Triwulan III 2026 · 1 & 2 Korintus · Pelajaran 9
Pelayanan yang Digerakkan Kasih
Penuntun guru untuk Sekolah Sabat, disusun dari pelajaran resmi pekan ini.
- Sabat29 Agustus 2026
- Waktu40 menit
- KelasDewasa, campuran
“Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan sesak dan dengan mencucurkan banyak air mata, bukan supaya kamu bersedih hati, tetapi supaya kamu tahu betapa besarnya kasihku kepada kamu semua.”
2 Korintus 2:4 (Terjemahan Baru)
Penuntun ini disusun dari edisi bahasa Inggris. Judul hari dalam bahasa Indonesia di bawah adalah terjemahan kerja untuk memudahkan Anda. Pakailah judul yang tercetak pada lembar pelajaran Anda sendiri di depan kelas.
1 Apa yang Sebenarnya Diperdebatkan Pekan Ini
Judulnya terdengar hangat. “Pelayanan yang Digerakkan Kasih” terdengar seperti renungan tentang menjadi orang baik. Bukan itu isinya. Pekan ini adalah pembelaan diri Paulus di hadapan jemaat yang menuduh dia tidak tulus.
Tuduhannya jelas dari teksnya sendiri. Paulus disebut orang yang plin-plan, yang berkata ya lalu tidak (1:17). Ia dituduh punya maksud tersembunyi (1:12). Sebagian di Korintus menyamakan dia dengan pengkhotbah yang mencari keuntungan dari firman Allah (2:17). Bukti utama mereka sederhana dan kelihatannya kuat: Paulus berjanji datang, lalu tidak datang.
Jawaban Paulus adalah pembalikan yang menjadi tulang punggung seluruh pekan ini. Justru hal-hal yang terbaca sebagai kurang kasih adalah bentuk kasihnya. Ia tidak datang karena kunjungan kedua akan menambah luka, bukan sukacita (1:23-24; 2:1). Ia menulis surat yang menyakitkan bukan supaya mereka bersedih, melainkan supaya mereka tahu besarnya kasihnya (2:4). Kasih di pasal ini kelihatan seperti ketidakhadiran. Kasih di pasal ini kelihatan seperti surat yang membuat orang menangis.
Yang tidak dikatakan pelajaran ini: bahwa niat baik selalu cukup, atau bahwa siapa pun yang merasa disakiti pasti sedang salah paham. Paulus tidak berkata “kalian terlalu perasa.” Ia menjelaskan diri dengan panjang lebar, dua pasal penuh, karena ia menganggap kesalahpahaman itu layak dijawab, bukan diabaikan.
Ke mana pekan ini menuju: bukan ke pembelaan Paulus, melainkan ke perintah di 2:8. Setelah semua penjelasan itu, yang Paulus minta dari jemaat bukan permintaan maaf kepada dirinya, melainkan agar jemaat mengukuhkan kembali kasih kepada orang yang pernah melukai mereka. Pekan yang dimulai dengan seorang rasul membela diri berakhir dengan seorang rasul menyuruh jemaat mengampuni orang lain.
2 Sasaran
- Tahu
Bahwa 2 Korintus 1 dan 2 adalah jawaban Paulus atas tuduhan tidak tulus, dan bahwa perubahan rencana serta “surat yang keras” itu adalah bentuk kasihnya, bukan kebalikannya.
- Rasa
Ketidaknyamanan ganda: pernah mengasihi seseorang dengan cara yang mereka baca sebagai penolakan, dan pernah salah membaca orang lain seperti itu.
- Buat
Sebutkan dalam hati satu nama orang yang motifnya pernah Anda nilai tanpa Anda tahu alasannya, dan satu nama orang yang sedang berada di bawah ketidaksukaan jemaat. Sebelum Sabat depan, hubungi salah satu dari keduanya.
Sasaran “Buat” ini cukup konkret untuk ditolak. Ada anggota yang akan berkata bahwa mereka tidak sanggup menghubungi orang kedua. Itu jawaban yang jujur, dan lebih berguna daripada anggukan.
3 Rencana Diskusi, 40 Menit
Pembuka, menit 0–3
Jangan mulai dengan Paulus. Mulai dengan satu pertanyaan yang bisa dijawab siapa saja tanpa persiapan:
“Pernahkah ada orang yang mencoba menghibur Anda, dan justru membuat Anda merasa lebih buruk? Apa yang mereka katakan?”
“Jangan khawatir, ini semua sudah rencana Tuhan.” Pernah dengar kalimat itu di pemakaman?
Dua atau tiga jawaban, lalu tutup dengan klaim pekan ini:
“Pekan ini Paulus dituduh tidak mengasihi jemaatnya. Buktinya: ia berjanji datang, lalu tidak datang. Jawabannya: justru karena mengasihi kalian, saya tidak datang.”
Rencana waktu
| Menit | Gerakan | Catatan |
|---|---|---|
| 0–3 | Pembuka: pertanyaan penghiburan yang gagal | Orang lain sudah bicara di menit kedua |
| 3–6 | Ayat Hafalan 2:4 dibaca keras, satu pertanyaan | Tanyakan hal spesifik, bukan “apa artinya” |
| 6–16 | Selasa: hari yang menanggung beban. 1:15-24; 2:1-4 | Baca dari Alkitab. Dua pertanyaan. Biarkan hening |
| 16–26 | Rabu: pertanyaan besar kedua. 2:5-11; 7:5-13 | Di sinilah kelas berpikir sendiri, dan di sinilah ada harganya |
| 26–32 | Minggu, Senin, Kamis dilewati cepat | Potong ini lebih dulu kalau waktu habis |
| 32–38 | Penerapan: satu hal konkret | Cukup spesifik untuk ditolak orang |
| 38–40 | Ayat Kunci 2:8, satu kalimat, doa | Berakhir pada teks, bukan pada ringkasan Anda |
Setiap hari pekan ini sudah mendapat tempat: Minggu, Senin, dan Kamis di blok 26–32; Selasa di 6–16; Rabu di 16–26. Gambaran keharuman dari Kamis dipakai lagi di penutup.
Kalau waktu terpotong, potong menit 26–32 menjadi tiga kalimat. Jangan pernah memotong penerapan. Kalau pengurus Sekolah Sabat memakan waktu dan Anda hanya punya 30 menit, jalankan 0–3, 6–16, 16–26 dipendekkan jadi 6 menit, lalu langsung ke 32–40.
Kalau kelas justru berjalan 45 menit, tambahkan lima menit itu ke blok Rabu, bukan ke penjelasan Anda.
Penutup, menit 38–40
Bacakan 2 Korintus 2:8 sekali lagi, pelan. Lalu satu kalimat, tidak lebih:
“Paulus tidak menyuruh mereka melupakan. Ia menyuruh mereka mengukuhkan kasih. Itu perbuatan, bukan perasaan, dan itu ada namanya dan ada orangnya.”
Lalu doa. Jangan meringkas pelajaran dalam doa.
4 Peta Hari demi Hari
| Hari | Judul | Ayat | Masuk blok |
|---|---|---|---|
| Minggu, 23 Agu | Pengucapan Syukur | 1:3-11 | 26–32 |
| Senin, 24 Agu | Ketulusan dan Kemurnian | 1:12-14; 2:17; 4:2 | 26–32 |
| Selasa, 25 Agu | Mengubah Rencana demi Kasih | 16:5-7; 1:15-24 | 6–16 |
| Rabu, 26 Agu | Pengampunan dan Peneguhan Kasih | 7:5-13; 2:5-11 | 16–26 |
| Kamis, 27 Agu | Kemenangan di dalam Kristus | 2:12-17 | 26–32, lalu penutup |
Kutipan SDABC di bawah adalah parafrase dari paragraf pertama komentar, bukan kutipan kata demi kata, dan volume aslinya memuat lebih banyak. Kutipan Ellen G. White adalah teks verbatim yang sudah diambil dari sumbernya; tab Indonesia pada setiap kartu adalah terjemahan kerja, bukan kutipan dari edisi Indonesia terbitan resmi.
