengurus yang merasa berhak mengatur departemen orang lain.
Bentuk konkretnya, dan ini yang benar-benar terjadi di jemaat. Bukan hanya perasaan tidak dihargai, tetapi anggota yang menuntut jabatan tertentu, atau mengancam pindah kalau tidak mendapatkannya. Bruce Cameron mengembangkan sudut ini panjang lebar dengan contoh kasus di Teaching Outline-nya, dan itu bacaan yang baik sebelum kelas. Yang ditambahkan di sini hanya dasarnya: 12:11 mengatakan Roh membagikan "seperti yang dikehendaki-Nya", jadi menuntut jabatan bukan sekadar tidak sopan, melainkan salah alamat.
"SDABC menutup bagian ini dengan kalimat yang memotong dua arah: tidak ada tempat sama sekali bagi kesombongan atau ketidakpuasan. Yang merasa hebat dan yang merasa tidak dibutuhkan sedang melakukan dosa yang sama dari dua ujung."
Pertanyaan cadangan
"Bandingkan tiga daftar karunia di bacaan hari ini. Ketiganya tidak sama. Apa artinya kalau Alkitab tidak pernah memberi kita satu daftar yang lengkap dan tertutup?"
"Jalan yang Lebih Utama"
Selasa, 4 Agustus · menit 6-16, hari penopang
1 Korintus 13:1-7; 1 Petrus 4:8-11
Yang dikerjakan hari ini
Poros seluruh argumen. Bukan selingan indah di tengah pembahasan karunia, melainkan pusatnya.
Poin yang perlu Anda pegang
Pertanyaan utama untuk blok ini ada di bagian 5. Tiga tambahan:
- SDABC menghitung tujuh ciri kasih di ayat 4-7 dan delapan sikap yang asing bagi hakikatnya, dan mencatat bahwa di sepanjang bagian itu terlihat kilasan kesalahan khas Korintus yang sedang dikontraskan. Hampir semuanya kata kerja, bukan kata sifat. Paulus tidak sedang menggambarkan perasaan. Ia sedang menggambarkan praktik.
- 13:3 lebih tajam dari yang kelas duga. SDABC menggarap kata Yunani psomizo, memberi makan dengan menyuapkan potongan kecil. Orang kaya lazim membagikan sedekah di depan gerbang mereka dalam porsi kecil kepada banyak orang, supaya lebih banyak mulut memuji si pemberi. Kalau seluruh milik dibagikan dengan cara itu tanpa kasih, itu kemunafikan kosong.
- 1 Petrus 4:8-11 di bacaan hari ini memberi logika yang sama dengan kosakata Petrus: pengurus, bukan pemilik.
Kutipan untuk hari ini
Hari penopang, jadi di sinilah bahan terbanyak. Anda tidak akan memakai semuanya. Pilih satu SDABC, satu Ellen G. White, dan simpan Matthew Henry untuk kalau kelas butuh kalimat yang menempel.
Setelah menetapkan tempat karunia di pasal 12, Paulus kini menunjukkan bahwa memiliki semua karunia itu dan kualitas lain di sampingnya tidak membuat seseorang menjadi Kristen kalau ia tidak memiliki karunia tertinggi, yaitu kasih. SDABC juga meneruskan penilaian Harnack bahwa pasal ini adalah tulisan Paulus yang terbesar, terkuat, dan terdalam.
Kalimat "tidak membuat seseorang menjadi Kristen" lebih keras daripada yang biasanya dibaca dari pasal 13. Itu bukan tafsiran Anda; itu SDABC.
Kata Yunani psomizo berarti memberi makan dengan menyuapkan potongan kecil, membagikan sedikit-sedikit. Orang kaya lazim membagikan sedekah di depan gerbang mereka dalam porsi kecil kepada banyak orang supaya lebih banyak yang memuji si pemberi. Kalau seluruh milik dibagikan demikian tanpa kasih yang sejati, itu kemunafikan kosong dan tidak bernilai rohani.
Ini membuat ayat 3 jauh lebih tajam. Paulus tidak sedang membayangkan kedermawanan yang tulus tetapi kurang hangat. Ia sedang membayangkan pemberian yang dirancang supaya dilihat.
Ada tujuh ciri positif kasih di ayat 4-7 dan delapan sikap yang asing bagi hakikatnya. Di sepanjang bagian itu terlihat kilasan kesalahan-kesalahan khas Korintus yang dikontraskan langsung.
Hampir semuanya kata kerja, bukan kata sifat. Minta kelas menghitungnya sendiri dari ayat 4-7. Paulus menggambarkan praktik, bukan perasaan.
"No matter how high the profession, he whose heart is not filled with love for God and his fellow men is not a true disciple of Christ. Though he should possess great faith and have power even to work miracles, yet without love his faith would be worthless. He might display great liberality; but should he, from some other motive than genuine love, bestow all his goods to feed the poor, the act would not commend him to the favor of God. In his zeal he might even meet a martyr's death, yet if not actuated by love, he would be regarded by God as a deluded enthusiast or an ambitious hypocrite."
The Acts of the Apostles, hlm. 318.2. Baca di EGW Writings
"Setinggi apa pun pengakuannya, orang yang hatinya tidak dipenuhi kasih kepada Allah dan kepada sesamanya bukanlah murid Kristus yang sejati. Sekalipun ia memiliki iman yang besar dan kuasa untuk mengadakan mujizat, tanpa kasih imannya tidak ada harganya. Ia mungkin menunjukkan kemurahan yang besar; tetapi jika ia membagikan seluruh miliknya untuk memberi makan orang miskin karena motif lain selain kasih yang sejati, perbuatan itu tidak membuatnya berkenan kepada Allah. Dalam semangatnya ia bahkan mungkin menemui kematian sebagai martir, tetapi jika bukan kasih yang menggerakkannya, ia akan dipandang Allah sebagai orang yang terbawa khayalan atau seorang munafik yang berambisi."
The Acts of the Apostles, hlm. 318.2. Baca di EGW Writings
Ini Ellen White menyusuri 13:1-3 dalam urutan Paulus sendiri. Bacakan sampai kalimat terakhir, lalu berhenti. Jangan lanjut ke paragraf berikutnya: kalimat itu yang terkuat di seluruh bahan pekan ini, dan kekuatannya habis kalau ada apa pun dibacakan sesudahnya. Bacakan sebagai peringatan Paulus kepada jemaat yang sombong, bukan sebagai izin bagi kelas untuk mendiagnosis satu sama lain.
"Christ-like love places the most favorable construction on the motives and acts of others. It does not needlessly expose their faults; it does not listen eagerly to unfavorable reports, but seeks rather to bring to mind the good qualities of others."
The Acts of the Apostles, hlm. 319.2. Baca di EGW Writings
"Kasih seperti Kristus menaruh tafsiran yang paling baik atas motif dan tindakan orang lain. Ia tidak membuka-buka kesalahan mereka tanpa perlu; ia tidak dengan penuh minat mendengarkan kabar buruk tentang orang lain, melainkan berusaha mengingat sifat-sifat baik mereka."
The Acts of the Apostles, hlm. 319.2. Baca di EGW Writings
Definisi 13:5-7 yang paling bisa dipakai. Ia mengubah hal abstrak menjadi keputusan yang bisa diambil seseorang di jalan pulang dari gereja. Simpan untuk penerapan di menit 29-33.
"This love 'never faileth.' It can never lose its value; it is a heavenly attribute. As a precious treasure, it will be carried by its possessor through the portals of the city of God."
The Acts of the Apostles, hlm. 319.3. Baca di EGW Writings
"Kasih ini 'tidak berkesudahan.' Ia tidak pernah dapat kehilangan nilainya; ia adalah sifat sorgawi. Sebagai harta yang berharga, kasih itu akan dibawa oleh pemiliknya melalui pintu gerbang kota Allah."
The Acts of the Apostles, hlm. 319.3. Baca di EGW Writings
Berpasangan dengan 13:8 dan 13:13. Karunia adalah perancah untuk zaman ini; kasih satu-satunya yang dibawa masuk melalui pintu gerbang.
