Triwulan III 2026 · 1 & 2 Korintus · Pelajaran 9

Pelayanan yang Digerakkan Kasih

Penuntun guru untuk Sekolah Sabat, disusun dari pelajaran resmi pekan ini.

  • Sabat29 Agustus 2026
  • Waktu40 menit
  • KelasDewasa, campuran
Pekan pelajaran
22–28 Agustus 2026, dibahas di kelas pada Sabat 29 Agustus
Bacaan Pekan Ini
1:3-14; 2:17; 4:2; 16:5-7; 7:5-13; 2:5-17
Ayat Kunci yang dibawa pulang
2 Korintus 2:8: “Sebab itu aku menasihatkan kamu, supaya kamu sungguh-sungguh mengasihi dia.”

“Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan sesak dan dengan mencucurkan banyak air mata, bukan supaya kamu bersedih hati, tetapi supaya kamu tahu betapa besarnya kasihku kepada kamu semua.”

2 Korintus 2:4 (Terjemahan Baru)

Penuntun ini disusun dari edisi bahasa Inggris. Judul hari dalam bahasa Indonesia di bawah adalah terjemahan kerja untuk memudahkan Anda. Pakailah judul yang tercetak pada lembar pelajaran Anda sendiri di depan kelas.

1 Apa yang Sebenarnya Diperdebatkan Pekan Ini

Judulnya terdengar hangat. “Pelayanan yang Digerakkan Kasih” terdengar seperti renungan tentang menjadi orang baik. Bukan itu isinya. Pekan ini adalah pembelaan diri Paulus di hadapan jemaat yang menuduh dia tidak tulus.

Tuduhannya jelas dari teksnya sendiri. Paulus disebut orang yang plin-plan, yang berkata ya lalu tidak (1:17). Ia dituduh punya maksud tersembunyi (1:12). Sebagian di Korintus menyamakan dia dengan pengkhotbah yang mencari keuntungan dari firman Allah (2:17). Bukti utama mereka sederhana dan kelihatannya kuat: Paulus berjanji datang, lalu tidak datang.

Jawaban Paulus adalah pembalikan yang menjadi tulang punggung seluruh pekan ini. Justru hal-hal yang terbaca sebagai kurang kasih adalah bentuk kasihnya. Ia tidak datang karena kunjungan kedua akan menambah luka, bukan sukacita (1:23-24; 2:1). Ia menulis surat yang menyakitkan bukan supaya mereka bersedih, melainkan supaya mereka tahu besarnya kasihnya (2:4). Kasih di pasal ini kelihatan seperti ketidakhadiran. Kasih di pasal ini kelihatan seperti surat yang membuat orang menangis.

Yang tidak dikatakan pelajaran ini: bahwa niat baik selalu cukup, atau bahwa siapa pun yang merasa disakiti pasti sedang salah paham. Paulus tidak berkata “kalian terlalu perasa.” Ia menjelaskan diri dengan panjang lebar, dua pasal penuh, karena ia menganggap kesalahpahaman itu layak dijawab, bukan diabaikan.

Ke mana pekan ini menuju: bukan ke pembelaan Paulus, melainkan ke perintah di 2:8. Setelah semua penjelasan itu, yang Paulus minta dari jemaat bukan permintaan maaf kepada dirinya, melainkan agar jemaat mengukuhkan kembali kasih kepada orang yang pernah melukai mereka. Pekan yang dimulai dengan seorang rasul membela diri berakhir dengan seorang rasul menyuruh jemaat mengampuni orang lain.

2 Sasaran

  • Tahu

    Bahwa 2 Korintus 1 dan 2 adalah jawaban Paulus atas tuduhan tidak tulus, dan bahwa perubahan rencana serta “surat yang keras” itu adalah bentuk kasihnya, bukan kebalikannya.

  • Rasa

    Ketidaknyamanan ganda: pernah mengasihi seseorang dengan cara yang mereka baca sebagai penolakan, dan pernah salah membaca orang lain seperti itu.

  • Buat

    Sebutkan dalam hati satu nama orang yang motifnya pernah Anda nilai tanpa Anda tahu alasannya, dan satu nama orang yang sedang berada di bawah ketidaksukaan jemaat. Sebelum Sabat depan, hubungi salah satu dari keduanya.

Sasaran “Buat” ini cukup konkret untuk ditolak. Ada anggota yang akan berkata bahwa mereka tidak sanggup menghubungi orang kedua. Itu jawaban yang jujur, dan lebih berguna daripada anggukan.

3 Rencana Diskusi, 40 Menit

Pembuka, menit 0–3

Jangan mulai dengan Paulus. Mulai dengan satu pertanyaan yang bisa dijawab siapa saja tanpa persiapan:

“Pernahkah ada orang yang mencoba menghibur Anda, dan justru membuat Anda merasa lebih buruk? Apa yang mereka katakan?”

“Jangan khawatir, ini semua sudah rencana Tuhan.” Pernah dengar kalimat itu di pemakaman?

Dua atau tiga jawaban, lalu tutup dengan klaim pekan ini:

“Pekan ini Paulus dituduh tidak mengasihi jemaatnya. Buktinya: ia berjanji datang, lalu tidak datang. Jawabannya: justru karena mengasihi kalian, saya tidak datang.”

Rencana waktu

MenitGerakanCatatan
0–3Pembuka: pertanyaan penghiburan yang gagalOrang lain sudah bicara di menit kedua
3–6Ayat Hafalan 2:4 dibaca keras, satu pertanyaanTanyakan hal spesifik, bukan “apa artinya”
6–16Selasa: hari yang menanggung beban. 1:15-24; 2:1-4Baca dari Alkitab. Dua pertanyaan. Biarkan hening
16–26Rabu: pertanyaan besar kedua. 2:5-11; 7:5-13Di sinilah kelas berpikir sendiri, dan di sinilah ada harganya
26–32Minggu, Senin, Kamis dilewati cepatPotong ini lebih dulu kalau waktu habis
32–38Penerapan: satu hal konkretCukup spesifik untuk ditolak orang
38–40Ayat Kunci 2:8, satu kalimat, doaBerakhir pada teks, bukan pada ringkasan Anda

Setiap hari pekan ini sudah mendapat tempat: Minggu, Senin, dan Kamis di blok 26–32; Selasa di 6–16; Rabu di 16–26. Gambaran keharuman dari Kamis dipakai lagi di penutup.

Kalau waktu terpotong, potong menit 26–32 menjadi tiga kalimat. Jangan pernah memotong penerapan. Kalau pengurus Sekolah Sabat memakan waktu dan Anda hanya punya 30 menit, jalankan 0–3, 6–16, 16–26 dipendekkan jadi 6 menit, lalu langsung ke 32–40.

Kalau kelas justru berjalan 45 menit, tambahkan lima menit itu ke blok Rabu, bukan ke penjelasan Anda.

Penutup, menit 38–40

Bacakan 2 Korintus 2:8 sekali lagi, pelan. Lalu satu kalimat, tidak lebih:

“Paulus tidak menyuruh mereka melupakan. Ia menyuruh mereka mengukuhkan kasih. Itu perbuatan, bukan perasaan, dan itu ada namanya dan ada orangnya.”

Lalu doa. Jangan meringkas pelajaran dalam doa.

4 Peta Hari demi Hari

HariJudulAyatMasuk blok
Minggu, 23 AguPengucapan Syukur1:3-1126–32
Senin, 24 AguKetulusan dan Kemurnian1:12-14; 2:17; 4:226–32
Selasa, 25 AguMengubah Rencana demi Kasih16:5-7; 1:15-246–16
Rabu, 26 AguPengampunan dan Peneguhan Kasih7:5-13; 2:5-1116–26
Kamis, 27 AguKemenangan di dalam Kristus2:12-1726–32, lalu penutup

Kutipan SDABC di bawah adalah parafrase dari paragraf pertama komentar, bukan kutipan kata demi kata, dan volume aslinya memuat lebih banyak. Kutipan Ellen G. White adalah teks verbatim yang sudah diambil dari sumbernya; tab Indonesia pada setiap kartu adalah terjemahan kerja, bukan kutipan dari edisi Indonesia terbitan resmi.

Minggu: Pengucapan Syukur

23 Agustus · menit 26–32

1:3-11

Apa yang dikerjakan hari ini

Meletakkan dasar. Sebelum Paulus membela diri, ia lebih dulu menunjukkan bahwa ia berhak bicara soal penderitaan, karena ia baru saja melewatinya.