Minggu: Pengucapan Syukur
23 Agustus · menit 26–32
Apa yang dikerjakan hari ini
Meletakkan dasar. Sebelum Paulus membela diri, ia lebih dulu menunjukkan bahwa ia berhak bicara soal penderitaan, karena ia baru saja melewatinya.
Yang perlu dipegang
- Kata parakaleō (menghibur) dan paraklēsis (penghiburan) muncul sepuluh kali di 1:3-7 saja. Itu sepertiga dari seluruh pemakaiannya di 2 Korintus. Pelajaran menyebut angka ini, dan angka ini layak disebut di kelas: pengulangan sebanyak itu bukan gaya bahasa, itu penekanan.
- Arah penghiburan itu satu arah lalu diteruskan. Kita dihibur supaya sanggup menghibur (1:4). Bukan penghiburan untuk disimpan.
- Di 1:9 Paulus berkata seolah-olah sudah dijatuhi hukuman mati, dan alasannya diberikan: supaya ia tidak menaruh kepercayaan pada diri sendiri. Penderitaan itu punya tujuan yang Paulus sebut sendiri, dan kelas tidak perlu menebaknya.
Kutipan untuk hari ini
“It is your privilege to receive grace from Christ that will enable you to comfort others with the same comfort wherewith you yourselves are comforted of God.... Let each try to help the next one.”
God’s Amazing Grace, hlm. 122.4. Buka paragraf ini
“Adalah hak istimewa Anda menerima kasih karunia dari Kristus yang memampukan Anda menghibur orang lain dengan penghiburan yang Anda sendiri terima dari Allah.... Biarlah masing-masing berusaha menolong orang yang di sebelahnya.”
God’s Amazing Grace, hlm. 122.4. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi
Gunanya: ini 2 Korintus 1:4 dalam kalimat lain, di halaman yang sama dengan kutipan Jumat, tetapi pelajaran tidak mencetaknya. Bacakan di menit 26–32 sebagai penutup hari Minggu, berhenti setelah “helped the next one.”
kata Yunani yang dipakai untuk “menghibur” berbentuk yang menyiratkan penghiburan itu berlangsung terus tanpa terputus, dan datang melalui pekerjaan Roh Kudus.
Gunanya: menjawab anggapan bahwa penghiburan Allah adalah kejadian sekali lewat pada saat krisis.
“Sentence” secara harfiah berarti “jawaban”. Bentuk kata kerjanya menyiratkan ingatan akan pengalaman nyaris mati itu masih terasa hidup saat Paulus menulis.
Gunanya: menunjukkan 1:8-9 bukan bahasa kiasan. Bukan bukti tentang peristiwa mana yang dimaksud; SDABC sendiri mencatat ada beberapa kemungkinan.
“Paulus tidak menulis tentang penghiburan dari ruang belajar yang nyaman. Ia baru saja mengira dirinya akan mati, dan ia berkata alasannya adalah supaya ia berhenti bersandar pada dirinya sendiri.”
Pertanyaan cadangan
“Menurut Anda, mengapa orang yang paling banyak menderita sering kali adalah orang yang paling bisa menghibur, padahal seharusnya mereka yang paling lelah?”
Senin: Ketulusan dan Kemurnian
24 Agustus · menit 26–32
Apa yang dikerjakan hari ini
Memasang tesis surat ini. 1:12-14 adalah kalimat yang akan Paulus buktikan sepanjang sisa surat.
Yang perlu dipegang
- Dua kata menopang hari ini dalam Terjemahan Baru: ketulusan dan kemurnian (1:12). Ada persoalan naskah yang nyata di kata pertama, dan itu menjelaskan mengapa dua dokumen resmi di meja Anda bisa berbunyi berbeda. Lihat Bagian 6, butir 1.
- Paulus tidak berkata sifat ini pencapaiannya sendiri. Ia menyebutnya berasal “dari Allah” dan “oleh kekuatan kasih karunia Allah” di ayat yang sama.
- Bandingkan 2:17 dan 4:2. Ketiganya memakai bahasa yang sama, dan bersama-sama membentuk satu potret: bukan mencari untung dari firman Allah, tidak licik, tidak memalsukan.
Kutipan untuk hari ini
Ada tiga di bawah. Ambil yang SDABC lebih dulu; simpan Ellen G. White untuk cadangan kalau ada anggota yang bertanya soal hati nurani.
di sini Paulus mulai membahas hubungannya yang belakangan dengan jemaat Korintus. Ia baru saja meminta hak atas doa syafaat mereka (ayat 11), dan sekarang menyatakan ia tidak kehilangan hak itu karena kelakuannya. Sebagian orang Korintus menuduhnya bermaksud tidak tulus sehubungan dengan perubahan rencana kunjungannya. Hati nuraninya bersih di hadapan Allah dan di hadapan mereka.
Gunanya: menghubungkan hari Senin langsung ke hari Selasa. Tuduhannya bukan soal doktrin, melainkan soal jadwal perjalanan. Satu kalimat di menit 26–32.
“Banyak” secara harfiah adalah “orang banyak itu”, yaitu mereka yang menentang Paulus. Rupanya sejumlah besar anggota di Korintus menyimpulkan bahwa “orang banyak” tidak mungkin salah. Bagi mereka satu-satunya pertanyaan penting adalah: pihak mana yang populer?
Gunanya: tajam dan mudah diucapkan, tetapi bisa memicu diskusi sendiri. Pakai hanya kalau ada sisa waktu.
“The greatest disquietude we can have is uncertainty.... We must have simplicity and Godlike sincerity.”
The Upward Look, hlm. 99. Sudah tercetak di pelajaran hari Senin
“Kegelisahan terbesar yang dapat kita alami adalah ketidakpastian.... Kita harus memiliki ketulusan dan kemurnian yang seperti Allah.”
The Upward Look, hlm. 99. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi
Gunanya: menyentuh kata kunci hari ini secara langsung. Cadangan saja; hari Senin tidak mendapat blok waktu sendiri.
“Tuduhan terhadap Paulus bukan soal ajarannya. Tuduhannya soal wataknya: dia janji datang, dia tidak datang, jadi kata-katanya tidak bisa dipegang. Seluruh surat ini adalah jawaban atas tuduhan itu.”
Pertanyaan cadangan
“Kapan terakhir kali motif Anda dipertanyakan orang, padahal Anda tahu maksud Anda baik? Apa yang Anda lakukan?”
Selasa: Mengubah Rencana demi Kasih
25 Agustus · menit 6–16, hari yang menanggung beban
Apa yang dikerjakan hari ini
Ini pusat pekan ini. Di sinilah pembalikan itu terjadi: yang terbaca sebagai tidak peduli ternyata adalah bentuk kepedulian.
Ini hari yang menanggung beban. Bacakan 1:15-24 dan 2:1-4 keras-keras dari Alkitab, bukan dari ringkasan pelajaran. Empat belas ayat butuh sekitar dua menit. Sisakan delapan menit untuk pertanyaan.
Yang perlu dipegang
- Rencana Paulus berubah dua kali, bukan sekali. Rencana awal di 16:5-6 adalah Makedonia lalu Korintus. Rencana kedua di 1:15-16 adalah Efesus, Korintus, Makedonia, Korintus, Yudea. Yang terjadi: kunjungan itu berjalan buruk, ia kembali ke Efesus, dan ia menulis surat sebagai ganti kunjungan ketiga.
- Pembelaan Paulus tidak berhenti pada dirinya. Di 1:18-20 ia memindahkan mata mereka kepada Kristus: janji Allah semuanya “ya” dan “amin” di dalam Dia. Argumennya adalah bahwa Injil yang ia beritakan dapat dipegang, karena itu ia pun dapat dipegang.
- 1:24 adalah kalimat yang mudah terlewat dan sangat kuat: “bukan karena kami mau memerintahkan apa yang harus kamu percayai.” Paulus baru saja memakai wewenang rasuli, lalu langsung membatasi wewenang itu sendiri.