"It is the charitable heart, not the voluble tongue, that is acceptable with God." · "A clear and deep head is of no signification, without a benevolent and charitable heart." · "Moving mountains is a great achievement in the account of men; but one dram of charity is, in God's account, of much greater worth than all the faith of this sort in the world."
Complete Commentary, hlm. 1076.2, pada 1 Korintus 13:1-3. Baca di EGW Writings
"Hati yang penuh kasih, bukan lidah yang lancar, itulah yang diterima Allah." · "Kepala yang jernih dan dalam tidak ada artinya tanpa hati yang murah dan penuh kasih." · "Memindahkan gunung adalah pencapaian besar dalam perhitungan manusia; tetapi satu dram kasih, dalam perhitungan Allah, jauh lebih bernilai daripada seluruh iman semacam itu di dunia ini."
Complete Commentary, hlm. 1076.2. Baca di EGW Writings
Henry juga menangkap sesuatu yang tajam secara tafsir: Paulus menyebut bahasa roh paling dulu di 13:1 justru karena itulah karunia yang paling mereka banggakan dan yang membuat mereka memandang rendah saudaranya. Itu dasar pertanyaan pertama Anda di menit 6-16.
Anda punya sepuluh menit di sini, bukan dua. Ini hari penopang. Bacalah 13:1-7 utuh dari Lampiran A, tanpa berhenti berkomentar, lalu ajukan pertanyaan pertama.
Karunia Bahasa
Rabu, 5 Agustus · menit 25-29
1 Korintus 14:5, 13, 26, 27; 12:10, 30
Yang dikerjakan hari ini
Menerapkan ukuran pasal 13 pada karunia yang paling diperebutkan di Korintus. Ini juga hari yang paling tipis penyusunannya, lihat catatan di bagian 8.
Poin yang perlu Anda pegang
- Soal kata "bahasa roh" di TB dan kata "unknown" yang disisipkan KJV, lihat butir 2 di bagian Latar Belakang. Sampaikan itu lebih dulu, sebelum ayat apa pun dibahas.
- Ayat terkuat untuk kelas Anda adalah 14:27-28, dan biasanya tidak dibaca dengan cukup pelan. Hanya dua atau tiga yang berbicara, bergiliran, dan tanpa penafsir mereka diam. Ucapan yang bisa dihentikan atas perintah bukan ucapan ekstatis. Satu ayat ini menyelesaikan lebih banyak perdebatan daripada seluruh penjelasan Anda.
- 14:13 dan 14:26 memberi ukuran Paulus sendiri: penafsiran, dan supaya jemaat dibangun. Bukan seberapa rohani kelihatannya.
Kutipan untuk hari ini
Tidak ada kutipan Ellen G. White yang langsung mengenai ayat-ayat hari ini. Yang Anda butuhkan di sini adalah dua catatan penerjemahan dari SDABC dan posisi BRI, karena hari inilah yang akan ditanyai kelas.
Kata "unknown" dalam KJV disisipkan oleh penerjemah, tidak ada dalam bahasa Yunani. SDABC menunda pembahasan hakikat bahasa roh ke Additional Note di akhir pasal 14.
Sampaikan ini sebelum ayat apa pun dibahas. Satu kata sisipan sudah membentuk berabad-abad penafsiran. TB melakukan hal serupa dari arah lain dengan "bahasa roh".
Kata "unknown" di sini juga disisipkan penerjemah.
Dua kali di satu pasal. Itu pola, bukan kebetulan.
Kata taxin, "menurut pangkat", "menurut aturan", adalah istilah militer untuk barisan tentara yang teratur. Segala sesuatu harus dilakukan dengan senonoh, sebagaimana patut bagi ibadah kepada Pencipta Yang Mahakuasa, tanpa kekacauan, kebisingan yang tidak perlu, atau ketidaktertiban.
Ini dasar Alkitab untuk ibadah Advent yang khidmat dan tertib, dan sekaligus kritik Advent terhadap ibadah ekstatis: bukan karunia Roh yang tidak diinginkan, melainkan karunia yang meninggalkan ruangan dalam kebingungan sudah kehilangan tujuannya sendiri.
Karunia bahasa dalam Alkitab adalah kemampuan yang diberikan Roh untuk berbicara dalam bahasa manusia yang nyata, bukan ucapan ekstatis, dan glosolalia masa kini tidak boleh disamakan dengan karunia Perjanjian Baru. Kaidah tafsirnya: bagian yang sulit dibaca dalam terang bagian yang jelas, dan Kisah 2 jelas. Karunia itu juga tidak melibatkan hilangnya kendali diri, sebab tanpa penafsir mereka diam.
Parafrase dari dua artikel BRI yang sudah dibaca penuh. Tautannya ada di Lampiran B.
Ayat terkuat untuk kelas Anda adalah 14:27-28, dan biasanya dibaca terlalu cepat. Ucapan yang bisa dihentikan atas perintah bukan kerasukan. Satu ayat itu menyelesaikan lebih banyak perdebatan daripada seluruh penjelasan Anda. Batas waktunya ada di bagian 8.
Bacakan 14:27-28 pelan-pelan, lalu satu kalimat: "Karunia yang bisa Anda hentikan karena tidak ada penafsir bukanlah kerasukan. Itu kemampuan, dan Paulus mengaturnya seperti orang mengatur kemampuan."
Pertanyaan cadangan
"Paulus menyuruh yang berkarunia bahasa untuk diam kalau tidak ada penafsir. Apa yang diberitahukan syarat itu kepada kita tentang hakikat karunia ini?"
Karunia Bernubuat
Kamis, 6 Agustus · menit 16-25
Efesus 4:11-13; 1 Korintus 14:3-4
Yang dikerjakan hari ini
Tujuan pekan ini. Amos 3:7 di daftar bacaan bermuara di sini, dan Pertanyaan Diskusi Jumat nomor 2 menyusul dari sini.
Poin yang perlu Anda pegang
- 14:3 adalah definisi Paulus sendiri, dan itu pagar paling aman yang tersedia: siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur. Bukan meramal. Pembaca modern mendengar peramalan; Paulus mendefinisikannya secara fungsional. Definisi ini menjaga dari dua kesalahan sekaligus: meremehkan karunia itu, dan membesar-besarkannya.
- Efesus 4:11-13 punya klausa tujuan: sampai kita semua mencapai kesatuan iman dan kedewasaan penuh. Inilah dasar Advent membaca karunia sebagai masih berlaku. Tujuan itu belum tercapai.
- Satu pengekangan penting. Timm dan Esmond berargumen bahwa nubuat tidak lebih tinggi pada dirinya sendiri, karena semua karunia berasal dari Roh yang sama dan diberikan untuk kepentingan bersama. Nubuat lebih besar dalam konteks ini justru karena ia dapat dimengerti dan karena itu dapat membangun. Paulus tidak sedang menyusun peringkat karunia yang permanen. Simpan ini, karena kelas akan cenderung membuat tangga karunia dari 14:5.
- Jembatan ke pemahaman Advent: Wahyu 12:17 dengan 19:10. Sajikan sebagai hubungan teologis, bukan sebagai argumen Paulus di teks ini.
- Kutipan Loughborough hlm. 16.2 di bagian 7 dipakai di sini, dengan peringatan penyebutan nama yang menyertainya.
Kutipan untuk hari ini
Nabi berbicara dalam bahasa yang dikenal para pendengarnya.
Ini bergandengan langsung dengan hari Rabu, dan menjelaskan mengapa nubuat lebih besar dalam konteks ini: ia dapat dimengerti.
Nabi adalah orang yang berdiri di antara Allah dan manusia dan menyatakan kehendak Allah kepada manusia.
Definisi jabatan, bukan definisi ramalan. Pasangkan dengan definisi fungsional Paulus sendiri di 14:3: membangun, menasihati, menghibur.
Kasih yang sejati tidak jatuh seperti daun atau bunga; pada hari-hari yang berat maupun saat semuanya terang, kasih tetap sama. SDABC mendasarkan kekekalannya secara doktrinal: kasih adalah dasar hukum, dan hukum Allah kekal.