Yang perlu dipegang

  • Kata parakaleō (menghibur) dan paraklēsis (penghiburan) muncul sepuluh kali di 1:3-7 saja. Itu sepertiga dari seluruh pemakaiannya di 2 Korintus. Pelajaran menyebut angka ini, dan angka ini layak disebut di kelas: pengulangan sebanyak itu bukan gaya bahasa, itu penekanan.
  • Arah penghiburan itu satu arah lalu diteruskan. Kita dihibur supaya sanggup menghibur (1:4). Bukan penghiburan untuk disimpan.
  • Di 1:9 Paulus berkata seolah-olah sudah dijatuhi hukuman mati, dan alasannya diberikan: supaya ia tidak menaruh kepercayaan pada diri sendiri. Penderitaan itu punya tujuan yang Paulus sebut sendiri, dan kelas tidak perlu menebaknya.

Kutipan untuk hari ini

“It is your privilege to receive grace from Christ that will enable you to comfort others with the same comfort wherewith you yourselves are comforted of God.... Let each try to help the next one.”

God’s Amazing Grace, hlm. 122.4. Buka paragraf ini

“Adalah hak istimewa Anda menerima kasih karunia dari Kristus yang memampukan Anda menghibur orang lain dengan penghiburan yang Anda sendiri terima dari Allah.... Biarlah masing-masing berusaha menolong orang yang di sebelahnya.”

God’s Amazing Grace, hlm. 122.4. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi

Gunanya: ini 2 Korintus 1:4 dalam kalimat lain, di halaman yang sama dengan kutipan Jumat, tetapi pelajaran tidak mencetaknya. Bacakan di menit 26–32 sebagai penutup hari Minggu, berhenti setelah “helped the next one.”

kata Yunani yang dipakai untuk “menghibur” berbentuk yang menyiratkan penghiburan itu berlangsung terus tanpa terputus, dan datang melalui pekerjaan Roh Kudus.

Gunanya: menjawab anggapan bahwa penghiburan Allah adalah kejadian sekali lewat pada saat krisis.

“Sentence” secara harfiah berarti “jawaban”. Bentuk kata kerjanya menyiratkan ingatan akan pengalaman nyaris mati itu masih terasa hidup saat Paulus menulis.

Gunanya: menunjukkan 1:8-9 bukan bahasa kiasan. Bukan bukti tentang peristiwa mana yang dimaksud; SDABC sendiri mencatat ada beberapa kemungkinan.

“Paulus tidak menulis tentang penghiburan dari ruang belajar yang nyaman. Ia baru saja mengira dirinya akan mati, dan ia berkata alasannya adalah supaya ia berhenti bersandar pada dirinya sendiri.”

Pertanyaan cadangan

“Menurut Anda, mengapa orang yang paling banyak menderita sering kali adalah orang yang paling bisa menghibur, padahal seharusnya mereka yang paling lelah?”

Senin: Ketulusan dan Kemurnian

24 Agustus · menit 26–32

1:12-14; 2:17; 4:2

Apa yang dikerjakan hari ini

Memasang tesis surat ini. 1:12-14 adalah kalimat yang akan Paulus buktikan sepanjang sisa surat.

Yang perlu dipegang

  • Dua kata menopang hari ini dalam Terjemahan Baru: ketulusan dan kemurnian (1:12). Ada persoalan naskah yang nyata di kata pertama, dan itu menjelaskan mengapa dua dokumen resmi di meja Anda bisa berbunyi berbeda. Lihat Bagian 6, butir 1.
  • Paulus tidak berkata sifat ini pencapaiannya sendiri. Ia menyebutnya berasal “dari Allah” dan “oleh kekuatan kasih karunia Allah” di ayat yang sama.
  • Bandingkan 2:17 dan 4:2. Ketiganya memakai bahasa yang sama, dan bersama-sama membentuk satu potret: bukan mencari untung dari firman Allah, tidak licik, tidak memalsukan.

Kutipan untuk hari ini

Ada tiga di bawah. Ambil yang SDABC lebih dulu; simpan Ellen G. White untuk cadangan kalau ada anggota yang bertanya soal hati nurani.

di sini Paulus mulai membahas hubungannya yang belakangan dengan jemaat Korintus. Ia baru saja meminta hak atas doa syafaat mereka (ayat 11), dan sekarang menyatakan ia tidak kehilangan hak itu karena kelakuannya. Sebagian orang Korintus menuduhnya bermaksud tidak tulus sehubungan dengan perubahan rencana kunjungannya. Hati nuraninya bersih di hadapan Allah dan di hadapan mereka.

Gunanya: menghubungkan hari Senin langsung ke hari Selasa. Tuduhannya bukan soal doktrin, melainkan soal jadwal perjalanan. Satu kalimat di menit 26–32.

“Banyak” secara harfiah adalah “orang banyak itu”, yaitu mereka yang menentang Paulus. Rupanya sejumlah besar anggota di Korintus menyimpulkan bahwa “orang banyak” tidak mungkin salah. Bagi mereka satu-satunya pertanyaan penting adalah: pihak mana yang populer?

Gunanya: tajam dan mudah diucapkan, tetapi bisa memicu diskusi sendiri. Pakai hanya kalau ada sisa waktu.

“The greatest disquietude we can have is uncertainty.... We must have simplicity and Godlike sincerity.”

The Upward Look, hlm. 99. Sudah tercetak di pelajaran hari Senin

“Kegelisahan terbesar yang dapat kita alami adalah ketidakpastian.... Kita harus memiliki ketulusan dan kemurnian yang seperti Allah.”

The Upward Look, hlm. 99. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi

Gunanya: menyentuh kata kunci hari ini secara langsung. Cadangan saja; hari Senin tidak mendapat blok waktu sendiri.

“Tuduhan terhadap Paulus bukan soal ajarannya. Tuduhannya soal wataknya: dia janji datang, dia tidak datang, jadi kata-katanya tidak bisa dipegang. Seluruh surat ini adalah jawaban atas tuduhan itu.”

Pertanyaan cadangan

“Kapan terakhir kali motif Anda dipertanyakan orang, padahal Anda tahu maksud Anda baik? Apa yang Anda lakukan?”

Selasa: Mengubah Rencana demi Kasih

25 Agustus · menit 6–16, hari yang menanggung beban

16:5-7; 1:15-24; 2:1-4

Apa yang dikerjakan hari ini

Ini pusat pekan ini. Di sinilah pembalikan itu terjadi: yang terbaca sebagai tidak peduli ternyata adalah bentuk kepedulian.

Ini hari yang menanggung beban. Bacakan 1:15-24 dan 2:1-4 keras-keras dari Alkitab, bukan dari ringkasan pelajaran. Empat belas ayat butuh sekitar dua menit. Sisakan delapan menit untuk pertanyaan.

Yang perlu dipegang

  • Rencana Paulus berubah dua kali, bukan sekali. Rencana awal di 16:5-6 adalah Makedonia lalu Korintus. Rencana kedua di 1:15-16 adalah Efesus, Korintus, Makedonia, Korintus, Yudea. Yang terjadi: kunjungan itu berjalan buruk, ia kembali ke Efesus, dan ia menulis surat sebagai ganti kunjungan ketiga.
  • Pembelaan Paulus tidak berhenti pada dirinya. Di 1:18-20 ia memindahkan mata mereka kepada Kristus: janji Allah semuanya “ya” dan “amin” di dalam Dia. Argumennya adalah bahwa Injil yang ia beritakan dapat dipegang, karena itu ia pun dapat dipegang.
  • 1:24 adalah kalimat yang mudah terlewat dan sangat kuat: “bukan karena kami mau memerintahkan apa yang harus kamu percayai.” Paulus baru saja memakai wewenang rasuli, lalu langsung membatasi wewenang itu sendiri.
  • Perhatikan urutannya. Paulus baru membela diri setelah ia bicara panjang tentang penderitaan dan penghiburan: penderitaannya meletakkan dasar bagi klaim ketulusannya. Orang yang sudah kehilangan begitu banyak tidak sedang mencari untung. (Cameron, ssnet)

Kutipan untuk hari ini

“With ‘anguish of heart’ and with ‘many tears’ he sought counsel from God. Gladly would he have visited Corinth at once, had this been the wisest course to pursue. But he knew that in their present condition the believers would not profit by his labors, and therefore he sent Titus to prepare the way for a visit from himself later on.”