- Perhatikan urutannya. Paulus baru membela diri setelah ia bicara panjang tentang penderitaan dan penghiburan: penderitaannya meletakkan dasar bagi klaim ketulusannya. Orang yang sudah kehilangan begitu banyak tidak sedang mencari untung. (Cameron, ssnet)
Kutipan untuk hari ini
“With ‘anguish of heart’ and with ‘many tears’ he sought counsel from God. Gladly would he have visited Corinth at once, had this been the wisest course to pursue. But he knew that in their present condition the believers would not profit by his labors, and therefore he sent Titus to prepare the way for a visit from himself later on.”
The Acts of the Apostles, hlm. 300, 301. Sudah tercetak di pelajaran hari Selasa. Buka bukunya
“Dengan ‘hati yang sangat cemas’ dan dengan ‘banyak air mata’ ia mencari nasihat dari Allah. Dengan senang hati ia akan segera mengunjungi Korintus, seandainya itu jalan yang paling bijaksana. Tetapi ia tahu bahwa dalam keadaan mereka saat itu orang-orang percaya tidak akan mendapat faedah dari pelayanannya, dan karena itu ia mengutus Titus untuk mempersiapkan jalan bagi kunjungannya kemudian.”
The Acts of the Apostles, hlm. 300, 301. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi
Gunanya: kutipan terkuat pekan ini, dan tempatnya di sini, bukan di hari Jumat. Bacakan di menit ke-8 atau ke-9, tepat setelah seseorang bertanya mengapa Paulus tidak datang saja, lalu berhenti setelah “later on.” Ellen G. White memakai frasa dari Ayat Hafalan itu sendiri, dan itu memberi kelas satu kalimat yang sulit dibantah: keputusan Paulus adalah hasil doa, bukan penghindaran.
janji-janji Allah dapat diandalkan.
Gunanya: jujur saja pada kelas bahwa komentar untuk ayat sebesar ini ternyata singkat. Ayatnya sendiri yang bekerja, bukan komentarnya.
“Sealed” dari sphragizō, menandai dengan meterai, mengesahkan, meneguhkan. Meterai dipakai untuk membuktikan keaslian dokumen yang dibubuhinya. Meterai yang Allah taruh atas manusia mengakui mereka sebagai putra dan putri-Nya, yang diteguhkan di dalam Kristus dan diserahkan bagi pelayanan-Nya.
Gunanya: kalau ada yang menarik ayat 21-22 ke pembahasan meterai Allah di Wahyu, ini menjaga diskusi pada teksnya. SDABC memang merujuk silang ke Wahyu 7:2-3 dan 14:1, jadi kaitan itu sah disebut, tetapi bukan itu yang Paulus bicarakan di sini.
Pertanyaan cadangan
“Kalau Paulus benar-benar dipimpin Tuhan waktu membuat rencana pertama, mengapa rencana itu berubah?”
Rabu: Pengampunan dan Peneguhan Kembali Kasih
26 Agustus · menit 16–26, pertanyaan besar kedua
Apa yang dikerjakan hari ini
Ini tempat harganya dibayar. Sepanjang dua hari kelas membela Paulus. Sekarang Paulus memutar dan menuntut sesuatu dari mereka, terhadap orang lain.
Bacakan 2:5-11. Tujuh ayat. Lalu satu pertanyaan, dan diamlah. Empat sampai enam detik hening sesudah pertanyaan itu adalah pertanyaannya sedang bekerja.
Yang perlu dipegang
- Perintahnya di 2:8 bukan “ampunilah dia” saja. Terjemahan Baru menerjemahkan: “supaya kamu sungguh-sungguh mengasihi dia.” Itu perbuatan yang bisa dilihat orang, bukan sikap hati yang tidak bisa diperiksa.
- Tujuan disiplin dinyatakan di 2:7: supaya orang itu jangan binasa oleh kesedihan yang terlampau berat. Bahaya yang Paulus khawatirkan pada tahap ini bukan lagi dosa orang itu, melainkan jemaat yang tidak berhenti menghukum.
- 2:11 memberi alasan yang mengejutkan: supaya Iblis jangan beroleh keuntungan. Jadi ada dua cara jemaat bisa kalah, bukan satu. Lihat Bagian 6, butir 3.
- Pelajaran mencatat bahwa para sarjana berbeda pendapat apakah orang ini sama dengan orang di 5:1-5, dan pelajaran condong ke pendapat bahwa ini orang lain. SDABC condong ke arah sebaliknya. Katakan perbedaan itu apa adanya; jangan pilih satu dan sembunyikan yang lain.
Kutipan untuk hari ini
Ada empat sumber untuk hari ini, lebih banyak dari hari mana pun. Ambil SDABC 2:6 lebih dulu, itu yang paling langsung terpakai. Simpan yang lain untuk pertanyaan yang muncul.
sasaran disiplin jemaat sudah tercapai; orang itu sudah bertobat, dan sekarang waktunya memulihkan dia ke dalam kepercayaan dan persekutuan saudara-saudaranya. Disiplin Kristen adalah pekerjaan kasih, bukan pembalasan. Sasarannya bukan balas dendam, melainkan pemulihan. Disiplin harus menegakkan perintah Allah dan memelihara ketertiban jemaat, melindungi anggota lain dan nama baik jemaat, tetapi sedapat mungkin juga membawa orang berdosa itu kepada pertobatan.
Gunanya: menampung kedua kubu yang akan muncul di kelas Anda tanpa memenangkan salah satunya. Bacakan setelah diskusi mulai terbelah, sekitar menit ke-22, bukan sebelumnya.
setelah membuat sayatan dan mencapai maksudnya, seorang ahli bedah membalut luka itu dan berusaha memulihkan pasiennya. Orang yang bersalah di Korintus sudah kehilangan persekutuan Kristen. Tetapi sekarang setelah ia bertobat, disiplin lebih lanjut akan bersifat menghukum dan membalas, dan justru akan membuatnya patah semangat terhadap tekad barunya.
Gunanya: gambaran ahli bedah ini menjawab keberatan “kalau dimaafkan terlalu cepat, nanti dianggap enteng.” Satu kalimat, lalu kembali ke teks.
“Give Satan No Advantage—In the conflict with satanic agencies there are decisive moments that determine the victory either on the side of God or on the side of the prince of this world.”
SDA Bible Commentary, jil. 6, hlm. 1094.2, komentar untuk 2 Korintus 2:11. Buka paragraf ini
“Jangan Beri Iblis Keuntungan. Dalam pertikaian dengan kuasa-kuasa jahat ada saat-saat menentukan yang memutuskan kemenangan berada di pihak Allah atau di pihak penguasa dunia ini.”
SDA Bible Commentary, jil. 6, hlm. 1094.2. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi
Gunanya: mengubah nada diskusi dari perdebatan tata tertib menjadi perkara pertentangan besar. Pakai di menit ke-24 kalau kelas terjebak dalam soal prosedur.
dukacita menurut kehendak Allah bukan kesedihan karena ketahuan atau karena takut dihukum. Itu dukacita yang sungguh atas dosa, pertobatan darinya, pemisahan diri darinya, dan tekad untuk melawan pencobaan yang membawa ke sana. Malu karena terbongkar, takut terbongkar, harga diri yang terluka, bahkan penyesalan yang mendalam atas apa yang sudah terjadi: tidak satu pun dari itu adalah dukacita menurut kehendak Allah. Perbandingan tertingginya adalah Petrus dan Yudas selama pengadilan Yesus. Keduanya merasa getir, tetapi yang satu berujung pada hidup baru dan yang lain pada keputusasaan.
Gunanya: Petrus dan Yudas adalah cara tercepat membuat 7:10 konkret. Simpan untuk penerapan di menit 32–38 kalau ada yang membawa penyesalan lama.
Pertanyaan cadangan
“Kalau seseorang sudah dikenakan disiplin jemaat lalu bertobat, siapa yang bertanggung jawab memulai perbaikan hubungan itu: dia, atau kita?”
Kamis: Kemenangan di dalam Kristus
27 Agustus · menit 26–32, lalu dipakai lagi di penutup
Apa yang dikerjakan hari ini
Menutup kisahnya dan mengangkatnya. Titus akhirnya datang, kabarnya baik, dan Paulus meledak dalam syukur. Lalu ia memberi gambaran yang membawa seluruh pekan pulang.