Ini langkah yang khas Advent, dan ia menghubungkan pasal kasih dengan tema pertentangan besar, tempat persoalan antara Kristus dan Setan akhirnya adalah tentang tabiat pemerintahan Allah.
Kata "abideth" menyampaikan kekekalan. Selain kasih, segala hal yang dibahas di pasal ini, termasuk nubuat dan bahasa roh, akan berhenti bernilai atau dibatalkan, sedangkan iman, pengharapan, dan kasih tidak berkesudahan.
Perhatikan bahwa ini tidak mengatakan karunia sudah berhenti sekarang. Kapan berhentinya adalah pertanyaan berikutnya, dan itu dijawab kutipan di bawah.
"The more excellent way is not to have a church without the gifts of the Spirit; it is a more excellent way than simply to 'covet' gifts."
J. N. Loughborough, Spiritual Gifts (1899), hlm. 16.2. Baca di EGW Writings
"Jalan yang lebih utama itu bukan berarti gereja tanpa karunia-karunia Roh; itu adalah jalan yang lebih utama daripada sekadar 'menginginkan' karunia."
J. N. Loughborough, Spiritual Gifts (1899), hlm. 16.2. Baca di EGW Writings
Argumennya: pembahasan tentang kasih di pasal 13 tidak menghapus karunia. Membaca 13:8-10 bersama ayat 12, penulis menyimpulkan bahwa karunia bernubuat boleh tampak sampai keadaan yang sempurna datang, yaitu ketika Tuhan dilihat muka dengan muka. Inilah jawaban tafsir Advent yang klasik terhadap pandangan bahwa karunia sudah berhenti, dan ia diambil dari teks.
Tiga hal berbeda, judulnya mirip semua, dan tidak satu pun tulisan Ellen G. White. Ini sudah diperiksa langsung ke katalog EGW Writings, jadi pakailah dengan yakin. (1) Kutipan hari Kamis berasal dari Spiritual Gifts terbitan 1899, 38 halaman, dan penulisnya J. N. Loughborough. (2) Bacaan Jumat yang ditugaskan pelajaran adalah karangan Roswell F. Cottrell, halaman 5 sampai 16, yang dimuat di dalam (3) Spiritual Gifts vol. 1 karya Ellen G. White, terbitan 1858, 219 halaman. Jadi jangan memperkenalkan kutipan hari Kamis dengan "Ellen White berkata", dan jangan pula menyebutnya karangan Cottrell. Sebut saja Loughborough. Pelajaran resminya sendiri menuliskan bacaan Jumat begini: "Read Roswell F. Cottrell, “Spiritual Gifts,” pp. 5–16, in Ellen G. White, Spiritual Gifts, vol. 1."
Nubuat tidak lebih tinggi pada dirinya sendiri, karena semua karunia berasal dari Roh yang sama dan diberikan untuk kepentingan bersama. Nubuat lebih besar dalam konteks ini justru karena ia dapat dimengerti dan karena itu dapat membangun. Kata "membangun" mengendalikan seluruh pasal 14, dan pasal itu dikurung oleh inklusio: perintah yang sama di ayat 1 dan ayat 39.
Parafrase dari The Gift of Prophecy, eds. Alberto Timm & Dwain Esmond (2015), hlm. 174.2. Baca di EGW Writings
Simpan pengekangan ini. Kelas akan cenderung membuat tangga karunia yang permanen dari 14:5. Paulus tidak sedang menyusun peringkat; ia sedang menerapkan satu ukuran.
Anda punya sembilan menit di sini. Ini blok besar kedua, dan pertanyaannya ada di bagian 5.
5 Dua pertanyaan yang layak diberi waktu
"Dari daftar Paulus di 13:1-3, mana yang paling akan membuat jemaat kita terkesan kalau ada orang yang benar-benar memilikinya? Lalu perhatikan: Paulus menyebut bahasa roh paling dulu. Menurut Anda mengapa yang itu ditaruh di urutan pertama?"
Mengapa ini penting
Paulus tidak menulis daftar acak. Matthew Henry sudah menangkap ini pada tahun 1710: bahasa roh disebut lebih dulu justru karena itulah karunia yang paling mereka banggakan dan yang membuat mereka memandang rendah saudaranya. Begitu kelas melihat urutan itu bukan kebetulan, seluruh pasal 13 berubah dari puisi pernikahan menjadi teguran.
Jawaban yang akan muncul
Sebagian akan menjawab "karunia menyembuhkan" atau "berkhotbah". Terima itu, lalu kembalikan ke teks: hitung bersama apa saja yang Paulus katakan bisa dimiliki orang dan tetap "sama sekali tidak berguna". Bahasa manusia dan bahasa malaikat. Karunia bernubuat. Segala pengetahuan. Iman yang memindahkan gunung. Membagikan seluruh milik. Menyerahkan tubuh untuk dibakar. Enam hal, dan yang terakhir adalah kematian sebagai martir.
Cara menjaganya tetap terbuka
Seseorang akan menutupnya dengan "jadi yang penting kasih". Itu benar dan itu juga jalan keluar yang terlalu cepat. Balas dengan aritmetika Paulus: bukan kurang berguna, tetapi sama sekali tidak berguna. Nol. Tanyakan apa artinya kalau angka itu diterapkan pada pelayanan yang sedang kita banggakan.
"Amos 3:7 ada di daftar bacaan pekan ini, dan pertanyaan diskusi hari Jumat menanyakannya langsung. Apa yang membuat Anda yakin karunia nubuat Ellen G. White itu asli? Dan di bagian mana Anda paling sulit menerapkannya?"
Mengapa ini penting
Ini tujuan pelajaran, dan pertanyaan Jumat sudah membuatnya tidak bisa dihindari. Bagian kedua pertanyaan itulah yang membuatnya hidup. Bagian pertama saja akan dijawab dengan hafalan.
Jawaban yang akan muncul
Bagian pertama mudah: nubuatan yang tergenapi, keselarasan dengan Alkitab, buah pelayanannya. Bagian kedua akan sunyi dulu. Sunyi itu adalah orang yang sedang menimbang apakah mereka mau jujur. Jangan diselamatkan. Tunggu sampai hitungan kelima. Yang biasanya keluar kemudian: kesehatan, hiburan, pakaian, pendidikan, atau kesulitan membedakan mana nasihat untuk zaman dan tempat tertentu dan mana prinsip yang tetap.
Cara menjaganya tetap terbuka
Dua pagar, dan keduanya dari Alkitab, bukan dari otoritas lembaga. Pertama, ujian nabi memang disediakan untuk dipakai: Ulangan 13:1-5, Ulangan 18:20-22, Yesaya 8:20, Matius 7:15-23, 1 Yohanes 4:1-3. Semuanya lengkap di Lampiran A.7. Kita tidak menolak karunia nubuat, dan kita juga tidak menerimanya tanpa menguji. Kedua, karunia itu selalu berada di bawah Alkitab. Terang yang lebih kecil menunjuk kepada terang yang lebih besar, dan karunia yang asli bersedia diukur oleh Alkitab.
Jangan membela dengan kalimat "itu bukan pendirian kita". Kalimat itu menghentikan percakapan dan kehilangan orangnya.
6 Latar belakang yang belum dimiliki kelas
Tiga hal saja. Masing-masing mengubah cara sebuah ayat dibaca, bukan sekadar menghiasi.
1. "Karunia" adalah kata pemberian, berakar pada kasih karunia
Bahasa Yunaninya charisma, jamak charismata, dari charis, kasih karunia. SDABC menerjemahkannya secara harfiah sebagai "gifts of grace". Tidak ada satu pun versi Inggris yang menampakkan akar itu, sehingga seluruh argumen Paulus hilang dalam terjemahan Inggris. TB lebih beruntung: "karunia" masih terasa sebagai sesuatu yang diberikan, bukan diupahkan. Katakan ini di kelas. Kata itu sendiri sudah membantah kesalahan Korintus.