The Acts of the Apostles, hlm. 300, 301. Sudah tercetak di pelajaran hari Selasa. Buka bukunya

“Dengan ‘hati yang sangat cemas’ dan dengan ‘banyak air mata’ ia mencari nasihat dari Allah. Dengan senang hati ia akan segera mengunjungi Korintus, seandainya itu jalan yang paling bijaksana. Tetapi ia tahu bahwa dalam keadaan mereka saat itu orang-orang percaya tidak akan mendapat faedah dari pelayanannya, dan karena itu ia mengutus Titus untuk mempersiapkan jalan bagi kunjungannya kemudian.”

The Acts of the Apostles, hlm. 300, 301. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi

Gunanya: kutipan terkuat pekan ini, dan tempatnya di sini, bukan di hari Jumat. Bacakan di menit ke-8 atau ke-9, tepat setelah seseorang bertanya mengapa Paulus tidak datang saja, lalu berhenti setelah “later on.” Ellen G. White memakai frasa dari Ayat Hafalan itu sendiri, dan itu memberi kelas satu kalimat yang sulit dibantah: keputusan Paulus adalah hasil doa, bukan penghindaran.

janji-janji Allah dapat diandalkan.

Gunanya: jujur saja pada kelas bahwa komentar untuk ayat sebesar ini ternyata singkat. Ayatnya sendiri yang bekerja, bukan komentarnya.

“Sealed” dari sphragizō, menandai dengan meterai, mengesahkan, meneguhkan. Meterai dipakai untuk membuktikan keaslian dokumen yang dibubuhinya. Meterai yang Allah taruh atas manusia mengakui mereka sebagai putra dan putri-Nya, yang diteguhkan di dalam Kristus dan diserahkan bagi pelayanan-Nya.

Gunanya: kalau ada yang menarik ayat 21-22 ke pembahasan meterai Allah di Wahyu, ini menjaga diskusi pada teksnya. SDABC memang merujuk silang ke Wahyu 7:2-3 dan 14:1, jadi kaitan itu sah disebut, tetapi bukan itu yang Paulus bicarakan di sini.

Pertanyaan cadangan

“Kalau Paulus benar-benar dipimpin Tuhan waktu membuat rencana pertama, mengapa rencana itu berubah?”

Rabu: Pengampunan dan Peneguhan Kembali Kasih

26 Agustus · menit 16–26, pertanyaan besar kedua

7:5-13; 2:5-11

Apa yang dikerjakan hari ini

Ini tempat harganya dibayar. Sepanjang dua hari kelas membela Paulus. Sekarang Paulus memutar dan menuntut sesuatu dari mereka, terhadap orang lain.

Bacakan 2:5-11. Tujuh ayat. Lalu satu pertanyaan, dan diamlah. Empat sampai enam detik hening sesudah pertanyaan itu adalah pertanyaannya sedang bekerja.

Yang perlu dipegang

  • Perintahnya di 2:8 bukan “ampunilah dia” saja. Terjemahan Baru menerjemahkan: “supaya kamu sungguh-sungguh mengasihi dia.” Itu perbuatan yang bisa dilihat orang, bukan sikap hati yang tidak bisa diperiksa.
  • Tujuan disiplin dinyatakan di 2:7: supaya orang itu jangan binasa oleh kesedihan yang terlampau berat. Bahaya yang Paulus khawatirkan pada tahap ini bukan lagi dosa orang itu, melainkan jemaat yang tidak berhenti menghukum.
  • 2:11 memberi alasan yang mengejutkan: supaya Iblis jangan beroleh keuntungan. Jadi ada dua cara jemaat bisa kalah, bukan satu. Lihat Bagian 6, butir 3.
  • Pelajaran mencatat bahwa para sarjana berbeda pendapat apakah orang ini sama dengan orang di 5:1-5, dan pelajaran condong ke pendapat bahwa ini orang lain. SDABC condong ke arah sebaliknya. Katakan perbedaan itu apa adanya; jangan pilih satu dan sembunyikan yang lain.

Kutipan untuk hari ini

Ada empat sumber untuk hari ini, lebih banyak dari hari mana pun. Ambil SDABC 2:6 lebih dulu, itu yang paling langsung terpakai. Simpan yang lain untuk pertanyaan yang muncul.

sasaran disiplin jemaat sudah tercapai; orang itu sudah bertobat, dan sekarang waktunya memulihkan dia ke dalam kepercayaan dan persekutuan saudara-saudaranya. Disiplin Kristen adalah pekerjaan kasih, bukan pembalasan. Sasarannya bukan balas dendam, melainkan pemulihan. Disiplin harus menegakkan perintah Allah dan memelihara ketertiban jemaat, melindungi anggota lain dan nama baik jemaat, tetapi sedapat mungkin juga membawa orang berdosa itu kepada pertobatan.

Gunanya: menampung kedua kubu yang akan muncul di kelas Anda tanpa memenangkan salah satunya. Bacakan setelah diskusi mulai terbelah, sekitar menit ke-22, bukan sebelumnya.

setelah membuat sayatan dan mencapai maksudnya, seorang ahli bedah membalut luka itu dan berusaha memulihkan pasiennya. Orang yang bersalah di Korintus sudah kehilangan persekutuan Kristen. Tetapi sekarang setelah ia bertobat, disiplin lebih lanjut akan bersifat menghukum dan membalas, dan justru akan membuatnya patah semangat terhadap tekad barunya.

Gunanya: gambaran ahli bedah ini menjawab keberatan “kalau dimaafkan terlalu cepat, nanti dianggap enteng.” Satu kalimat, lalu kembali ke teks.

“Give Satan No Advantage—In the conflict with satanic agencies there are decisive moments that determine the victory either on the side of God or on the side of the prince of this world.”

SDA Bible Commentary, jil. 6, hlm. 1094.2, komentar untuk 2 Korintus 2:11. Buka paragraf ini

“Jangan Beri Iblis Keuntungan. Dalam pertikaian dengan kuasa-kuasa jahat ada saat-saat menentukan yang memutuskan kemenangan berada di pihak Allah atau di pihak penguasa dunia ini.”

SDA Bible Commentary, jil. 6, hlm. 1094.2. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi

Gunanya: mengubah nada diskusi dari perdebatan tata tertib menjadi perkara pertentangan besar. Pakai di menit ke-24 kalau kelas terjebak dalam soal prosedur.

dukacita menurut kehendak Allah bukan kesedihan karena ketahuan atau karena takut dihukum. Itu dukacita yang sungguh atas dosa, pertobatan darinya, pemisahan diri darinya, dan tekad untuk melawan pencobaan yang membawa ke sana. Malu karena terbongkar, takut terbongkar, harga diri yang terluka, bahkan penyesalan yang mendalam atas apa yang sudah terjadi: tidak satu pun dari itu adalah dukacita menurut kehendak Allah. Perbandingan tertingginya adalah Petrus dan Yudas selama pengadilan Yesus. Keduanya merasa getir, tetapi yang satu berujung pada hidup baru dan yang lain pada keputusasaan.

Gunanya: Petrus dan Yudas adalah cara tercepat membuat 7:10 konkret. Simpan untuk penerapan di menit 32–38 kalau ada yang membawa penyesalan lama.

Pertanyaan cadangan

“Kalau seseorang sudah dikenakan disiplin jemaat lalu bertobat, siapa yang bertanggung jawab memulai perbaikan hubungan itu: dia, atau kita?”

Kamis: Kemenangan di dalam Kristus

27 Agustus · menit 26–32, lalu dipakai lagi di penutup

2:12-17

Apa yang dikerjakan hari ini

Menutup kisahnya dan mengangkatnya. Titus akhirnya datang, kabarnya baik, dan Paulus meledak dalam syukur. Lalu ia memberi gambaran yang membawa seluruh pekan pulang.

Yang perlu dipegang

  • 2:12-13 jujur dengan cara yang jarang dicatat: pintu pelayanan di Troas terbuka, dan Paulus pergi juga, karena hatinya tidak tenang menunggu kabar. Ini satu-satunya catatan Paulus berpaling dari pintu yang terbuka.
  • “Keharuman” di 2:14-16 bukan gambaran parfum. Itu gambaran arak-arakan kemenangan Romawi. Lihat Bagian 6, butir 2.
  • 2:16 mengajukan pertanyaan yang tidak dijawab pelajaran: “Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?” Biarkan pertanyaan itu tergantung di kelas selama beberapa detik. Jawabannya baru datang di 3:5-6, di luar pekan ini.