Yang perlu dipegang
- 2:12-13 jujur dengan cara yang jarang dicatat: pintu pelayanan di Troas terbuka, dan Paulus pergi juga, karena hatinya tidak tenang menunggu kabar. Ini satu-satunya catatan Paulus berpaling dari pintu yang terbuka.
- “Keharuman” di 2:14-16 bukan gambaran parfum. Itu gambaran arak-arakan kemenangan Romawi. Lihat Bagian 6, butir 2.
- 2:16 mengajukan pertanyaan yang tidak dijawab pelajaran: “Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?” Biarkan pertanyaan itu tergantung di kelas selama beberapa detik. Jawabannya baru datang di 3:5-6, di luar pekan ini.
Kutipan untuk hari ini
kecemasan Paulus begitu besar sehingga ia tidak dapat tinggal untuk berkhotbah di Troas, sekalipun prospeknya cerah. Ini bukti betapa dalam perhatian pribadi Paulus terhadap orang-orang yang ia menangkan. Tidak ada catatan lain tentang Paulus berpaling dari pintu yang terbuka. Pekerja Allah yang paling berhasil pun tidak selalu kebal terhadap emosi yang mendalam, yang dapat mengguncangnya dan membuat ia tidak sanggup melanjutkan pekerjaannya untuk sementara waktu.
Gunanya: bahan pastoral terbaik pekan ini. Kalau ada pengurus jemaat yang lelah di ruangan itu, satu kalimat ini bekerja lebih keras daripada seluruh renungan. Bacakan di menit 26–32.
matahari yang memberi hidup kepada pohon yang tertanam di tanah yang baik justru membusukkan dan menghancurkannya kalau pohon itu dicabut dan dibiarkan di permukaan tanah. Sinar matahari melelehkan lilin, tetapi mengeraskan tanah liat. Perbedaannya ada pada bahannya sendiri. Demikian juga hati manusia: ada yang meleleh, ada yang mengeras, tergantung tanggapan masing-masing terhadap Injil.
Gunanya: penutup yang bagus untuk hari Kamis, dan sekaligus jawaban untuk keberatan ketiga di Bagian 8.
“Titus akhirnya datang membawa kabar baik, dan Paulus meledak: syukur bagi Allah, yang selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Tetapi perhatikan, dua ayat sebelumnya ia menulis bahwa hatinya tidak tenang. Kelemahan dan kemenangan ada di halaman yang sama.”
Pertanyaan cadangan
“Paulus meninggalkan pintu pelayanan yang terbuka karena mencemaskan satu jemaat. Apakah itu keputusan yang benar?”
5 Dua Pertanyaan yang Layak Diberi Waktu
“Paulus memakai dua pasal penuh untuk membela dirinya sendiri. Banyak dari kita diajar bahwa orang Kristen sebaiknya diam saja dan biarkan Tuhan yang membela. Paulus tidak diam. Jadi, membela diri itu rohani atau tidak?”
Mengapa ini penting
Ini pertanyaan yang teksnya sendiri paksa untuk ditanyakan, dan pelajaran melewatinya. Hampir setiap orang dewasa di kelas Anda pernah difitnah di jemaat dan pernah memilih antara menjelaskan atau diam, dan sebagian masih menanggung akibat pilihan itu.
Jawaban yang akan muncul
Sebagian akan berkata membela diri itu tanda kesombongan, dan akan mengutip Yesus yang diam di hadapan Pilatus. Sebagian lain akan berkata kalau nama baik pelayanan dipertaruhkan, diam itu tidak bertanggung jawab. Keduanya punya dasar Alkitab, dan itu bagus.
Cara menjaganya tetap terbuka
Kalau ada yang menutup diskusi dengan “yang penting Tuhan tahu,” tanyakan lanjutannya: “Kalau begitu, mengapa Paulus tidak berhenti di kalimat itu? Dia menulis dua pasal.” Lalu arahkan ke 1:24 dan tanyakan apa bedanya membela pelayanan dan membela harga diri. Perhatikan bahwa Paulus tidak pernah menyerang balik nama siapa pun.
“Orang ini sudah melukai jemaat. Jemaat sudah menegur, dan teguran itu berhasil. Sekarang Paulus menyuruh jemaat sungguh-sungguh mengasihi dia lagi. Menurut Anda, di jemaat kita, seperti apa bentuk nyata ‘sungguh-sungguh mengasihi dia’ itu? Bukan perasaannya, tetapi perbuatannya.”
Mengapa ini penting
Ini satu-satunya tempat di pekan ini yang menuntut sesuatu dari kelas, bukan dari Paulus. Dan ini konkret: setiap jemaat punya orang seperti ini, dan setiap orang dewasa di ruangan itu tahu namanya.
Jawaban yang akan muncul
“Menyapa dia lagi.” “Mengundang dia makan.” “Mengembalikan tugasnya.” Yang terakhir itu yang akan memecah kelas, dan di situlah diskusi yang sebenarnya. Sebagian akan berkata pengampunan tidak berarti mengembalikan jabatan. Itu pandangan yang serius dan tidak boleh diremehkan.
Cara menjaganya tetap terbuka
Jawaban Sekolah Sabat yang akan menutup pertanyaan ini adalah “kita harus mengampuni, itu saja.” Buka lagi dengan: “Mengampuni di dalam hati, atau memberi dia mikrofon lagi? Paulus tidak menulis ‘ampuni saja’. Dia menulis ‘kukuhkan kasihmu’. Apa bedanya?” Kalau kelas mengeras ke satu sisi, bacakan SDABC pada 2:6, yang menuntut pemulihan dan ketertiban sekaligus. Jangan selesaikan perdebatan ini; biarkan mereka membawanya keluar ruangan.
Kelompok kecil
Empat menit dalam kelompok tiga orang akan menaikkan mutu jawaban di sini secara nyata, walaupun kelas Anda memang suka bicara, karena pertanyaannya menyangkut orang yang nyata dan sebagian anggota tidak akan mau menyebutnya di depan semua orang.
6 Latar yang Belum Dimiliki Kelas
1. Ada persoalan naskah di 2 Korintus 1:12
Terjemahan Baru menerjemahkan 1:12 dengan “ketulusan dan kemurnian dari Allah”. KJV menerjemahkan “simplicity and godly sincerity”. Keduanya mengikuti naskah yang berbunyi haplotēs (kesederhanaan, ketulusan hati). Tetapi sejumlah naskah tua yang penting berbunyi hagiotēs, yaitu kekudusan.
Ini bukan spekulasi. Textus Receptus mencetak ἁπλότητι. Tischendorf dan SBLGNT mencetak ἁγιότητι. NA28 mencetak ἁπλότητι dengan tanda varian. Kedua bacaan punya dukungan naskah yang sungguh-sungguh.
Mengapa ini penting bagi Anda hari ini. Komentar Guru resmi untuk pekan ini menulis bahwa pelayanan Paulus dijalankan dengan “holiness, sincerity, and transparency”, sedangkan pelajaran hari Senin membangun seluruh penjelasannya di atas kata haplotēs, “simplicity”. Guru yang membuka kedua dokumen itu akan bingung. Sekarang Anda tahu sebabnya, dan itu bukan kesalahan salah satu penulisnya.
Bagaimana memakainya di kelas. Jangan buka pelajaran dengan ini; ini bukan bahan untuk sepuluh menit. Simpan untuk anggota yang membandingkan terjemahan. Satu kalimat cukup: kedua bacaan menghasilkan tuntutan yang sama, yaitu kemurnian motif, dan tidak ada ajaran yang bergantung pada pilihan di antara keduanya.
2. “Keharuman” adalah arak-arakan kemenangan Romawi, bukan botol parfum
Kata kerjanya di 2:14 adalah thriambeuō, yang dipakai untuk arak-arakan kemenangan seorang jenderal Romawi. Sepanjang jalur arak-arakan itu dupa dibakar. Bau yang sama tercium oleh dua kelompok orang: para pemenang yang berbaris pulang, dan para tawanan yang sedang digiring untuk dieksekusi. Bagi yang satu itu bau kemenangan; bagi yang lain bau kematian.