2. "Bahasa roh" di TB adalah pilihan tafsir, bukan terjemahan netral
Ini yang paling penting untuk kelas berbahasa Indonesia, dan kelas Anda tidak akan menyadarinya. Kata Yunaninya hanya glossa, yang berarti lidah atau bahasa. KJV menambahkan kata "unknown" sepanjang pasal 14, dan SDABC menandai bahwa kata itu disisipkan penerjemah, tidak ada dalam bahasa Yunani. TB melakukan hal serupa dari arah lain: "bahasa roh" sudah mengarahkan pembaca kepada ucapan ekstatis sebelum ia sampai pada argumen Paulus. Bandingkan dengan 13:1, di mana TB menulis "bahasa manusia dan bahasa malaikat", memakai kata "bahasa" secara biasa.
Sebut ini sebagai pilihan tafsir, bukan sebagai kesalahan. Lalu biarkan 14:3 dan 14:12 memberi definisi Paulus sendiri.
3. Teguran SDABC memotong dua arah, dan kelas hanya menyangka satu
Pada 12:21, "Aku tidak membutuhkan engkau", SDABC menulis bahwa ayat ini menegur kesombongan mereka yang merasa lebih berkarunia, bahwa anggota yang paling berkarunia sama bergantungnya kepada yang kurang diperhatikan seperti sebaliknya, dan bahwa kegagalan satu bagian memengaruhi seluruh efisiensi yang lain. Kesimpulannya tegas: tidak ada tempat sama sekali bagi kesombongan atau ketidakpuasan di dalam gereja.
Perhatikan dua arahnya. 1 Korintus 12 biasanya dikhotbahkan kepada anggota yang merasa tidak berguna. SDABC mengarahkan prinsip yang sama kepada anggota yang merasa berhak mengatur semua orang. Penghinaan si berkarunia dan rasa kasihan pada diri si biasa adalah dosa yang sama dari dua ujung.
4. Ucapan ekstatis punya alamat yang sangat konkret di dunia mereka
Latar ini datang dari Teacher Comments resmi, dan ini bagian terbaiknya. Jangan lewatkan hanya karena sumbernya resmi.
Di Korintus abad pertama, pengalaman mistis seperti nubuat dan ucapan ekstatis adalah hal biasa dalam agama Yunani dan Romawi, dan dianggap tanda kerasukan ilahi. Orakel Delfi punya imam perempuan, Pythia, yang masuk ke keadaan seperti kesurupan dan dipercaya dirasuki Apolo, lalu mengucapkan pesan yang kacau dan penuh teka-teki, yang kemudian ditafsirkan para imam. Orakel Dodona memakai tanda-tanda alam. Kultus misteri Dionisus, Kibele, dan Isis memakai musik, tarian, dan nyanyian sampai jemaatnya masuk ke keadaan trans dan merasa penuh kehadiran dewa.
Inilah yang membuat pasal 14 masuk akal. Sebagian anggota jemaat Korintus tidak sedang menemukan cara baru beribadah; mereka sedang memakai satu-satunya ukuran kerohanian yang pernah mereka kenal. Makin tidak terkendali, makin ilahi. Paulus membalikkannya: yang terkendali, yang dapat dimengerti, yang membangun. Bandingkan dengan 14:27-28, di mana karunia itu justru bisa dihentikan atas perintah.
Kalau Anda hanya punya satu kalimat untuk ini: "Mereka datang dari agama yang mengukur kerohanian dengan seberapa hilang kendali Anda. Paulus mengukurnya dengan seberapa banyak yang terbangun."
7 Bacaan Ellen G. White dan cara memakai kutipan
Kutipan sudah tidak dikumpulkan di sini. Setiap kutipan Ellen G. White, SDABC, Matthew Henry, dan penelitian Advent duduk di hari yang diterangkannya, karena di situlah Anda membutuhkannya. Bagian ini hanya memuat yang berlaku untuk seluruh pekan.
Bacaan Jumat yang ditugaskan pelajaran
Spiritual Gifts, vol. 1, hlm. 5-16. Periksa ini di lembar pelajaran Anda sendiri sebelum menyebutkannya, karena saya membacanya lewat ringkasan halaman, bukan dari lembaran aslinya.
Tiga hal berbeda, judulnya mirip semua, dan tidak satu pun tulisan Ellen G. White. Ini sudah diperiksa langsung ke katalog EGW Writings, jadi pakailah dengan yakin. (1) Kutipan hari Kamis berasal dari Spiritual Gifts terbitan 1899, 38 halaman, dan penulisnya J. N. Loughborough. (2) Bacaan Jumat yang ditugaskan pelajaran adalah karangan Roswell F. Cottrell, halaman 5 sampai 16, yang dimuat di dalam (3) Spiritual Gifts vol. 1 karya Ellen G. White, terbitan 1858, 219 halaman. Jadi jangan memperkenalkan kutipan hari Kamis dengan "Ellen White berkata", dan jangan pula menyebutnya karangan Cottrell. Sebut saja Loughborough. Pelajaran resminya sendiri menuliskan bacaan Jumat begini: "Read Roswell F. Cottrell, “Spiritual Gifts,” pp. 5–16, in Ellen G. White, Spiritual Gifts, vol. 1."
Empat aturan membacakan kutipan di kelas
- Satu paragraf, bukan tiga. Kutipan panjang yang dibacakan nyaring kehilangan ruangan. Kalau sebuah kutipan butuh dua tarikan napas, potong.
- Tandai di mana berhenti. Kutipan Acts of the Apostles hlm. 318.2 di hari Selasa adalah contohnya: kekuatannya ada di kalimat terakhir, dan habis kalau ada apa pun dibacakan sesudahnya.
- Bacakan bahasa Inggrisnya kalau ketepatan kata penting. Setiap tab bertanda Terjemahan kerja adalah terjemahan untuk penuntun ini, bukan kutipan dari edisi Indonesia resmi. Itu berlaku untuk semua kartu, jadi tidak diulang di bawah tiap kutipan. Tombol
ENdi kanan atas mengubah semua kartu sekaligus. - Kutipan adalah peringatan bagi jemaat, bukan alat diagnosis. Bacakan sebagai teguran Paulus kepada jemaat yang sombong, jangan sebagai izin bagi kelas untuk menilai satu sama lain.
8 Menangani titik-titik sulit
"Jadi bagaimana dengan bahasa roh yang dipraktikkan gereja lain sekarang?"
Ini akan ditanyakan, dan kalau dibiarkan ia akan memakan dua puluh menit dari tiga puluh lima menit Anda. Siapkan jawaban ringkas dan jujur, lalu batasi waktunya dengan terbuka.
Posisi Biblical Research Institute jelas: karunia bahasa dalam Alkitab adalah kemampuan yang diberikan Roh untuk berbicara dalam bahasa manusia yang nyata, bukan ucapan ekstatis, dan glosolalia masa kini tidak boleh disamakan dengan karunia Perjanjian Baru. Tiga hal yang bisa langsung Anda pakai:
- Kaidah tafsirnya: bagian yang sulit dibaca dalam terang bagian yang jelas. Kisah 2 jelas, dan di luar 1 Korintus 14 karunia itu selalu berarti kemampuan berbahasa asing.
- Karunia itu tidak melibatkan hilangnya kendali diri. Hanya dua atau tiga yang berbicara, dan tanpa penafsir mereka diam (14:27-28). Ucapan yang bisa dikendalikan bukan ucapan ekstatis.
- Paulus tidak mengharapkan setiap anggota menerimanya, dan tidak pernah menjadikannya tanda wajib pertobatan atau penerimaan Roh.
Lalu batasi: "Ini layak lebih dari empat menit. Boleh kita lanjutkan sesudah kelas, dan saya bawakan dua artikel BRI tentang ini?" Itu sopan, benar, dan melindungi delapan belas orang lainnya.
Kalau Anda menduga pertanyaan ini akan muncul, ada satu pekerjaan rumah malam ini. SDABC menunda pembahasan hakikat bahasa roh ke sebuah Additional Note di akhir pasal 14. Catatan itu adalah pembahasan klasik denominasi yang paling lengkap tentang soal ini, dan catatan itu belum terbaca dalam penelitian yang mendasari penuntun ini. Bacalah lebih dulu di jilid Anda.
"Karunia-karunia itu sudah berhenti bersama para rasul."