Kutipan untuk hari ini

kecemasan Paulus begitu besar sehingga ia tidak dapat tinggal untuk berkhotbah di Troas, sekalipun prospeknya cerah. Ini bukti betapa dalam perhatian pribadi Paulus terhadap orang-orang yang ia menangkan. Tidak ada catatan lain tentang Paulus berpaling dari pintu yang terbuka. Pekerja Allah yang paling berhasil pun tidak selalu kebal terhadap emosi yang mendalam, yang dapat mengguncangnya dan membuat ia tidak sanggup melanjutkan pekerjaannya untuk sementara waktu.

Gunanya: bahan pastoral terbaik pekan ini. Kalau ada pengurus jemaat yang lelah di ruangan itu, satu kalimat ini bekerja lebih keras daripada seluruh renungan. Bacakan di menit 26–32.

matahari yang memberi hidup kepada pohon yang tertanam di tanah yang baik justru membusukkan dan menghancurkannya kalau pohon itu dicabut dan dibiarkan di permukaan tanah. Sinar matahari melelehkan lilin, tetapi mengeraskan tanah liat. Perbedaannya ada pada bahannya sendiri. Demikian juga hati manusia: ada yang meleleh, ada yang mengeras, tergantung tanggapan masing-masing terhadap Injil.

Gunanya: penutup yang bagus untuk hari Kamis, dan sekaligus jawaban untuk keberatan ketiga di Bagian 8.

“Titus akhirnya datang membawa kabar baik, dan Paulus meledak: syukur bagi Allah, yang selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Tetapi perhatikan, dua ayat sebelumnya ia menulis bahwa hatinya tidak tenang. Kelemahan dan kemenangan ada di halaman yang sama.”

Pertanyaan cadangan

“Paulus meninggalkan pintu pelayanan yang terbuka karena mencemaskan satu jemaat. Apakah itu keputusan yang benar?”

5 Dua Pertanyaan yang Layak Diberi Waktu

menit 6–16, blok Selasa

“Paulus memakai dua pasal penuh untuk membela dirinya sendiri. Banyak dari kita diajar bahwa orang Kristen sebaiknya diam saja dan biarkan Tuhan yang membela. Paulus tidak diam. Jadi, membela diri itu rohani atau tidak?”

Mengapa ini penting

Ini pertanyaan yang teksnya sendiri paksa untuk ditanyakan, dan pelajaran melewatinya. Hampir setiap orang dewasa di kelas Anda pernah difitnah di jemaat dan pernah memilih antara menjelaskan atau diam, dan sebagian masih menanggung akibat pilihan itu.

Jawaban yang akan muncul

Sebagian akan berkata membela diri itu tanda kesombongan, dan akan mengutip Yesus yang diam di hadapan Pilatus. Sebagian lain akan berkata kalau nama baik pelayanan dipertaruhkan, diam itu tidak bertanggung jawab. Keduanya punya dasar Alkitab, dan itu bagus.

Cara menjaganya tetap terbuka

Kalau ada yang menutup diskusi dengan “yang penting Tuhan tahu,” tanyakan lanjutannya: “Kalau begitu, mengapa Paulus tidak berhenti di kalimat itu? Dia menulis dua pasal.” Lalu arahkan ke 1:24 dan tanyakan apa bedanya membela pelayanan dan membela harga diri. Perhatikan bahwa Paulus tidak pernah menyerang balik nama siapa pun.

menit 16–26, blok Rabu

“Orang ini sudah melukai jemaat. Jemaat sudah menegur, dan teguran itu berhasil. Sekarang Paulus menyuruh jemaat sungguh-sungguh mengasihi dia lagi. Menurut Anda, di jemaat kita, seperti apa bentuk nyata ‘sungguh-sungguh mengasihi dia’ itu? Bukan perasaannya, tetapi perbuatannya.”

Mengapa ini penting

Ini satu-satunya tempat di pekan ini yang menuntut sesuatu dari kelas, bukan dari Paulus. Dan ini konkret: setiap jemaat punya orang seperti ini, dan setiap orang dewasa di ruangan itu tahu namanya.

Jawaban yang akan muncul

“Menyapa dia lagi.” “Mengundang dia makan.” “Mengembalikan tugasnya.” Yang terakhir itu yang akan memecah kelas, dan di situlah diskusi yang sebenarnya. Sebagian akan berkata pengampunan tidak berarti mengembalikan jabatan. Itu pandangan yang serius dan tidak boleh diremehkan.

Cara menjaganya tetap terbuka

Jawaban Sekolah Sabat yang akan menutup pertanyaan ini adalah “kita harus mengampuni, itu saja.” Buka lagi dengan: “Mengampuni di dalam hati, atau memberi dia mikrofon lagi? Paulus tidak menulis ‘ampuni saja’. Dia menulis ‘kukuhkan kasihmu’. Apa bedanya?” Kalau kelas mengeras ke satu sisi, bacakan SDABC pada 2:6, yang menuntut pemulihan dan ketertiban sekaligus. Jangan selesaikan perdebatan ini; biarkan mereka membawanya keluar ruangan.

Kelompok kecil

Empat menit dalam kelompok tiga orang akan menaikkan mutu jawaban di sini secara nyata, walaupun kelas Anda memang suka bicara, karena pertanyaannya menyangkut orang yang nyata dan sebagian anggota tidak akan mau menyebutnya di depan semua orang.

6 Latar yang Belum Dimiliki Kelas

1. Ada persoalan naskah di 2 Korintus 1:12

Terjemahan Baru menerjemahkan 1:12 dengan “ketulusan dan kemurnian dari Allah”. KJV menerjemahkan “simplicity and godly sincerity”. Keduanya mengikuti naskah yang berbunyi haplotēs (kesederhanaan, ketulusan hati). Tetapi sejumlah naskah tua yang penting berbunyi hagiotēs, yaitu kekudusan.

Ini bukan spekulasi. Textus Receptus mencetak ἁπλότητι. Tischendorf dan SBLGNT mencetak ἁγιότητι. NA28 mencetak ἁπλότητι dengan tanda varian. Kedua bacaan punya dukungan naskah yang sungguh-sungguh.

Mengapa ini penting bagi Anda hari ini. Komentar Guru resmi untuk pekan ini menulis bahwa pelayanan Paulus dijalankan dengan “holiness, sincerity, and transparency”, sedangkan pelajaran hari Senin membangun seluruh penjelasannya di atas kata haplotēs, “simplicity”. Guru yang membuka kedua dokumen itu akan bingung. Sekarang Anda tahu sebabnya, dan itu bukan kesalahan salah satu penulisnya.

Bagaimana memakainya di kelas. Jangan buka pelajaran dengan ini; ini bukan bahan untuk sepuluh menit. Simpan untuk anggota yang membandingkan terjemahan. Satu kalimat cukup: kedua bacaan menghasilkan tuntutan yang sama, yaitu kemurnian motif, dan tidak ada ajaran yang bergantung pada pilihan di antara keduanya.

2. “Keharuman” adalah arak-arakan kemenangan Romawi, bukan botol parfum

Kata kerjanya di 2:14 adalah thriambeuō, yang dipakai untuk arak-arakan kemenangan seorang jenderal Romawi. Sepanjang jalur arak-arakan itu dupa dibakar. Bau yang sama tercium oleh dua kelompok orang: para pemenang yang berbaris pulang, dan para tawanan yang sedang digiring untuk dieksekusi. Bagi yang satu itu bau kemenangan; bagi yang lain bau kematian.

Dupa pengurapan dalam Perjanjian Lama (bandingkan Keluaran 30:22-33) menandai orang atau tempat sebagai milik Allah dengan cara yang sama. (Komentar Guru resmi, mengutip Andrews Bible Commentary 2022, hlm. 1665)

Ini mengubah cara membaca 2:15-16. Tanpa latar ini, ayat-ayat itu terdengar seperti nasihat supaya kita menjadi orang yang menyenangkan sehingga orang tertarik. Dengan latar ini, maknanya jauh lebih keras: hidup yang setia dan sama akan menarik sebagian orang dan menolak sebagian yang lain, dan itu bukan kegagalan metode. Itulah sebabnya Paulus langsung bertanya, “siapakah yang sanggup?”

3. Ada dua cara jemaat bisa kalah, bukan satu

Di 5:5 Paulus menyerahkan seorang pelanggar “kepada Iblis”. Di 2:11 ia memperingatkan bahwa menolak mengampuni membuat “Iblis beroleh keuntungan atas kita”. SDABC pada 2:11 menyatakan kaitan itu secara langsung: Iblis beroleh keuntungan bukan hanya dengan membawa orang ke dalam dosa, tetapi juga melalui kegagalan kita mengampuni mereka ketika mereka bertobat.