Dupa pengurapan dalam Perjanjian Lama (bandingkan Keluaran 30:22-33) menandai orang atau tempat sebagai milik Allah dengan cara yang sama. (Komentar Guru resmi, mengutip Andrews Bible Commentary 2022, hlm. 1665)
Ini mengubah cara membaca 2:15-16. Tanpa latar ini, ayat-ayat itu terdengar seperti nasihat supaya kita menjadi orang yang menyenangkan sehingga orang tertarik. Dengan latar ini, maknanya jauh lebih keras: hidup yang setia dan sama akan menarik sebagian orang dan menolak sebagian yang lain, dan itu bukan kegagalan metode. Itulah sebabnya Paulus langsung bertanya, “siapakah yang sanggup?”
3. Ada dua cara jemaat bisa kalah, bukan satu
Di 5:5 Paulus menyerahkan seorang pelanggar “kepada Iblis”. Di 2:11 ia memperingatkan bahwa menolak mengampuni membuat “Iblis beroleh keuntungan atas kita”. SDABC pada 2:11 menyatakan kaitan itu secara langsung: Iblis beroleh keuntungan bukan hanya dengan membawa orang ke dalam dosa, tetapi juga melalui kegagalan kita mengampuni mereka ketika mereka bertobat.
Ini membingkai ulang seluruh diskusi hari Rabu. Kelas Anda akan terbelah menjadi kubu “jemaat terlalu lembek” dan kubu “jemaat terlalu keras”. Ayat 11 mengatakan kedua kubu sedang menggambarkan kekalahan yang sama, hanya dari sisi berbeda.
Pelajaran hari Rabu mencatat bahwa para sarjana berbeda pendapat apakah orang di 2 Korintus 2 sama dengan orang di 1 Korintus 5, dan pelajaran condong menyimpulkan bahwa itu orang lain. SDABC pada 2:11 justru menghubungkan keduanya. Dua sumber Advent resmi di meja Anda tidak sepakat di titik ini. Katakan itu apa adanya kalau ada yang bertanya. Prinsip disiplin dan pemulihannya tidak bergantung pada jawaban atas pertanyaan itu.
7 Ellen G. White untuk Pekan Ini
Bacaan Jumat yang ditugaskan: Ellen G. White, “The Message Heeded,” hlm. 323–334, dalam The Acts of the Apostles. Buka daftar isi bukunya (tautan ke buku, bukan ke halaman tertentu).
Kutipan yang paling layak dibacakan keras di kelas bukan yang ada di hari Jumat, melainkan yang ada di hari Selasa, dari The Acts of the Apostles, hlm. 300–301. Alasannya sederhana: kutipan itu menjawab pertanyaan yang benar-benar akan diajukan kelas, yaitu mengapa Paulus tidak datang saja.
Kutipan Jumat yang pertama
“Those who have borne the greatest sorrows are frequently the ones who carry the greatest comfort to others, bringing sunshine wherever they go. Such ones have been chastened and sweetened by their afflictions; they did not lose confidence in God when trouble assailed them, but clung closer to His protecting love. Such ones are living proof of the tender care of God, who makes the darkness as well as the light and chastens us for our good.”
God’s Amazing Grace, hlm. 122.3. Buka paragraf ini
“Mereka yang telah menanggung dukacita terbesar sering kali adalah orang yang membawa penghiburan terbesar bagi orang lain, membawa sinar matahari ke mana pun mereka pergi. Orang-orang seperti itu telah ditempa dan dilembutkan oleh penderitaan mereka; mereka tidak kehilangan keyakinan kepada Allah ketika kesusahan menimpa, melainkan melekat lebih erat pada kasih-Nya yang melindungi. Orang-orang seperti itu adalah bukti hidup dari pemeliharaan Allah yang lembut, yang menjadikan kegelapan sekaligus terang dan menempa kita untuk kebaikan kita.”
God’s Amazing Grace, hlm. 122.3. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi
Berhenti di mana. Pelajaran memotong kutipan ini setelah “the tender care of God.” Paragraf aslinya berlanjut dengan “who makes the darkness as well as the light and chastens us for our good,” lalu masuk ke bagian tentang terang dan sukacita. Kalau Anda membaca dari pelajaran, Anda berhenti lebih awal daripada Ellen G. White. Untuk kelas, berhentilah di “for our good”; kalimat itu justru yang paling berbobot dan paling mungkin memicu pertanyaan.
Kutipan Jumat yang kedua
“A consecrated Christian life is ever shedding light and comfort and peace. It is characterized by purity, tact, simplicity, and usefulness.”
God’s Amazing Grace, hlm. 122.7. Buka paragraf ini
“Hidup Kristen yang dikuduskan senantiasa memancarkan terang dan penghiburan dan damai. Hidup itu ditandai oleh kemurnian, kebijaksanaan, ketulusan, dan kegunaan.”
God’s Amazing Grace, hlm. 122.7. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi
Berlaku untuk kedua kutipan Jumat di atas. God’s Amazing Grace adalah buku renungan susunan, disusun setelah Ellen G. White meninggal, bukan buku yang ia tulis sebagai satu karya utuh. Kedua paragraf di halaman 122 itu diambil dari tempat lain: hlm. 122.3 berasal dari In Heavenly Places, hlm. 273, dan hlm. 122.7 berasal dari Patriarchs and Prophets, hlm. 667. Halaman dan kutipannya benar. Tetapi kalau Anda berkata di depan kelas “Ellen White menulis dalam God’s Amazing Grace”, itu kurang tepat. Katakan saja “Ellen G. White, dikutip dalam God’s Amazing Grace, halaman 122.”
Kutipan Jumat yang ketiga, dan mengapa ia istimewa
“The apostle Paul found it necessary to reprove wrong in the church, but he did not lose his self-control in reproving error. He anxiously explains the reason of his action. How carefully he wrought so as to leave the impression that he was a friend of the erring! He made them understand that it cost him pain to give them pain.”
SDA Bible Commentary, jil. 6, hlm. 1094.1. Buka paragraf ini
“Rasul Paulus mendapati bahwa ia perlu menegur yang salah di dalam jemaat, tetapi ia tidak kehilangan penguasaan diri dalam menegur kesalahan. Dengan cemas ia menjelaskan alasan tindakannya. Betapa hati-hatinya ia bekerja supaya meninggalkan kesan bahwa ia adalah sahabat orang yang bersalah! Ia membuat mereka mengerti bahwa memberi mereka kesakitan itu menyakitkan dirinya sendiri.”
SDA Bible Commentary, jil. 6, hlm. 1094.1. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi
Yang tidak disebutkan pelajaran: di sumber aslinya, paragraf ini berjudul “Paul a Friend of the Erring”, dan tepat sesudah kalimat terakhir itu Ayat Hafalan pekan ini, 2 Korintus 2:4, dikutip penuh. Jadi ini bukan kutipan umum tentang Paulus. Ini komentar Ellen G. White atas Ayat Hafalan itu sendiri. Aslinya dari Letter 16a, 1895. Itu membuatnya menjadi kutipan penutup yang tepat untuk menit 32–38.
Cara membacakannya di kelas berbahasa Indonesia
Teks yang sudah diperiksa adalah teks Inggrisnya. Tab Indonesia pada setiap kartu di halaman ini adalah terjemahan kerja, bukan kutipan dari edisi Indonesia terbitan resmi. Kalau Anda punya edisi Indonesia di tangan, pakai edisi itu. Kalau tidak, bacakan artinya dan katakan bahwa itu terjemahan Anda sendiri.
8 Menangani Bagian yang Sulit
“Kalau Paulus benar-benar mengasihi mereka, dia datang. Alasannya terdengar seperti mencari pembenaran.”
Ini keberatan yang paling mungkin muncul, dan orang yang mengajukannya sedang berpikir jernih, bukan sedang melawan. Jangan buru-buru membela Paulus.
Jawaban dari Alkitab: Paulus tidak berkata ia tidak mampu datang. Ia berkata di 1:23 bahwa ia tidak datang untuk menyayangkan mereka, dan di 2:1 bahwa ia sudah memutuskan tidak datang lagi dalam dukacita. Artinya kunjungan itu bukan hal netral; kunjungan sebelumnya sudah menyakitkan. Lalu tanyakan balik ke kelas: “Pernahkah Anda tidak jadi menemui seseorang justru karena Anda tahu pertemuan itu akan memperburuk keadaan?” Hampir semua orang dewasa pernah.