Efesus 4:11-13 memberi klausa tujuan: karunia diberikan sampai kita semua mencapai kesatuan iman dan kedewasaan penuh di dalam Kristus. Tujuan itu belum tercapai. Tambahkan bacaan Jumat: 1 Korintus 13:8-10 dibaca bersama 13:12 menempatkan berakhirnya karunia bernubuat pada saat kita melihat muka dengan muka, bukan pada saat kanon Alkitab ditutup.
"Kalau orangnya penuh kasih, berarti ajarannya benar."
Pertanyaan diskusi Jumat nomor empat justru menjaga hal ini, dan itu tidak biasa untuk sebuah pelajaran. Kasih bukan satu-satunya ukuran kebenaran. Matius 7:15-23 sudah memperingatkan bahwa bernubuat dan mengadakan mujizat bisa terjadi tanpa perkenan Kristus. Ulangan 13:1-5 lebih tajam lagi: di situ tanda yang diberikan nabi palsu itu benar-benar tergenapi, dan ia tetap nabi palsu. Kasih tanpa kebenaran dan kebenaran tanpa kasih dua-duanya gagal, dan pelajaran pekan ini hanya sempat menegur yang kedua.
Di mana pelajaran ini agak tipis
Hari Rabu menyusun ayat-ayat tentang bahasa roh secara terpotong-potong (14:5, 13, 26, 27, lalu 12:10, 30) tanpa membaca alur pasal 14 sebagai satu argumen. Kalau kelas Anda tersandung di situ, jangan menyalahkan pelajarannya. Ajarkan saja teksnya: bacalah 14:1-12 utuh, dan biarkan kata "membangun" di 14:3 dan 14:12 menjadi ukuran Paulus sendiri.
A Semua ayat Alkitab dalam Terjemahan Baru
Semua ayat di bawah ini diambil kata demi kata dari Terjemahan Baru. Kalau Anda membaca nyaring di kelas, bacalah dari Alkitab Anda, bukan dari halaman ini. Lampiran ini untuk persiapan, dan untuk saat ada yang bertanya dan Anda perlu ayatnya dalam tiga detik.
A.2 1 Korintus 12: karunia adalah kasih karunia, dan gereja adalah tubuh
| 12:1 | "Sekarang tentang karunia-karunia Roh. Aku mau, saudara-saudara, supaya kamu mengetahui kebenarannya." |
| 12:3 | "Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: 'Terkutuklah Yesus!' dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: 'Yesus adalah Tuhan', selain oleh Roh Kudus." |
| 12:4 | "Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh." |
| 12:7 | "Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama." |
| 12:8 | "Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan." |
| 12:9 | "Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan." |
| 12:10 | "Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh." |
| 12:11 | "Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya." |
| 12:21 | "Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: 'Aku tidak membutuhkan engkau.' Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: 'Aku tidak membutuhkan engkau.'" |
| 12:22 | "Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan." |
| 12:23 | "Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus." |
| 12:27 | "Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya." |
| 12:28 | "Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar…" (ayat berlanjut; kutipan ini terpotong) |
| 12:31 | "Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi." |
A.3 1 Korintus 13: jalan yang lebih utama
Kalau hanya satu bagian yang dibaca nyaring di kelas, bacalah ayat 1 sampai 7 utuh, tanpa berhenti untuk berkomentar.
1 "Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing."
2 "Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna."
3 "Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku."
4 "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong."
5 "Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain."
6 "Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran."
7 "Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu."
8 "Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap."
13 "Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih."
Dua hal yang patut Anda tunjukkan di teks ini. Pertama, aritmetika ayat 2: bukan kurang berguna, tetapi sama sekali tidak berguna. Kedua, ayat 4 sampai 7 hampir seluruhnya kata kerja, bukan kata sifat. Hitung sendiri. Paulus menggambarkan praktik, bukan perasaan.
Ayat 8 juga penting untuk hari Kamis: ayat inilah yang dibaca bersama ayat 12 dalam argumen Advent tentang sampai kapan karunia bernubuat berlaku.
A.4 1 Korintus 14: membangun sebagai ukuran
| 14:1 | "Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat." |
| 14:2 | "Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah." |
| 14:3 | "Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur." |
| 14:5 | "Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat." |
| 14:12 | "Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat." |
| 14:13 | "Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya." |
| 14:26 | "Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu…" (ayat berlanjut dan berakhir pada "untuk membangun"; kutipan ini terpotong) |
| 14:27 | "Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang." |
| 14:28 | "Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat." |
| 14:39 | "Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat." |
| 14:40 | "Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur." |
Perhatikan bahwa ayat 1 dan ayat 39 mengatakan hal yang hampir sama. Itu inklusio: seluruh pasal 14 terkurung di antara dua perintah yang identik, dan di dalam kurungan itulah Paulus membandingkan bahasa roh dengan nubuat. Timm dan Esmond menunjuk hal ini.
A.5 Daftar karunia yang lain, dan logika pengurus
Roma 12:6-8
6 "Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita."
7 "Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar;"
8 "jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita."
Perhatikan isinya: melayani, mengajar, menasihati, membagi, memimpin, menunjukkan kemurahan. Hampir tidak ada yang mencolok. Bandingkan dengan daftar di 1 Korintus 12:8-10.
Efesus 4:11-13
11 "Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,"
12 "untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,"
13 "sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,"
Klausa "sampai" di ayat 13 adalah inti argumen bahwa karunia masih berlaku. Tujuan itu belum tercapai.
1 Petrus 4:8-11
8 "Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa."
9 "Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut."
10 "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah."
11 "Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin."
"Pengurus yang baik dari kasih karunia Allah" di ayat 10 adalah logika charismata dalam kosakata Petrus. Pengurus, bukan pemilik.
A.6 Karunia nubuat dan umat sisa
| Amos 3:7 | "Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi." |
| Why 12:17 | "Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus." |
| Why 19:10 | "Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku: 'Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah Allah! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat.'" |
Wahyu 12:17 dibaca bersama 19:10 adalah jembatan dari daftar karunia Paulus ke pemahaman Advent tentang karunia nubuat pada gereja terakhir. Sajikan sebagai hubungan teologis, bukan sebagai argumen yang Paulus buat di 1 Korintus 12 sampai 14.
A.7 Ujian nabi, untuk dipakai bukan dihafal
Kelima teks ini menjawab Pertanyaan Diskusi Jumat nomor 2 dan nomor 4 sekaligus. Kalau ada yang berargumen dari kasih atau dari mujizat, teks-teks inilah jawabannya.
Ulangan 13:1-3
Perhatikan urutannya. Tandanya benar-benar terjadi, dan nabi itu tetap palsu.
1 "Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat,"
2 "dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya,"
3 "maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu."
Ulangan 18:20, 22
Ujian yang kedua: apakah perkataannya terjadi.
20 "Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati."
22 "apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya."
Yesaya 8:20, Matius 7, 1 Yohanes 4
| Yes 8:20 | "Carilah pengajaran dan kesaksian! Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar." |
| Mat 7:15 | "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas." |
| Mat 7:16 | "Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?" |
| Mat 7:22 | "Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?" |
| Mat 7:23 | "Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" |
| 1 Yoh 4:1 | "Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia." |
| 1 Yoh 4:2 | "Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah," |
| 1 Yoh 4:3 | "dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia." |
Bandingkan 1 Yohanes 4:2 dengan 1 Korintus 12:3. Keduanya memberi ujian yang sama: pengakuan tentang Yesus.
B Ellen G. White, SDABC, dan sumber Advent
B.1 Kutipan yang sudah diperiksa kata demi kata
Kelima kutipan ini diambil verbatim dari EGW Writings, jadi aman dibacakan nyaring persis seperti tertulis. Setiap kartu punya tab English dan Indonesia. Tab Inggris adalah teks yang terverifikasi; tab Indonesia adalah terjemahan kerja untuk penuntun ini, bukan kutipan dari edisi Indonesia terbitan resmi. Kalau ketepatan kata penting, bacakan bahasa Inggrisnya. Tombol EN di kanan atas mengubah semua kartu sekaligus.