Ini membingkai ulang seluruh diskusi hari Rabu. Kelas Anda akan terbelah menjadi kubu “jemaat terlalu lembek” dan kubu “jemaat terlalu keras”. Ayat 11 mengatakan kedua kubu sedang menggambarkan kekalahan yang sama, hanya dari sisi berbeda.

Pelajaran hari Rabu mencatat bahwa para sarjana berbeda pendapat apakah orang di 2 Korintus 2 sama dengan orang di 1 Korintus 5, dan pelajaran condong menyimpulkan bahwa itu orang lain. SDABC pada 2:11 justru menghubungkan keduanya. Dua sumber Advent resmi di meja Anda tidak sepakat di titik ini. Katakan itu apa adanya kalau ada yang bertanya. Prinsip disiplin dan pemulihannya tidak bergantung pada jawaban atas pertanyaan itu.

7 Ellen G. White untuk Pekan Ini

Bacaan Jumat yang ditugaskan: Ellen G. White, “The Message Heeded,” hlm. 323–334, dalam The Acts of the Apostles. Buka daftar isi bukunya (tautan ke buku, bukan ke halaman tertentu).

Kutipan yang paling layak dibacakan keras di kelas bukan yang ada di hari Jumat, melainkan yang ada di hari Selasa, dari The Acts of the Apostles, hlm. 300–301. Alasannya sederhana: kutipan itu menjawab pertanyaan yang benar-benar akan diajukan kelas, yaitu mengapa Paulus tidak datang saja.

Kutipan Jumat yang pertama

“Those who have borne the greatest sorrows are frequently the ones who carry the greatest comfort to others, bringing sunshine wherever they go. Such ones have been chastened and sweetened by their afflictions; they did not lose confidence in God when trouble assailed them, but clung closer to His protecting love. Such ones are living proof of the tender care of God, who makes the darkness as well as the light and chastens us for our good.”

God’s Amazing Grace, hlm. 122.3. Buka paragraf ini

“Mereka yang telah menanggung dukacita terbesar sering kali adalah orang yang membawa penghiburan terbesar bagi orang lain, membawa sinar matahari ke mana pun mereka pergi. Orang-orang seperti itu telah ditempa dan dilembutkan oleh penderitaan mereka; mereka tidak kehilangan keyakinan kepada Allah ketika kesusahan menimpa, melainkan melekat lebih erat pada kasih-Nya yang melindungi. Orang-orang seperti itu adalah bukti hidup dari pemeliharaan Allah yang lembut, yang menjadikan kegelapan sekaligus terang dan menempa kita untuk kebaikan kita.”

God’s Amazing Grace, hlm. 122.3. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi

Berhenti di mana. Pelajaran memotong kutipan ini setelah “the tender care of God.” Paragraf aslinya berlanjut dengan “who makes the darkness as well as the light and chastens us for our good,” lalu masuk ke bagian tentang terang dan sukacita. Kalau Anda membaca dari pelajaran, Anda berhenti lebih awal daripada Ellen G. White. Untuk kelas, berhentilah di “for our good”; kalimat itu justru yang paling berbobot dan paling mungkin memicu pertanyaan.

Kutipan Jumat yang kedua

“A consecrated Christian life is ever shedding light and comfort and peace. It is characterized by purity, tact, simplicity, and usefulness.”

God’s Amazing Grace, hlm. 122.7. Buka paragraf ini

“Hidup Kristen yang dikuduskan senantiasa memancarkan terang dan penghiburan dan damai. Hidup itu ditandai oleh kemurnian, kebijaksanaan, ketulusan, dan kegunaan.”

God’s Amazing Grace, hlm. 122.7. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi

Berlaku untuk kedua kutipan Jumat di atas. God’s Amazing Grace adalah buku renungan susunan, disusun setelah Ellen G. White meninggal, bukan buku yang ia tulis sebagai satu karya utuh. Kedua paragraf di halaman 122 itu diambil dari tempat lain: hlm. 122.3 berasal dari In Heavenly Places, hlm. 273, dan hlm. 122.7 berasal dari Patriarchs and Prophets, hlm. 667. Halaman dan kutipannya benar. Tetapi kalau Anda berkata di depan kelas “Ellen White menulis dalam God’s Amazing Grace”, itu kurang tepat. Katakan saja “Ellen G. White, dikutip dalam God’s Amazing Grace, halaman 122.”

Kutipan Jumat yang ketiga, dan mengapa ia istimewa

“The apostle Paul found it necessary to reprove wrong in the church, but he did not lose his self-control in reproving error. He anxiously explains the reason of his action. How carefully he wrought so as to leave the impression that he was a friend of the erring! He made them understand that it cost him pain to give them pain.”

SDA Bible Commentary, jil. 6, hlm. 1094.1. Buka paragraf ini

“Rasul Paulus mendapati bahwa ia perlu menegur yang salah di dalam jemaat, tetapi ia tidak kehilangan penguasaan diri dalam menegur kesalahan. Dengan cemas ia menjelaskan alasan tindakannya. Betapa hati-hatinya ia bekerja supaya meninggalkan kesan bahwa ia adalah sahabat orang yang bersalah! Ia membuat mereka mengerti bahwa memberi mereka kesakitan itu menyakitkan dirinya sendiri.”

SDA Bible Commentary, jil. 6, hlm. 1094.1. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi

Yang tidak disebutkan pelajaran: di sumber aslinya, paragraf ini berjudul “Paul a Friend of the Erring”, dan tepat sesudah kalimat terakhir itu Ayat Hafalan pekan ini, 2 Korintus 2:4, dikutip penuh. Jadi ini bukan kutipan umum tentang Paulus. Ini komentar Ellen G. White atas Ayat Hafalan itu sendiri. Aslinya dari Letter 16a, 1895. Itu membuatnya menjadi kutipan penutup yang tepat untuk menit 32–38.

Cara membacakannya di kelas berbahasa Indonesia

Teks yang sudah diperiksa adalah teks Inggrisnya. Tab Indonesia pada setiap kartu di halaman ini adalah terjemahan kerja, bukan kutipan dari edisi Indonesia terbitan resmi. Kalau Anda punya edisi Indonesia di tangan, pakai edisi itu. Kalau tidak, bacakan artinya dan katakan bahwa itu terjemahan Anda sendiri.

8 Menangani Bagian yang Sulit

“Kalau Paulus benar-benar mengasihi mereka, dia datang. Alasannya terdengar seperti mencari pembenaran.”

Ini keberatan yang paling mungkin muncul, dan orang yang mengajukannya sedang berpikir jernih, bukan sedang melawan. Jangan buru-buru membela Paulus.

Jawaban dari Alkitab: Paulus tidak berkata ia tidak mampu datang. Ia berkata di 1:23 bahwa ia tidak datang untuk menyayangkan mereka, dan di 2:1 bahwa ia sudah memutuskan tidak datang lagi dalam dukacita. Artinya kunjungan itu bukan hal netral; kunjungan sebelumnya sudah menyakitkan. Lalu tanyakan balik ke kelas: “Pernahkah Anda tidak jadi menemui seseorang justru karena Anda tahu pertemuan itu akan memperburuk keadaan?” Hampir semua orang dewasa pernah.

“Disiplin jemaat itu tidak sesuai dengan kasih. Yesus tidak pernah mengucilkan siapa pun.”

Jawabannya ada pada Yesus sendiri. 18:17 memberi urutan bertahap yang berakhir pada tindakan jemaat, dan 18:18 memberi jemaat wewenang untuk mengikat dan melepaskan. Jadi disiplin jemaat bukan gagasan Paulus. Yang membuatnya sesuai dengan kasih adalah tujuannya, dan tujuan itu dinyatakan dengan jelas di 2:7: supaya orang itu jangan binasa oleh kesedihan yang terlampau berat. Disiplin yang tidak diakhiri dengan pemulihan sudah gagal, sekalipun prosedurnya benar. Teksnya ada lengkap di Lampiran A.

Baca Matius 18:15-18 malam ini. Ini satu-satunya bahan yang wajib Anda siapkan sendiri, karena kalau keberatan di atas muncul dan Anda tidak siap, diskusi akan melebar ke mana-mana dan menghabiskan blok Rabu.

“Jadi kalau orang menolak Injil kita, itu bukan salah kita? Kedengarannya seperti alasan untuk tidak memperbaiki cara kita.”

Ini keberatan yang cerdas dan tidak boleh dianggap enteng, karena keberatan itu benar sebagian.