“Disiplin jemaat itu tidak sesuai dengan kasih. Yesus tidak pernah mengucilkan siapa pun.”
Jawabannya ada pada Yesus sendiri. 18:17 memberi urutan bertahap yang berakhir pada tindakan jemaat, dan 18:18 memberi jemaat wewenang untuk mengikat dan melepaskan. Jadi disiplin jemaat bukan gagasan Paulus. Yang membuatnya sesuai dengan kasih adalah tujuannya, dan tujuan itu dinyatakan dengan jelas di 2:7: supaya orang itu jangan binasa oleh kesedihan yang terlampau berat. Disiplin yang tidak diakhiri dengan pemulihan sudah gagal, sekalipun prosedurnya benar. Teksnya ada lengkap di Lampiran A.
Baca Matius 18:15-18 malam ini. Ini satu-satunya bahan yang wajib Anda siapkan sendiri, karena kalau keberatan di atas muncul dan Anda tidak siap, diskusi akan melebar ke mana-mana dan menghabiskan blok Rabu.
“Jadi kalau orang menolak Injil kita, itu bukan salah kita? Kedengarannya seperti alasan untuk tidak memperbaiki cara kita.”
Ini keberatan yang cerdas dan tidak boleh dianggap enteng, karena keberatan itu benar sebagian.
Perhatikan bahwa Paulus menaruh dua hal ini bersebelahan. 2:15-16 berkata bahwa Injil yang sama berbau hidup bagi sebagian dan berbau maut bagi sebagian lain. Tetapi 2:17, kalimat berikutnya, berkata bahwa ada orang yang mencari keuntungan dari firman Allah. Jadi Paulus sendiri mengakui pemberitaan bisa rusak. Yang ia tolak adalah kesimpulan bahwa penolakan selalu berarti metode kita salah. Gambaran SDABC pada 2:16 menutup ini dengan baik: matahari yang sama melelehkan lilin dan mengeraskan tanah liat.
Di mana pelajaran ini agak tipis
Hari Rabu, sesudah membahas 7:5-13, pelajaran menyisipkan kalimat: alangkah pentingnya mendukung para pemimpin kita, dan sebagai anggota jemaat kita dapat meringankan pekerjaan mereka.
Kalimat itu benar sebagai nasihat, tetapi bukan itu yang dikatakan teksnya. Yang dikatakan 7:9-10 adalah bahwa jemaat bertobat, dan bahwa dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan. Kalau kalimat itu dijadikan pokok hari Rabu, sebuah bagian tentang pertobatan berubah menjadi imbauan agar setia kepada pimpinan. Di kelas dewasa campuran, perubahan itu bisa terdengar seperti tekanan, dan seseorang akan menangkapnya.
Ajarkan teksnya. Bahas 7:10 dan bedakan dukacita menurut kehendak Allah dari penyesalan biasa; bahan SDABC untuk ayat itu, dengan perbandingan Petrus dan Yudas, ada di kartu hari Rabu. Jangan menyerang pelajaran di depan kelas. Cukup ajarkan ayatnya, dan kalimat itu akan tinggal sebagai catatan pinggir, bukan sebagai pokok.
A Lampiran A: Semua Ayat dalam Terjemahan Baru
A1. Ayat Hafalan dan Ayat Kunci
| 2 Kor 2:4 | Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan sesak dan dengan mencucurkan banyak air mata, bukan supaya kamu bersedih hati, tetapi supaya kamu tahu betapa besarnya kasihku kepada kamu semua. |
| 2 Kor 2:8 | Sebab itu aku menasihatkan kamu, supaya kamu sungguh-sungguh mengasihi dia. |
A2. 2 Korintus 1:3-14, untuk dibaca keras
Bagian pembuka yang menopang hari Minggu dan Senin. Bacalah lurus ke bawah tanpa disela komentar.
3 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan,
4 yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.
5 Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah.
6 Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga.
7 Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami.
8 Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami.
9 Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.
10 Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi,
11 karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami.
12 Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah.
13 Sebab kami hanya menuliskan kepada kamu apa yang dapat kamu baca dan pahamkan. Dan aku harap, mudah-mudahan kamu akan memahaminya sepenuhnya,
14 seperti yang telah kamu pahamkan sebagiannya dari kami, yaitu bahwa pada hari Tuhan Yesus kamu akan bermegah atas kami seperti kami juga akan bermegah atas kamu.
Catatan pengajaran: perhatikan pola bolak-balik di ayat 4-7. Menderita, dihibur, menghibur. Paulus tidak menawarkan jalan keluar dari penderitaan; ia menawarkan arah bagi penderitaan itu. Dan ayat 12 adalah tesis surat ini, kalimat yang akan ia buktikan sampai pasal 7.
A3. 2 Korintus 1:15-24, untuk blok Selasa
15 Berdasarkan keyakinan ini aku pernah merencanakan untuk mengunjungi kamu dahulu, supaya kamu boleh menerima kasih karunia untuk kedua kalinya.
16 Kemudian aku mau meneruskan perjalananku ke Makedonia, lalu dari Makedonia kembali lagi kepada kamu, supaya kamu menolong aku dalam perjalananku ke Yudea.
17 Jadi, adakah aku bertindak serampangan dalam merencanakan hal ini? Atau adakah aku membuat rencanaku itu menurut keinginanku sendiri, sehingga padaku serentak terdapat “ya” dan “tidak”?
18 Demi Allah yang setia, janji kami kepada kamu bukanlah serentak “ya” dan “tidak”.
19 Karena Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu, yaitu olehku dan oleh Silwanus dan Timotius, bukanlah “ya” dan “tidak”, tetapi sebaliknya di dalam Dia hanya ada “ya”.
20 Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah.
21 Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi,
22 memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.
23 Tetapi aku memanggil Allah sebagai saksiku -- Ia mengenal aku --, bahwa sebabnya aku tidak datang ke Korintus ialah untuk menyayangkan kamu.
24 Bukan karena kami mau memerintahkan apa yang harus kamu percayai, karena kamu berdiri teguh dalam imanmu. Sebaliknya, kami mau turut bekerja untuk sukacitamu.
Catatan pengajaran: argumen Paulus di ayat 18-20 tidak berkata “percayalah kepada saya.” Ia berkata percayalah kepada Kristus yang saya beritakan, karena Dia tidak pernah “ya dan tidak”. Lalu di ayat 24 ia langsung menarik kembali wewenangnya sendiri. Kalau ada satu ayat yang layak dibaca dua kali di blok Selasa, itu ayat 24.
A4. 2 Korintus 2:1-17, untuk blok Rabu dan Kamis
1 Aku telah mengambil keputusan di dalam hatiku, bahwa aku tidak akan datang lagi kepadamu dalam dukacita.
2 Sebab, jika aku mendukakan hatimu, siapa lagi yang dapat membuat aku menjadi gembira selain dia yang berdukacita karena aku.
3 Dan justru itulah maksud suratku ini, yaitu supaya jika aku datang, jangan aku berdukacita oleh mereka, yang harus membuat aku menjadi gembira. Sebab aku yakin tentang kamu semua, bahwa sukacitaku adalah juga sukacitamu.
4 Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan sesak dan dengan mencucurkan banyak air mata, bukan supaya kamu bersedih hati, tetapi supaya kamu tahu betapa besarnya kasihku kepada kamu semua.
5 Tetapi jika ada orang yang menyebabkan kesedihan, maka bukan hatiku yang disedihkannya, melainkan hati kamu sekalian, atau sekurang-kurangnya -- supaya jangan aku melebih-lebihkan --, hati beberapa orang di antara kamu.
6 Bagi orang yang demikian sudahlah cukup tegoran dari sebagian besar dari kamu,
7 sehingga kamu sebaliknya harus mengampuni dan menghibur dia, supaya ia jangan binasa oleh kesedihan yang terlampau berat.