1. Tentang karunia tanpa kasih · dipakai di menit 6-16
"No matter how high the profession, he whose heart is not filled with love for God and his fellow men is not a true disciple of Christ. Though he should possess great faith and have power even to work miracles, yet without love his faith would be worthless. He might display great liberality; but should he, from some other motive than genuine love, bestow all his goods to feed the poor, the act would not commend him to the favor of God. In his zeal he might even meet a martyr's death, yet if not actuated by love, he would be regarded by God as a deluded enthusiast or an ambitious hypocrite."
The Acts of the Apostles, hlm. 318.2 · berhentilah di kalimat terakhir. Baca di EGW Writings
"Setinggi apa pun pengakuannya, orang yang hatinya tidak dipenuhi kasih kepada Allah dan kepada sesamanya bukanlah murid Kristus yang sejati. Sekalipun ia memiliki iman yang besar dan kuasa untuk mengadakan mujizat, tanpa kasih imannya tidak ada harganya. Ia mungkin menunjukkan kemurahan yang besar; tetapi jika ia membagikan seluruh miliknya untuk memberi makan orang miskin karena motif lain selain kasih yang sejati, perbuatan itu tidak membuatnya berkenan kepada Allah. Dalam semangatnya ia bahkan mungkin menemui kematian sebagai martir, tetapi jika bukan kasih yang menggerakkannya, ia akan dipandang Allah sebagai orang yang terbawa khayalan atau seorang munafik yang berambisi."
The Acts of the Apostles, hlm. 318.2. Baca di EGW Writings
2. Tentang watak kasih · dipakai di menit 29-33
"Charity 'doth not behave itself unseemly, seeketh not her own, is not easily provoked, thinketh no evil.' Christ-like love places the most favorable construction on the motives and acts of others. It does not needlessly expose their faults; it does not listen eagerly to unfavorable reports, but seeks rather to bring to mind the good qualities of others."
The Acts of the Apostles, hlm. 319.2. Baca di EGW Writings
"Kasih 'tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan orang lain.' Kasih seperti Kristus menaruh tafsiran yang paling baik atas motif dan tindakan orang lain. Ia tidak membuka-buka kesalahan mereka tanpa perlu; ia tidak dengan penuh minat mendengarkan kabar buruk tentang orang lain, melainkan berusaha mengingat sifat-sifat baik mereka."
The Acts of the Apostles, hlm. 319.2. Baca di EGW Writings
3. Tentang mengapa kasih melampaui semua karunia
"Love 'rejoiceth not in iniquity, but rejoiceth in the truth; beareth all things, believeth all things, hopeth all things, endureth all things.' This love 'never faileth.' It can never lose its value; it is a heavenly attribute. As a precious treasure, it will be carried by its possessor through the portals of the city of God."
The Acts of the Apostles, hlm. 319.3. Baca di EGW Writings
"Kasih 'tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran; ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.' Kasih ini 'tidak berkesudahan.' Ia tidak pernah dapat kehilangan nilainya; ia adalah sifat sorgawi. Sebagai harta yang berharga, kasih itu akan dibawa oleh pemiliknya melalui pintu gerbang kota Allah."
The Acts of the Apostles, hlm. 319.3. Baca di EGW Writings
Berpasangan langsung dengan 1 Korintus 13:13. Karunia adalah perancah untuk zaman ini; kasih adalah satu-satunya yang dibawa masuk melalui pintu gerbang.
4. Tentang tubuh yang hidup karena Kristus hidup di dalamnya · berguna untuk hari Senin
"The bonds of unity which unite member with member of the church are to be as firm and harmonious in their operation as are the different parts of the natural body. The hands, head, and feet are so closely united, and so mutually dependent, that one member cannot live and act independently of the other members. The life and Spirit of Christ sustains and causes to flourish every particular member of his own body, and they live because Christ lives in them."
Manuscript 44, 1900, par. 35. Baca di EGW Writings
"Ikatan kesatuan yang mempersatukan anggota dengan anggota di dalam jemaat haruslah bekerja sekokoh dan seharmonis bagian-bagian tubuh yang sebenarnya. Tangan, kepala, dan kaki begitu erat bersatu dan begitu saling bergantung, sehingga satu anggota tidak dapat hidup dan bertindak lepas dari anggota yang lain. Hidup dan Roh Kristus menopang dan membuat setiap anggota tubuh-Nya sendiri bertumbuh, dan mereka hidup karena Kristus hidup di dalam mereka."
Manuscript 44, 1900, par. 35. Baca di EGW Writings
Menambahkan apa yang tidak dikatakan perumpamaan anatomi Paulus sendiri. Kesatuannya bersifat Kristologis, bukan organisatoris.
5. Tentang tidak mengambil pekerjaan anggota lain
"Each has a different work. No one is required to lay hold of another's work, and, though untrained, try to do it. God has given to each according to his ability. One man may think that his position gives him authority to dictate to other workers, but this is not so."
Christian Leadership, hlm. 38.2, dihimpun dari Testimonies for the Church, jld. 8, hlm. 170-171. Baca di EGW Writings
"Masing-masing mempunyai pekerjaan yang berbeda. Tidak seorang pun dituntut untuk mengambil pekerjaan orang lain lalu, meskipun tidak terlatih, mencoba mengerjakannya. Allah telah memberi kepada setiap orang sesuai dengan kemampuannya. Seseorang mungkin menyangka bahwa jabatannya memberi dia wewenang untuk mendikte pekerja yang lain, tetapi tidak demikian."
Christian Leadership, hlm. 38.2, dihimpun dari Testimonies for the Church, jld. 8, hlm. 170-171. Baca di EGW Writings
1 Korintus 12 biasanya dikhotbahkan kepada anggota yang merasa tidak berguna. Kalimat ini mengarahkan prinsip yang sama kepada pengurus yang merasa berhak mengatur departemen orang lain.
B.2 Kutipan Loughborough, dan tiga buku yang mudah tertukar
"The more excellent way is not to have a church without the gifts of the Spirit; it is a more excellent way than simply to 'covet' gifts."
J. N. Loughborough, Spiritual Gifts (1899), hlm. 16.2. Baca di EGW Writings
"Jalan yang lebih utama itu bukan berarti gereja tanpa karunia-karunia Roh; itu adalah jalan yang lebih utama daripada sekadar 'menginginkan' karunia."
J. N. Loughborough, Spiritual Gifts (1899), hlm. 16.2. Baca di EGW Writings
Tiga hal berbeda, judulnya mirip semua, dan tidak satu pun tulisan Ellen G. White. Ini sudah diperiksa langsung ke katalog EGW Writings, jadi pakailah dengan yakin. (1) Kutipan hari Kamis berasal dari Spiritual Gifts terbitan 1899, 38 halaman, dan penulisnya J. N. Loughborough. (2) Bacaan Jumat yang ditugaskan pelajaran adalah karangan Roswell F. Cottrell, halaman 5 sampai 16, yang dimuat di dalam (3) Spiritual Gifts vol. 1 karya Ellen G. White, terbitan 1858, 219 halaman. Jadi jangan memperkenalkan kutipan hari Kamis dengan "Ellen White berkata", dan jangan pula menyebutnya karangan Cottrell. Sebut saja Loughborough. Pelajaran resminya sendiri menuliskan bacaan Jumat begini: "Read Roswell F. Cottrell, “Spiritual Gifts,” pp. 5–16, in Ellen G. White, Spiritual Gifts, vol. 1."
Isi argumennya: pembahasan tentang kasih di pasal 13 tidak menghapus karunia. Membaca 1 Korintus 13:8-10 bersama 13:12, penulis menyimpulkan bahwa karunia bernubuat boleh tampak sesuai kehendak Tuhan sampai keadaan yang sempurna datang, yaitu ketika Tuhan dilihat muka dengan muka. Inilah jawaban tafsir Advent yang klasik terhadap pandangan bahwa karunia sudah berhenti, dan ia diambil dari teks.