Perhatikan bahwa Paulus menaruh dua hal ini bersebelahan. 2:15-16 berkata bahwa Injil yang sama berbau hidup bagi sebagian dan berbau maut bagi sebagian lain. Tetapi 2:17, kalimat berikutnya, berkata bahwa ada orang yang mencari keuntungan dari firman Allah. Jadi Paulus sendiri mengakui pemberitaan bisa rusak. Yang ia tolak adalah kesimpulan bahwa penolakan selalu berarti metode kita salah. Gambaran SDABC pada 2:16 menutup ini dengan baik: matahari yang sama melelehkan lilin dan mengeraskan tanah liat.

Di mana pelajaran ini agak tipis

Hari Rabu, sesudah membahas 7:5-13, pelajaran menyisipkan kalimat: alangkah pentingnya mendukung para pemimpin kita, dan sebagai anggota jemaat kita dapat meringankan pekerjaan mereka.

Kalimat itu benar sebagai nasihat, tetapi bukan itu yang dikatakan teksnya. Yang dikatakan 7:9-10 adalah bahwa jemaat bertobat, dan bahwa dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan. Kalau kalimat itu dijadikan pokok hari Rabu, sebuah bagian tentang pertobatan berubah menjadi imbauan agar setia kepada pimpinan. Di kelas dewasa campuran, perubahan itu bisa terdengar seperti tekanan, dan seseorang akan menangkapnya.

Ajarkan teksnya. Bahas 7:10 dan bedakan dukacita menurut kehendak Allah dari penyesalan biasa; bahan SDABC untuk ayat itu, dengan perbandingan Petrus dan Yudas, ada di kartu hari Rabu. Jangan menyerang pelajaran di depan kelas. Cukup ajarkan ayatnya, dan kalimat itu akan tinggal sebagai catatan pinggir, bukan sebagai pokok.

A Lampiran A: Semua Ayat dalam Terjemahan Baru

A1. Ayat Hafalan dan Ayat Kunci

2 Kor 2:4Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan sesak dan dengan mencucurkan banyak air mata, bukan supaya kamu bersedih hati, tetapi supaya kamu tahu betapa besarnya kasihku kepada kamu semua.
2 Kor 2:8Sebab itu aku menasihatkan kamu, supaya kamu sungguh-sungguh mengasihi dia.

A2. 2 Korintus 1:3-14, untuk dibaca keras

Bagian pembuka yang menopang hari Minggu dan Senin. Bacalah lurus ke bawah tanpa disela komentar.

3 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan,

4 yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.

5 Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah.

6 Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga.

7 Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami.

8 Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami.

9 Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.

10 Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi,

11 karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami.

12 Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah.

13 Sebab kami hanya menuliskan kepada kamu apa yang dapat kamu baca dan pahamkan. Dan aku harap, mudah-mudahan kamu akan memahaminya sepenuhnya,

14 seperti yang telah kamu pahamkan sebagiannya dari kami, yaitu bahwa pada hari Tuhan Yesus kamu akan bermegah atas kami seperti kami juga akan bermegah atas kamu.

Catatan pengajaran: perhatikan pola bolak-balik di ayat 4-7. Menderita, dihibur, menghibur. Paulus tidak menawarkan jalan keluar dari penderitaan; ia menawarkan arah bagi penderitaan itu. Dan ayat 12 adalah tesis surat ini, kalimat yang akan ia buktikan sampai pasal 7.

A3. 2 Korintus 1:15-24, untuk blok Selasa

15 Berdasarkan keyakinan ini aku pernah merencanakan untuk mengunjungi kamu dahulu, supaya kamu boleh menerima kasih karunia untuk kedua kalinya.

16 Kemudian aku mau meneruskan perjalananku ke Makedonia, lalu dari Makedonia kembali lagi kepada kamu, supaya kamu menolong aku dalam perjalananku ke Yudea.

17 Jadi, adakah aku bertindak serampangan dalam merencanakan hal ini? Atau adakah aku membuat rencanaku itu menurut keinginanku sendiri, sehingga padaku serentak terdapat “ya” dan “tidak”?

18 Demi Allah yang setia, janji kami kepada kamu bukanlah serentak “ya” dan “tidak”.

19 Karena Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu, yaitu olehku dan oleh Silwanus dan Timotius, bukanlah “ya” dan “tidak”, tetapi sebaliknya di dalam Dia hanya ada “ya”.

20 Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah.

21 Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi,

22 memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.

23 Tetapi aku memanggil Allah sebagai saksiku -- Ia mengenal aku --, bahwa sebabnya aku tidak datang ke Korintus ialah untuk menyayangkan kamu.

24 Bukan karena kami mau memerintahkan apa yang harus kamu percayai, karena kamu berdiri teguh dalam imanmu. Sebaliknya, kami mau turut bekerja untuk sukacitamu.

Catatan pengajaran: argumen Paulus di ayat 18-20 tidak berkata “percayalah kepada saya.” Ia berkata percayalah kepada Kristus yang saya beritakan, karena Dia tidak pernah “ya dan tidak”. Lalu di ayat 24 ia langsung menarik kembali wewenangnya sendiri. Kalau ada satu ayat yang layak dibaca dua kali di blok Selasa, itu ayat 24.

A4. 2 Korintus 2:1-17, untuk blok Rabu dan Kamis

1 Aku telah mengambil keputusan di dalam hatiku, bahwa aku tidak akan datang lagi kepadamu dalam dukacita.

2 Sebab, jika aku mendukakan hatimu, siapa lagi yang dapat membuat aku menjadi gembira selain dia yang berdukacita karena aku.

3 Dan justru itulah maksud suratku ini, yaitu supaya jika aku datang, jangan aku berdukacita oleh mereka, yang harus membuat aku menjadi gembira. Sebab aku yakin tentang kamu semua, bahwa sukacitaku adalah juga sukacitamu.

4 Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan sesak dan dengan mencucurkan banyak air mata, bukan supaya kamu bersedih hati, tetapi supaya kamu tahu betapa besarnya kasihku kepada kamu semua.

5 Tetapi jika ada orang yang menyebabkan kesedihan, maka bukan hatiku yang disedihkannya, melainkan hati kamu sekalian, atau sekurang-kurangnya -- supaya jangan aku melebih-lebihkan --, hati beberapa orang di antara kamu.

6 Bagi orang yang demikian sudahlah cukup tegoran dari sebagian besar dari kamu,

7 sehingga kamu sebaliknya harus mengampuni dan menghibur dia, supaya ia jangan binasa oleh kesedihan yang terlampau berat.

8 Sebab itu aku menasihatkan kamu, supaya kamu sungguh-sungguh mengasihi dia.

9 Sebab justru itulah maksudnya aku menulis surat kepada kamu, yaitu untuk menguji kamu, apakah kamu taat dalam segala sesuatu.

10 Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni, -- seandainya ada yang harus kuampuni --, maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus,

11 supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.

12 Ketika aku tiba di Troas untuk memberitakan Injil Kristus, aku dapati, bahwa Tuhan telah membuka jalan untuk pekerjaan di sana.

13 Tetapi hatiku tidak merasa tenang, karena aku tidak menjumpai saudaraku Titus. Sebab itu aku minta diri dan berangkat ke Makedonia.

14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.

15 Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.

16 Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?

17 Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.

Catatan pengajaran: pasal ini bergerak dari ruangan yang sangat sempit ke ruangan yang sangat luas. Ayat 1-11 mengurus satu orang dan satu perselisihan di satu jemaat kecil. Ayat 14-16 tiba-tiba melebar ke arak-arakan kemenangan dan seluruh dunia. Perpindahan itu sendiri adalah khotbahnya: cara jemaat memperlakukan satu orang yang bersalah adalah bagian dari perkara yang jauh lebih besar.

A5. 2 Korintus 7:5-13, untuk blok Rabu

5 Bahkan ketika kami tiba di Makedonia, kami tidak beroleh ketenangan bagi tubuh kami. Di mana-mana kami mengalami kesusahan: dari luar pertengkaran dan dari dalam ketakutan.

6 Tetapi Allah, yang menghiburkan orang yang rendah hati, telah menghiburkan kami dengan kedatangan Titus.

7 Bukan hanya oleh kedatangannya saja, tetapi juga oleh penghiburan yang dinikmatinya di tengah-tengah kamu. Karena ia telah memberitahukan kepada kami tentang kerinduanmu, keluhanmu, kesungguhanmu untuk membela aku, sehingga makin bertambahlah sukacitaku.