8 Sebab itu aku menasihatkan kamu, supaya kamu sungguh-sungguh mengasihi dia.
9 Sebab justru itulah maksudnya aku menulis surat kepada kamu, yaitu untuk menguji kamu, apakah kamu taat dalam segala sesuatu.
10 Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni, -- seandainya ada yang harus kuampuni --, maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus,
11 supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.
12 Ketika aku tiba di Troas untuk memberitakan Injil Kristus, aku dapati, bahwa Tuhan telah membuka jalan untuk pekerjaan di sana.
13 Tetapi hatiku tidak merasa tenang, karena aku tidak menjumpai saudaraku Titus. Sebab itu aku minta diri dan berangkat ke Makedonia.
14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.
15 Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.
16 Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?
17 Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.
Catatan pengajaran: pasal ini bergerak dari ruangan yang sangat sempit ke ruangan yang sangat luas. Ayat 1-11 mengurus satu orang dan satu perselisihan di satu jemaat kecil. Ayat 14-16 tiba-tiba melebar ke arak-arakan kemenangan dan seluruh dunia. Perpindahan itu sendiri adalah khotbahnya: cara jemaat memperlakukan satu orang yang bersalah adalah bagian dari perkara yang jauh lebih besar.
A5. 2 Korintus 7:5-13, untuk blok Rabu
5 Bahkan ketika kami tiba di Makedonia, kami tidak beroleh ketenangan bagi tubuh kami. Di mana-mana kami mengalami kesusahan: dari luar pertengkaran dan dari dalam ketakutan.
6 Tetapi Allah, yang menghiburkan orang yang rendah hati, telah menghiburkan kami dengan kedatangan Titus.
7 Bukan hanya oleh kedatangannya saja, tetapi juga oleh penghiburan yang dinikmatinya di tengah-tengah kamu. Karena ia telah memberitahukan kepada kami tentang kerinduanmu, keluhanmu, kesungguhanmu untuk membela aku, sehingga makin bertambahlah sukacitaku.
8 Jadi meskipun aku telah menyedihkan hatimu dengan suratku itu, namun aku tidak menyesalkannya. Memang pernah aku menyesalkannya, karena aku lihat, bahwa surat itu menyedihkan hatimu -- kendatipun untuk seketika saja lamanya --,
9 namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikit pun tidak dirugikan oleh karena kami.
10 Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.
11 Sebab perhatikanlah betapa justru dukacita yang menurut kehendak Allah itu mengerjakan pada kamu kesungguhan yang besar, bahkan pembelaan diri, kejengkelan, ketakutan, kerinduan, kegiatan, penghukuman! Di dalam semuanya itu kamu telah membuktikan, bahwa kamu tidak bersalah di dalam perkara itu.
12 Sebab itu, jika aku telah menulis surat kepada kamu, maka bukanlah oleh karena orang yang berbuat salah, atau oleh karena orang yang menderita perbuatan salah, melainkan supaya kerelaanmu terhadap kami menjadi nyata bagi kamu di hadapan Allah.
13 Sebab itulah kami menjadi terhibur. Dan selain penghiburan yang kami peroleh itu, kami lebih lagi bersukacita oleh karena sukacita Titus, sebab kamu semua menyegarkan hatinya.
Catatan pengajaran: daftar di ayat 11 layak ditunjuk dengan jari. Tujuh kata berderet, dan tidak satu pun di antaranya adalah “perasaan bersalah”. Semuanya adalah tindakan atau perubahan arah. Itulah yang Paulus maksud dengan dukacita menurut kehendak Allah, dan itu memotong pendek anggapan bahwa bertobat berarti merasa buruk cukup lama.
A6. Ayat rujukan lain
| 1 Kor 16:5 | Aku akan datang kepadamu, sesudah aku melintasi Makedonia, sebab aku akan melintasi Makedonia. |
| 1 Kor 16:6 | Dan di Korintus mungkin aku akan tinggal beberapa lamanya dengan kamu atau mungkin aku akan tinggal selama musim dingin, sehingga kamu dapat menolong aku untuk melanjutkan perjalananku. |
| 1 Kor 16:7 | Sebab sekarang aku tidak mau melihat kamu hanya sepintas lalu saja. Aku harap dapat tinggal agak lama dengan kamu, jika diperkenankan Tuhan. |
| 1 Kor 4:17 | Justru itulah sebabnya aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan. Ia akan memperingatkan kamu akan hidup yang kuturuti dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat. |
| 1 Kor 4:19 | Tetapi aku akan segera datang kepadamu, kalau Tuhan menghendakinya. Maka aku akan tahu, bukan tentang perkataan orang-orang yang sombong itu, tetapi tentang kekuatan mereka. |
| 2 Kor 4:2 | Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah. |
| 2 Kor 5:14 | Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. |
| 1 Kor 11:1 | Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus. |
| 1 Tes 5:18 | Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. |
A7. Kesaksian penderitaan Paulus, 2 Korintus 11:24-28
Berguna kalau ada anggota yang meragukan bahwa Paulus berhak bicara tentang penderitaan.
24 Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan,
25 tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.
26 Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu.
27 Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian,
28 dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat.
Catatan pengajaran: daftar ini berakhir dengan cara yang tidak diduga. Sesudah cambuk, batu, dan karam kapal, hal terakhir yang Paulus sebut adalah beban harian memelihara jemaat-jemaat. Bukan yang paling dramatis, tetapi ditaruh di posisi paling akhir.
A8. Kelompok ayat untuk bagian yang sulit
Ini kelompok yang paling mungkin diperlukan dan paling kecil kemungkinannya sempat dibuka orang. Semuanya dicetak penuh di sini.
Disiplin jemaat menurut Yesus, Matius 18:15-18
15 “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.
16 Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.
17 Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.
18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
Perkara disiplin di surat pertama, 1 Korintus 5:1-5
1 Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya.
2 Sekalipun demikian kamu sombong. Tidakkah lebih patut kamu berdukacita dan menjauhkan orang yang melakukan hal itu dari tengah-tengah kamu?
3 Sebab aku, sekalipun secara badani tidak hadir, tetapi secara rohani hadir, aku -- sama seperti aku hadir -- telah menjatuhkan hukuman atas dia, yang telah melakukan hal yang semacam itu.
4 Bilamana kita berkumpul dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus, Tuhan kita,
5 orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.
Catatan pengajaran: perhatikan bahwa bahkan di bagian yang paling keras ini, tujuan akhirnya dinyatakan di ayat 5: agar rohnya diselamatkan. Tujuan itu sama dengan 2 Korintus 2:7. Inilah yang menyatukan kedua bagian, terlepas dari apakah orang yang dibicarakan itu sama atau bukan.
B Lampiran B: Ellen G. White, SDABC, dan Sumber Advent
B1. Kutipan Ellen G. White yang sudah diperiksa kata demi kata
| Kutipan | Sumber | Dipakai di |
|---|---|---|
| “Those who have borne the greatest sorrows...” | God’s Amazing Grace, hlm. 122.3 | Bagian 7; cadangan menit 32–38 |
| “It is your privilege to receive grace from Christ...” | God’s Amazing Grace, hlm. 122.4 | Kartu hari Minggu, menit 26–32 |
| “A consecrated Christian life is ever shedding light...” | God’s Amazing Grace, hlm. 122.7 | Bagian 7 |
| “The apostle Paul found it necessary to reprove wrong...” | SDA Bible Commentary, jil. 6, hlm. 1094.1 | Bagian 7; penutup menit 32–38 |
| “Give Satan No Advantage...” | SDA Bible Commentary, jil. 6, hlm. 1094.2 | Kartu hari Rabu, menit ke-24 |
Kutipan dari The Acts of the Apostles, hlm. 300–301 dan hlm. 323 dicetak verbatim di dalam pelajaran itu sendiri, lengkap dengan halamannya, dan dipakai apa adanya dari sana.
B2. Bacaan Ellen G. White lanjutan
Pelajaran hari Jumat menambahkan dua rujukan pada bagian Catatan Roh Nubuat. Nomor halamannya berasal dari pelajaran itu sendiri, bukan dari pemeriksaan halaman per halaman, jadi keduanya ditautkan ke bukunya, bukan ke halaman tertentu:
- Sons and Daughters of God, “We Are Witnesses for God,” 24 September, hlm. 274.