B.3 Bacaan lanjutan Ellen G. White, dengan tautan
Semua ini terlalu panjang untuk dijadikan popup, jadi tautannya membuka situs EGW Writings. Ada dua jenis tautan, dan bedanya penting: "Langsung ke hlm." membuka tepat pada paragraf yang dimaksud, sedangkan "Buku" hanya membuka daftar isinya, lalu Anda memakai navigasi halaman di situs untuk menuju halaman yang disebut. Tautan langsung hanya ada untuk paragraf yang nomor paragrafnya sudah diverifikasi.
| Bacaan | Untuk apa | Buka |
|---|---|---|
| Roswell F. Cottrell, hlm. 5-16, di dalam Spiritual Gifts vol. 1 karya Ellen G. White | Bacaan Jumat yang ditugaskan pelajaran, persis seperti disebut pelajarannya | Buku, lalu ke hlm. 5 |
| The Acts of the Apostles, hlm. 318-319 | Pembahasan 1 Korintus 13 secara utuh. Ketiga kutipan hari Selasa berasal dari sini | Langsung ke hlm. 318.2 · Buku |
| J. N. Loughborough, Spiritual Gifts (1899), hlm. 16 | Sumber kutipan hari Kamis. Penulisnya Loughborough, bukan Ellen G. White dan bukan Cottrell | Langsung ke hlm. 16.2 · Buku |
| Christian Leadership, hlm. 38 | Sumber kutipan hari Senin tentang tidak mengambil pekerjaan orang lain | Langsung ke hlm. 38.2 · Buku |
Tiga hal berbeda, judulnya mirip semua, dan tidak satu pun tulisan Ellen G. White. Ini sudah diperiksa langsung ke katalog EGW Writings, jadi pakailah dengan yakin. (1) Kutipan hari Kamis berasal dari Spiritual Gifts terbitan 1899, 38 halaman, dan penulisnya J. N. Loughborough. (2) Bacaan Jumat yang ditugaskan pelajaran adalah karangan Roswell F. Cottrell, halaman 5 sampai 16, yang dimuat di dalam (3) Spiritual Gifts vol. 1 karya Ellen G. White, terbitan 1858, 219 halaman. Jadi jangan memperkenalkan kutipan hari Kamis dengan "Ellen White berkata", dan jangan pula menyebutnya karangan Cottrell. Sebut saja Loughborough. Pelajaran resminya sendiri menuliskan bacaan Jumat begini: "Read Roswell F. Cottrell, “Spiritual Gifts,” pp. 5–16, in Ellen G. White, Spiritual Gifts, vol. 1."
Ketertiban dan kekhidmatan ibadah, dari 1 Korintus 14:40
SDABC sendiri menunjuk daftar berikut pada ayat itu. Nomor halamannya berasal dari daftar rujukan SDABC, bukan dari pilihan saya, jadi periksa isinya sebelum mengutip. Setiap tautan di bawah membuka tepat pada halaman yang disebut: nomor paragrafnya sudah saya ambil satu per satu dari daftar isi dan isi buku di API EGW Writings. Kolom "Bab" memberi tahu Anda apa yang akan terbuka, karena beberapa di antaranya bukan bab tentang ibadah.
| Rujukan SDABC | Bab | Buka |
|---|---|---|
| Evangelism, hlm. 314 | Baptism and Church Membership | Langsung ke hlm. 314 |
| Evangelism, hlm. 636, 637 | The Graces of Culture and Kindness | hlm. 636 · hlm. 637 |
| Education, hlm. 243 | Bab 27, Deportment | Langsung ke hlm. 243 |
| Prophets and Kings, hlm. 48, 49 | Bab 2, The Temple and Its Dedication | hlm. 48 · hlm. 49 |
| Patriarchs and Prophets, hlm. 303 | Bab 27, The Law Given to Israel | Langsung ke hlm. 303 |
| Testimonies for the Church, jld. 4, hlm. 626 | Bab 61, Love of the World | Langsung ke hlm. 626 |
| Habakuk 2:20 | — | Buka Alkitab Anda |
Nomor buku dan nomor paragraf di semua tautan di atas diambil dari API EGW Writings satu per satu, bukan diterka dari pola.
B.4 SDA Bible Commentary jilid 6 tentang 1 Korintus 12 sampai 14
Semua yang ada di tabel ini diparafrase dari teks SDABC yang benar-benar terbaca. Ekstraksi hanya mengambil paragraf pertama per ayat, jadi jilid Anda memuat lebih banyak daripada ini.
| Ayat | Yang dikatakan SDABC |
|---|---|
| 12:1 | Pasal ini membuka pokok baru yang berjalan sampai pasal 14. Pokoknya adalah karunia Roh, dan ada cukup banyak kesalahpahaman tentangnya, serta jelas ada penyalahgunaan karunia dan persaingan yang tidak sehat antara pemilik karunia yang berbeda-beda |
| 12:3 | Paulus memberi jemaat sebuah kaidah untuk menguji ucapan yang mengaku datang dari Roh |
| 12:4 | Charismata secara harfiah berarti karunia-karunia kasih karunia |
| 12:11 | Semua kemampuan yang dipasok kepada gereja diberikan oleh Roh Kudus yang bekerja di dalam dan melalui orang percaya; dan karena Allah mengendalikan kerjanya, semuanya harus selaras dengan rencana-Nya menyelesaikan pekerjaan-Nya di bumi. Pengetahuan bahwa semua karunia berasal dari Allah seharusnya sudah cukup untuk melarang segala pameran kesombongan atas kepemilikannya |
| 12:12 | Tubuh manusia adalah satu organisme yang tersusun dari bagian-bagian, masing-masing memiliki fungsi yang tidak tergantikan, semuanya bersatu secara harmonis, semuanya di bawah satu kuasa yang memimpin, yaitu kepala |
| 12:21 | Ayat ini menegur kesombongan mereka yang merasa lebih berkarunia. Anggota yang paling berkarunia sama bergantungnya kepada yang kurang diperhatikan seperti sebaliknya. Kegagalan satu bagian memengaruhi efisiensi semua bagian lain, dan sumbangan jabatan yang tampaknya paling tidak berarti pun penting bagi perkembangan seluruh organisasi. Kesimpulannya: tidak ada tempat sama sekali bagi kesombongan atau ketidakpuasan di dalam gereja |
| 12:22 | Tidak pasti anggota tubuh mana yang Paulus maksud, meskipun mungkin ada kiasan kepada bagian yang secara struktur tampak lebih lemah dan perlu dilindungi. Ketidakpastian ini eksplisit di SDABC |
| 13:1 | Setelah menetapkan tempat karunia di pasal 12, Paulus kini menunjukkan bahwa memiliki semua karunia itu dan kualitas lain di sampingnya tidak membuat seseorang menjadi Kristen kalau ia tidak memiliki karunia tertinggi, yaitu kasih. SDABC juga meneruskan penilaian Harnack bahwa pasal ini adalah tulisan Paulus yang terbesar, terkuat, dan terdalam |
| 13:2 | Nabi adalah orang yang berdiri di antara Allah dan manusia dan menyatakan kehendak Allah kepada manusia |
| 13:3 | Kata Yunani psomizo berarti memberi makan dengan menyuapkan potongan kecil, membagikan sedikit-sedikit. Orang kaya lazim membagikan sedekah di depan gerbang mereka dalam porsi kecil kepada banyak orang supaya lebih banyak yang memuji si pemberi. Kalau seluruh milik dibagikan demikian tanpa kasih yang sejati, itu kemunafikan kosong dan tidak bernilai rohani |
| 13:4 | Ada tujuh ciri positif kasih di ayat 4-7 dan delapan sikap yang asing bagi hakikatnya. Di sepanjang bagian itu terlihat kilasan kesalahan-kesalahan khas Korintus yang dikontraskan langsung |
| 13:8 | Kasih yang sejati tidak jatuh seperti daun atau bunga; pada hari-hari yang berat maupun saat semuanya terang, kasih tetap sama. SDABC mendasarkan kekekalannya secara doktrinal: kasih adalah dasar hukum, dan hukum Allah kekal |
| 13:13 | Kata "abideth" menyampaikan kekekalan. Selain kasih, segala hal yang dibahas di pasal ini, termasuk nubuat dan bahasa roh, akan berhenti bernilai atau dibatalkan, sedangkan iman, pengharapan, dan kasih tidak berkesudahan |
| 14:2 | Kata "unknown" dalam KJV disisipkan oleh penerjemah, tidak ada dalam bahasa Yunani. SDABC menunda pembahasan hakikat bahasa roh ke Additional Note di akhir pasal 14 |
| 14:3 | Nabi berbicara dalam bahasa yang dikenal para pendengarnya |
| 14:27 | Kata "unknown" di sini juga disisipkan penerjemah |
| 14:40 | Kata taxin, "menurut pangkat", "menurut aturan", adalah istilah militer untuk barisan tentara yang teratur. Segala sesuatu harus dilakukan dengan senonoh, sebagaimana patut bagi ibadah kepada Pencipta Yang Mahakuasa, tanpa kekacauan, kebisingan yang tidak perlu, atau ketidaktertiban |
Yang belum terbaca dan penting. SDABC menunda pembahasan hakikat bahasa roh ke Additional Note di akhir pasal 14. Catatan itu adalah pembahasan klasik denominasi yang paling lengkap tentang soal ini, dan catatan itu belum dibaca dalam penelitian yang mendasari penuntun ini. Bacalah di jilid Anda sebelum kelas kalau Anda menduga pertanyaan glosolalia akan muncul.