8 Jadi meskipun aku telah menyedihkan hatimu dengan suratku itu, namun aku tidak menyesalkannya. Memang pernah aku menyesalkannya, karena aku lihat, bahwa surat itu menyedihkan hatimu -- kendatipun untuk seketika saja lamanya --,

9 namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikit pun tidak dirugikan oleh karena kami.

10 Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.

11 Sebab perhatikanlah betapa justru dukacita yang menurut kehendak Allah itu mengerjakan pada kamu kesungguhan yang besar, bahkan pembelaan diri, kejengkelan, ketakutan, kerinduan, kegiatan, penghukuman! Di dalam semuanya itu kamu telah membuktikan, bahwa kamu tidak bersalah di dalam perkara itu.

12 Sebab itu, jika aku telah menulis surat kepada kamu, maka bukanlah oleh karena orang yang berbuat salah, atau oleh karena orang yang menderita perbuatan salah, melainkan supaya kerelaanmu terhadap kami menjadi nyata bagi kamu di hadapan Allah.

13 Sebab itulah kami menjadi terhibur. Dan selain penghiburan yang kami peroleh itu, kami lebih lagi bersukacita oleh karena sukacita Titus, sebab kamu semua menyegarkan hatinya.

Catatan pengajaran: daftar di ayat 11 layak ditunjuk dengan jari. Tujuh kata berderet, dan tidak satu pun di antaranya adalah “perasaan bersalah”. Semuanya adalah tindakan atau perubahan arah. Itulah yang Paulus maksud dengan dukacita menurut kehendak Allah, dan itu memotong pendek anggapan bahwa bertobat berarti merasa buruk cukup lama.

A6. Ayat rujukan lain

1 Kor 16:5Aku akan datang kepadamu, sesudah aku melintasi Makedonia, sebab aku akan melintasi Makedonia.
1 Kor 16:6Dan di Korintus mungkin aku akan tinggal beberapa lamanya dengan kamu atau mungkin aku akan tinggal selama musim dingin, sehingga kamu dapat menolong aku untuk melanjutkan perjalananku.
1 Kor 16:7Sebab sekarang aku tidak mau melihat kamu hanya sepintas lalu saja. Aku harap dapat tinggal agak lama dengan kamu, jika diperkenankan Tuhan.
1 Kor 4:17Justru itulah sebabnya aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan. Ia akan memperingatkan kamu akan hidup yang kuturuti dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat.
1 Kor 4:19Tetapi aku akan segera datang kepadamu, kalau Tuhan menghendakinya. Maka aku akan tahu, bukan tentang perkataan orang-orang yang sombong itu, tetapi tentang kekuatan mereka.
2 Kor 4:2Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah.
2 Kor 5:14Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.
1 Kor 11:1Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.
1 Tes 5:18Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

A7. Kesaksian penderitaan Paulus, 2 Korintus 11:24-28

Berguna kalau ada anggota yang meragukan bahwa Paulus berhak bicara tentang penderitaan.

24 Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan,

25 tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.

26 Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu.

27 Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian,

28 dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat.

Catatan pengajaran: daftar ini berakhir dengan cara yang tidak diduga. Sesudah cambuk, batu, dan karam kapal, hal terakhir yang Paulus sebut adalah beban harian memelihara jemaat-jemaat. Bukan yang paling dramatis, tetapi ditaruh di posisi paling akhir.

A8. Kelompok ayat untuk bagian yang sulit

Ini kelompok yang paling mungkin diperlukan dan paling kecil kemungkinannya sempat dibuka orang. Semuanya dicetak penuh di sini.

Disiplin jemaat menurut Yesus, Matius 18:15-18

15 “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.

16 Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.

17 Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.

18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.

Perkara disiplin di surat pertama, 1 Korintus 5:1-5

1 Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya.

2 Sekalipun demikian kamu sombong. Tidakkah lebih patut kamu berdukacita dan menjauhkan orang yang melakukan hal itu dari tengah-tengah kamu?

3 Sebab aku, sekalipun secara badani tidak hadir, tetapi secara rohani hadir, aku -- sama seperti aku hadir -- telah menjatuhkan hukuman atas dia, yang telah melakukan hal yang semacam itu.

4 Bilamana kita berkumpul dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus, Tuhan kita,

5 orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.

Catatan pengajaran: perhatikan bahwa bahkan di bagian yang paling keras ini, tujuan akhirnya dinyatakan di ayat 5: agar rohnya diselamatkan. Tujuan itu sama dengan 2 Korintus 2:7. Inilah yang menyatukan kedua bagian, terlepas dari apakah orang yang dibicarakan itu sama atau bukan.

B Lampiran B: Ellen G. White, SDABC, dan Sumber Advent

B1. Kutipan Ellen G. White yang sudah diperiksa kata demi kata

KutipanSumberDipakai di
“Those who have borne the greatest sorrows...”God’s Amazing Grace, hlm. 122.3Bagian 7; cadangan menit 32–38
“It is your privilege to receive grace from Christ...”God’s Amazing Grace, hlm. 122.4Kartu hari Minggu, menit 26–32
“A consecrated Christian life is ever shedding light...”God’s Amazing Grace, hlm. 122.7Bagian 7
“The apostle Paul found it necessary to reprove wrong...”SDA Bible Commentary, jil. 6, hlm. 1094.1Bagian 7; penutup menit 32–38
“Give Satan No Advantage...”SDA Bible Commentary, jil. 6, hlm. 1094.2Kartu hari Rabu, menit ke-24

Kutipan dari The Acts of the Apostles, hlm. 300–301 dan hlm. 323 dicetak verbatim di dalam pelajaran itu sendiri, lengkap dengan halamannya, dan dipakai apa adanya dari sana.

B2. Bacaan Ellen G. White lanjutan

Pelajaran hari Jumat menambahkan dua rujukan pada bagian Catatan Roh Nubuat. Nomor halamannya berasal dari pelajaran itu sendiri, bukan dari pemeriksaan halaman per halaman, jadi keduanya ditautkan ke bukunya, bukan ke halaman tertentu:

  • Sons and Daughters of God, “We Are Witnesses for God,” 24 September, hlm. 274.
  • God’s Amazing Grace, “A Life-giving Atmosphere,” 18 Agustus, hlm. 238.

Bacaan Jumat yang ditugaskan, The Acts of the Apostles hlm. 323–334, ada di daftar isi buku ini. Tautan ke paragraf tertentu di Bagian 7 bersifat tepat; tautan ke daftar isi tidak.

B3. SDABC, ayat demi ayat

Hanya ayat-ayat yang teks komentarnya benar-benar diambil yang didaftarkan di sini. Semuanya adalah pengambilan paragraf pertama, jadi volume aslinya memuat lebih banyak untuk setiap ayat.

AyatInti komentar SDABC jil. 6Dipakai di
1:3Paulus membuka dengan pujian kepada Allah; lihat catatan pada Matius 5:3 dan Mazmur 63:4Latar
1:4parakaleō; bentuk Yunaninya menyiratkan penghiburan yang berlangsung tanpa terputus, melalui Roh KudusKartu Minggu
1:8Peralihan dari prinsip umum ke pencobaan tertentu di Asia; para sarjana mengusulkan beberapa kemungkinan peristiwaLatar
1:9“Sentence” harfiahnya “jawaban”; bentuk kata kerjanya menyiratkan ingatan itu masih terasa hidupKartu Minggu
1:12Tuduhan menyangkut perubahan rencana perjalanan, bukan doktrin; hati nurani Paulus bersihKartu Senin
1:20Janji-janji Allah dapat diandalkan (catatan singkat)Kartu Selasa
1:22sphragizō, memeteraikan, mengesahkan; rujukan silang ke Yeh. 9:4, Ef. 1:13, Why. 7:2-3Kartu Selasa
2:4sunochē, harfiahnya “tergenggam bersama”, ketegangan yang menghasilkan dukacitaAyat Hafalan
2:6Disiplin Kristen adalah pekerjaan kasih, bukan pembalasan; sasarannya pemulihanKartu Rabu, menit ke-22
2:7Gambaran ahli bedah yang membalut luka setelah sayatan mencapai maksudnyaKartu Rabu
2:11Menghubungkan langsung dengan 1 Kor. 5:4-5; Iblis menang lewat dosa maupun lewat penolakan mengampuniBagian 6, butir 3
2:13Satu-satunya catatan Paulus berpaling dari pintu terbuka; pekerja Allah pun bisa terguncangKartu Kamis
2:14Kecemasan berganti sukacita; mulai di sinilah uraian panjang tentang motif pelayan Injil, sampai 7:4Kartu Kamis
2:15euōdia, bau harum; dalam LXX dipakai untuk dupa di kemah suci (Kel. 29:18, Im. 1:9)Bagian 6, butir 2
2:16Matahari melelehkan lilin dan mengeraskan tanah liat; perbedaannya pada bahannyaKartu Kamis, Bagian 8
2:17“Banyak” harfiahnya “orang banyak itu”, yaitu para penentang; pertanyaan mereka: pihak mana yang populerKartu Senin
7:10Dukacita menurut kehendak Allah dibedakan dari penyesalan; Petrus dibandingkan dengan YudasKartu Rabu, Bagian 8