- God’s Amazing Grace, “A Life-giving Atmosphere,” 18 Agustus, hlm. 238.
Bacaan Jumat yang ditugaskan, The Acts of the Apostles hlm. 323–334, ada di daftar isi buku ini. Tautan ke paragraf tertentu di Bagian 7 bersifat tepat; tautan ke daftar isi tidak.
B3. SDABC, ayat demi ayat
Hanya ayat-ayat yang teks komentarnya benar-benar diambil yang didaftarkan di sini. Semuanya adalah pengambilan paragraf pertama, jadi volume aslinya memuat lebih banyak untuk setiap ayat.
| Ayat | Inti komentar SDABC jil. 6 | Dipakai di |
|---|---|---|
| 1:3 | Paulus membuka dengan pujian kepada Allah; lihat catatan pada Matius 5:3 dan Mazmur 63:4 | Latar |
| 1:4 | parakaleō; bentuk Yunaninya menyiratkan penghiburan yang berlangsung tanpa terputus, melalui Roh Kudus | Kartu Minggu |
| 1:8 | Peralihan dari prinsip umum ke pencobaan tertentu di Asia; para sarjana mengusulkan beberapa kemungkinan peristiwa | Latar |
| 1:9 | “Sentence” harfiahnya “jawaban”; bentuk kata kerjanya menyiratkan ingatan itu masih terasa hidup | Kartu Minggu |
| 1:12 | Tuduhan menyangkut perubahan rencana perjalanan, bukan doktrin; hati nurani Paulus bersih | Kartu Senin |
| 1:20 | Janji-janji Allah dapat diandalkan (catatan singkat) | Kartu Selasa |
| 1:22 | sphragizō, memeteraikan, mengesahkan; rujukan silang ke Yeh. 9:4, Ef. 1:13, Why. 7:2-3 | Kartu Selasa |
| 2:4 | sunochē, harfiahnya “tergenggam bersama”, ketegangan yang menghasilkan dukacita | Ayat Hafalan |
| 2:6 | Disiplin Kristen adalah pekerjaan kasih, bukan pembalasan; sasarannya pemulihan | Kartu Rabu, menit ke-22 |
| 2:7 | Gambaran ahli bedah yang membalut luka setelah sayatan mencapai maksudnya | Kartu Rabu |
| 2:11 | Menghubungkan langsung dengan 1 Kor. 5:4-5; Iblis menang lewat dosa maupun lewat penolakan mengampuni | Bagian 6, butir 3 |
| 2:13 | Satu-satunya catatan Paulus berpaling dari pintu terbuka; pekerja Allah pun bisa terguncang | Kartu Kamis |
| 2:14 | Kecemasan berganti sukacita; mulai di sinilah uraian panjang tentang motif pelayan Injil, sampai 7:4 | Kartu Kamis |
| 2:15 | euōdia, bau harum; dalam LXX dipakai untuk dupa di kemah suci (Kel. 29:18, Im. 1:9) | Bagian 6, butir 2 |
| 2:16 | Matahari melelehkan lilin dan mengeraskan tanah liat; perbedaannya pada bahannya | Kartu Kamis, Bagian 8 |
| 2:17 | “Banyak” harfiahnya “orang banyak itu”, yaitu para penentang; pertanyaan mereka: pihak mana yang populer | Kartu Senin |
| 7:10 | Dukacita menurut kehendak Allah dibedakan dari penyesalan; Petrus dibandingkan dengan Yudas | Kartu Rabu, Bagian 8 |
B4. Sumber Advent lain dan bahan pengajaran mingguan
Dari mana bahan penuntun ini berasal
Komentar Guru resmi untuk pelajaran ini menyumbang tiga hal yang dipakai di penuntun ini:
- Latar arak-arakan kemenangan Romawi dan dupa pengurapan untuk 2 Korintus 2:14-16, yang di dalamnya dikutip Andrews Bible Commentary, ed. Ángel Manuel Rodríguez dkk. (Berrien Springs: Andrews University Press, 2022), hlm. 1665. Dipakai di Bagian 6, butir 2. Andrews Bible Commentary sendiri belum dibuka langsung; ini kutipan di dalam kutipan.
- Uraian tiga pekerjaan Roh Kudus di 1:21-22: meneguhkan, mengurapi, memeteraikan, dengan arrabōn sebagai uang panjar.
- Catatan bahwa keabsahan surat ini sebagai tulisan Paulus tidak pernah serius dipersoalkan, dengan rujukan ke Polikarpus, Ireneus, Klemens dari Aleksandria, dan Tertulianus.
Komentar Guru juga membuka dengan cerita Anna si pembuat roti dan bau roti yang menarik seluruh desa saat badai. Cerita itu bagus tetapi panjang dan rekaan. Untuk kelas dewasa yang suka bicara, pertanyaan pembuka yang dipakai di penuntun ini bekerja lebih cepat. Pakailah cerita Anna kalau kelas Anda pagi ini ternyata diam.
Sabbath School Net, ssnet.org:
- Teaching Outline, Bruce N. Cameron, “9: Love-Driven Ministry, 2 Corinthians 1”. Sumber pertanyaan pembuka tentang penghiburan yang gagal, contoh kalimat pemakaman “ini semua sudah rencana Tuhan”, dan pengamatan bahwa Paulus meletakkan penderitaannya lebih dulu sebagai dasar klaim ketulusannya. Cameron juga membagikan pengalamannya merawat ibunya yang meninggal karena Alzheimer, bahan yang jujur dan berat; kalau ada anggota kelas Anda yang sedang merawat orang tua dengan demensia, bahan itu ada di sana, tetapi jangan dibawa ke kelas tanpa izin orang yang bersangkutan.
- Singing with Inspiration, Corinne Knopper. Daftar lagunya ada di B5.
- Tersedia juga untuk pekan ini: Hope Sabbath School (video), It Is Written Discussion with the Author, dan Hit the Mark. Ini penunjuk, bukan pernyataan tentang isinya; tidak satu pun ditonton untuk penuntun ini.
Biblical Research Institute tidak dikonsultasikan untuk pekan ini. Tidak ada doktrin khas Advent yang dipersoalkan dalam pelajaran ini. Perkara yang paling dekat, yaitu disiplin jemaat, ditangani oleh Church Manual, bukan oleh bahan penelitian BRI.
Naskah Yunani untuk varian di 1:12 diperiksa langsung pada empat edisi: Textus Receptus (Elzevir 1624), NA28, SBLGNT (Holmes 2010), dan Tischendorf edisi ke-8.
B5. Lagu untuk pekan ini
Nomor SDA Hymnal berasal dari kolom Singing with Inspiration karya Corinne Knopper di Sabbath School Net. Nomor Lagu Sion Edisi Lengkap diambil dari basis data padanan setempat dan sudah diperiksa.
| SDAH | Judul | LSEL | Judul Indonesia | Cocok untuk |
|---|---|---|---|---|
| 79 | O Love of God, How Strong and True! | 176 | Kasih Allah Benar dan Teguh | Lagu tema pekan ini |
| 248 | O How I Love Jesus | 185 | Oh Ku Kasih Tuhan | Kamis, 2:12 |
| 260 | Hover O’er Me, Holy Spirit | 193 | Roh Suci Tuntunlah Aku | Minggu, 1:4 |
| 279 | Only Trust Him | 206 | Marilah Orang Berdosa | Minggu, 1:9 |
| 470 | There’s Sunshine in My Soul Today | 399 | Ada Sinar Dalam Jiwaku | Jumat, kutipan Ellen G. White |
| 559 | Now Thank We All Our God | 466 | Mari Puji Allah | Minggu, pengucapan syukur |
| 579 | Tis Love That Makes Us Happy | 357 | Kasih Yang Bahagiakan | Penutup |
Knopper juga menyebut SDAH 276, 299, 349, 378, 566, 600, dan 602. Ketujuh nomor itu tidak menghasilkan padanan Lagu Sion di basis data setempat, jadi nomor Indonesianya tidak dicantumkan di sini daripada ditebak.