B.5 Biblical Research Institute dan penelitian Advent
Dua artikel BRI, keduanya sudah dibaca penuh. Posisinya: karunia bahasa dalam Alkitab adalah kemampuan yang diberikan Roh untuk berbicara dalam bahasa manusia yang nyata, bukan ucapan ekstatis, dan glosolalia masa kini tidak boleh disamakan dengan karunia Perjanjian Baru.
- The gift of tongues in 1 Corinthians 14 (BRI, 28 Februari 2012)
- What are the Tongues in 1 Corinthians? (BRI, 2010)
Argumen kosakata dari artikel kedua berguna kalau ada yang mendebat: kata kerja "berkata-kata" muncul 34 kali di 1 Korintus; di pasal 14 ia muncul 10 kali bersama "bahasa" dan 14 kali tanpa, dan setiap kali muncul tanpa "bahasa", yang dibicarakan selalu bahasa nyata dengan isi yang dapat dikomunikasikan. Sebuah kata mempertahankan artinya di dalam satu konteks kecuali penulisnya mendefinisikan ulang, dan Paulus tidak melakukannya.
Alberto Timm dan Dwain Esmond, eds., The Gift of Prophecy (2015), hlm. 174. Empat poin yang bisa langsung dipakai: kata "membangun" mengendalikan seluruh pasal 14 dan memberi kunci untuk memahami nubuat yang otentik; pasal itu dikurung oleh inklusio, "usahakanlah karunia untuk bernubuat" di ayat 1 dan lagi di ayat 39; nubuat tidak lebih tinggi pada dirinya sendiri, melainkan lebih besar dalam konteks ini justru karena dapat dimengerti sehingga dapat membangun; dan Kisah 2:5-11 adalah latar terkuat untuk membaca glossa sebagai bahasa asing, yang wajar di kota pelabuhan internasional seperti Korintus.
Untuk pendalaman lebih jauh. Gerhard F. Hasel, Speaking in Tongues: Biblical Speaking in Tongues and Contemporary Glossolalia (Adventist Theological Society Publications, 1991). Ini pembahasan Advent yang paling lengkap tentang soal ini, disebut dalam catatan kaki BRI. Tidak ada isinya yang diparafrase di sini.
Andrews Bible Commentary (2020). ABC-NT hlm. 1473, 1614, dan 1644 membahas bahan ini. Halaman-halaman itu belum terbaca, jadi tidak ada klaim apa pun di penuntun ini tentang isinya. Periksa di jilid Anda sendiri.
Ke mana melangkah untuk pertanyaan lain. Ángel Rodríguez dan staf BRI adalah suara yang tepat untuk pertanyaan doktrinal apakah dan bagaimana karunia berlanjut. Richard Davidson adalah suara yang tepat untuk metode hermeneutik kalau ada yang berargumen dari tipologi Pentakosta. Ini penunjuk kepada pakar yang tepat, bukan ringkasan tentang apa yang mereka simpulkan tentang perikop ini.
Peta sumber: dari mana tiap bagian datang
| Bagian | Isi | Dari |
|---|---|---|
| Latar Yunani-Romawi | Orakel Delfi, Pythia, kultus Dionisus dan Kibele | Teacher Comments resmi, Bagian II. Bagian terbaiknya, diambil utuh dengan menyebut sumbernya |
| Hari Senin | Anggota yang menuntut jabatan, dan ancaman pindah | Teaching Outline, Bruce Cameron. Dasarnya dari 12:11 ditambahkan di sini |
| Pertanyaan kedua | Nilai dan batas tulisan Ellen G. White | Discussion Starters no. 10, Robert Nohr. Jawaban, pagar Alkitab, dan batas waktunya ditambahkan di sini |
| Lagu | Pilihan lagu per hari | Singing with Inspiration, Corinne Knopper. Nomor Lagu Sion dicarikan dari basis data |
| Peta harian | SDABC tujuh belas ayat, kata sisipan "unknown", psomizo, Matthew Henry, Timm dan Esmond | Penelitian sendiri lewat API EGW Writings dan bibletools. Tidak ada di sumber gratis mana pun |
| Latar bahasa | TB "bahasa roh" sebagai pilihan tafsir | Penelitian sendiri. Tidak bisa muncul di sumber berbahasa Inggris |
| Titik sulit | Posisi BRI tentang karunia bahasa | Dua artikel Biblical Research Institute, dibaca penuh |
| Seluruh penuntun | Rencana 35 menit, ayat TB lengkap, kutipan bertautan | Disusun untuk kelas ini, jam ini, bahasa ini |
Beberapa pokok muncul di lebih dari satu sumber, dan itu bagus. Perumpamaan tubuh ada di Teacher Comments resmi, di Earnhardt, dan di Cameron. Charisma sebagai pemberian untuk kepentingan bersama ada di Discussion Starters no. 6 dan di bagian 6 penuntun ini. Kalau tiga orang sampai ke pokok yang sama, kemungkinan besar pokok itu memang inti pelajarannya. Yang tidak boleh terjadi bukan pengulangan, melainkan mengambil tanpa menyebut sumbernya.
Kalau Anda punya waktu membaca satu sumber saja, baca Discussion Starters: sepuluh pertanyaan Nohr sering lebih tajam daripada yang sempat dimuat penuntun mana pun, termasuk yang ini.
B.5 Penuntun lain untuk pelajaran ini
Empat kolom Sabbath School Net terbit untuk setiap pelajaran, dan semuanya gratis. Penuntun ini sengaja tidak mengulangi isinya; lihat bagian 1 untuk apa yang sudah dibahas di sana.
- Teaching Plan, William Earnhardt. Format Study, Apply, Share, Mission. Sudut pandangnya: konteks relasional karunia, dan bagaimana orang percaya dan bukan percaya mengalami nubuat secara berbeda
- Teaching Outline, Bruce Cameron. Enam bagian, dengan penekanan kuat pada anggota yang menuntut jabatan tertentu, lengkap dengan contoh kasus jemaat. Bagian yang paling berguna dan tidak ada di penuntun ini
- Discussion Starters, Robert Nohr. Sepuluh pertanyaan. No. 8 tentang seberapa baik jemaat Anda memanggil keluar karunia setiap orang, dan no. 10 tentang nilai dan batas tulisan Ellen G. White, keduanya layak dipakai apa adanya
- Singing with Inspiration, Corinne Knopper. Sumber saran lagu di bagian 3
- Deep Made Simple, 37 menit, terbit 1 Agustus 2026. Kedalaman pada teksnya sendiri. Transkrip otomatisnya ada di folder penelitian, tetapi takarir otomatis bukan naskah penyaji: jangan mengutip kata demi kata dari sana
- Teacher Comments resmi, lewat API Adventech yang menjalankan aplikasi Sekolah Sabat resmi. Situs
absg.sspmadventist.orgsendiri dirender JavaScript dan tidak bisa dibaca skrip, tetapi isinya sama dan terbuka lewat API ini