B4. Sumber Advent lain dan bahan pengajaran mingguan

Dari mana bahan penuntun ini berasal

Komentar Guru resmi untuk pelajaran ini menyumbang tiga hal yang dipakai di penuntun ini:

  • Latar arak-arakan kemenangan Romawi dan dupa pengurapan untuk 2 Korintus 2:14-16, yang di dalamnya dikutip Andrews Bible Commentary, ed. Ángel Manuel Rodríguez dkk. (Berrien Springs: Andrews University Press, 2022), hlm. 1665. Dipakai di Bagian 6, butir 2. Andrews Bible Commentary sendiri belum dibuka langsung; ini kutipan di dalam kutipan.
  • Uraian tiga pekerjaan Roh Kudus di 1:21-22: meneguhkan, mengurapi, memeteraikan, dengan arrabōn sebagai uang panjar.
  • Catatan bahwa keabsahan surat ini sebagai tulisan Paulus tidak pernah serius dipersoalkan, dengan rujukan ke Polikarpus, Ireneus, Klemens dari Aleksandria, dan Tertulianus.

Komentar Guru juga membuka dengan cerita Anna si pembuat roti dan bau roti yang menarik seluruh desa saat badai. Cerita itu bagus tetapi panjang dan rekaan. Untuk kelas dewasa yang suka bicara, pertanyaan pembuka yang dipakai di penuntun ini bekerja lebih cepat. Pakailah cerita Anna kalau kelas Anda pagi ini ternyata diam.

Sabbath School Net, ssnet.org:

  • Teaching Outline, Bruce N. Cameron, “9: Love-Driven Ministry, 2 Corinthians 1”. Sumber pertanyaan pembuka tentang penghiburan yang gagal, contoh kalimat pemakaman “ini semua sudah rencana Tuhan”, dan pengamatan bahwa Paulus meletakkan penderitaannya lebih dulu sebagai dasar klaim ketulusannya. Cameron juga membagikan pengalamannya merawat ibunya yang meninggal karena Alzheimer, bahan yang jujur dan berat; kalau ada anggota kelas Anda yang sedang merawat orang tua dengan demensia, bahan itu ada di sana, tetapi jangan dibawa ke kelas tanpa izin orang yang bersangkutan.
  • Singing with Inspiration, Corinne Knopper. Daftar lagunya ada di B5.
  • Tersedia juga untuk pekan ini: Hope Sabbath School (video), It Is Written Discussion with the Author, dan Hit the Mark. Ini penunjuk, bukan pernyataan tentang isinya; tidak satu pun ditonton untuk penuntun ini.

Biblical Research Institute tidak dikonsultasikan untuk pekan ini. Tidak ada doktrin khas Advent yang dipersoalkan dalam pelajaran ini. Perkara yang paling dekat, yaitu disiplin jemaat, ditangani oleh Church Manual, bukan oleh bahan penelitian BRI.

Naskah Yunani untuk varian di 1:12 diperiksa langsung pada empat edisi: Textus Receptus (Elzevir 1624), NA28, SBLGNT (Holmes 2010), dan Tischendorf edisi ke-8.

B5. Lagu untuk pekan ini

Nomor SDA Hymnal berasal dari kolom Singing with Inspiration karya Corinne Knopper di Sabbath School Net. Nomor Lagu Sion Edisi Lengkap diambil dari basis data padanan setempat dan sudah diperiksa.

SDAHJudulLSELJudul IndonesiaCocok untuk
79O Love of God, How Strong and True!176Kasih Allah Benar dan TeguhLagu tema pekan ini
248O How I Love Jesus185Oh Ku Kasih TuhanKamis, 2:12
260Hover O’er Me, Holy Spirit193Roh Suci Tuntunlah AkuMinggu, 1:4
279Only Trust Him206Marilah Orang BerdosaMinggu, 1:9
470There’s Sunshine in My Soul Today399Ada Sinar Dalam JiwakuJumat, kutipan Ellen G. White
559Now Thank We All Our God466Mari Puji AllahMinggu, pengucapan syukur
579Tis Love That Makes Us Happy357Kasih Yang BahagiakanPenutup

Knopper juga menyebut SDAH 276, 299, 349, 378, 566, 600, dan 602. Ketujuh nomor itu tidak menghasilkan padanan Lagu Sion di basis data setempat, jadi nomor Indonesianya tidak dicantumkan di sini daripada ditebak.

Penuntun guru Sekolah Sabat, Triwulan III 2026, Pelajaran 9, untuk Sabat 29 Agustus 2026. Disusun dari teks pelajaran resmi, Komentar Guru resmi, SDA Bible Commentary jilid 6, tulisan Ellen G. White, dan bahan pengajaran mingguan Sabbath School Net. Ayat Alkitab dari Terjemahan Baru.

Catatan provenans lengkap ada pada salinan markdown penuntun ini.

Q3 2026 · 1 & 2 Corinthians · Lesson 9

Love-driven Ministry

A Sabbath School teacher’s guide, built on this week’s official lesson.

  • Sabbath29 August 2026
  • Time40 minutes
  • ClassAdults, mixed
Lesson week
22–28 August 2026, discussed in class on Sabbath 29 August
Read for This Week
1:3-14; 2:17; 4:2; 16:5-7; 7:5-13; 2:5-17
Key text the class leaves holding
2 Corinthians 2:8: “Wherefore I beseech you that ye would confirm your love toward him.”

“For out of much affliction and anguish of heart I wrote unto you with many tears; not that ye should be grieved, but that ye might know the love which I have more abundantly unto you.”

2 Corinthians 2:4 (KJV)

1 What This Week Is Actually Arguing

The title sounds warm. “Love-driven Ministry” reads like a devotional about being kind. That is not what is here. This week is Paul defending himself before a church that has accused him of insincerity.

The charge is plain in the text itself. Paul is called changeable, a man who says yes and no in the same breath (1:17). He is accused of hidden motives (1:12). Some in Corinth put him in the same class as preachers who peddle the word of God for profit (2:17). Their evidence is simple and looks strong: Paul promised to come, and did not come.

Paul’s answer is the reversal that carries the whole week. The very things that read as less love were the form his love took. He stayed away because a second visit would add grief, not joy (1:23-24; 2:1). He wrote the painful letter not to grieve them but so they would know how abundantly he loved them (2:4). Love in this chapter looks like absence. Love in this chapter looks like a letter that made people cry.

What the lesson is not saying: that good intentions are always enough, or that anyone who feels hurt must be misreading. Paul never says “you are too sensitive.” He explains himself at length, for two full chapters, because he judged the misunderstanding worth answering rather than ignoring.

Where the week is heading: not to Paul’s vindication, but to the command in 2:8. After all that explaining, what Paul asks of the church is not an apology to him. It is that they confirm their love toward the man who hurt them. A week that opens with an apostle defending himself closes with an apostle telling a church to forgive somebody else.

2 Objectives

  • Know

    That 2 Corinthians 1 and 2 are Paul’s answer to a charge of insincerity, and that the changed travel plans and the severe letter were the shape of his love, not its absence.

  • Feel

    The double discomfort: having loved someone in a way they read as rejection, and having misread someone else exactly that way.

  • Do

    Name, silently, one person whose motives you judged without knowing their reasons, and one person currently under the church’s displeasure. Before next Sabbath, contact one of the two.

That last one is concrete enough to be declined. Someone will say they cannot face the second person. That is an honest answer, and more useful than a nod.

3 Discussion Plan, 40 Minutes

Opening, minutes 0–3

Do not start with Paul. Start with a question anyone can answer without preparation:

“Has anyone ever tried to comfort you and made you feel worse? What did they say?”

“Do not worry; this was part of God’s plan.” Heard that one at a funeral?

Two or three answers, then close with the week’s claim:

“This week Paul is accused of not loving his church. The evidence: he promised to come and did not come. His answer: it was precisely because I loved you that I stayed away.”

The clock

MinMoveNote
0–3Opening: the comfort that failedSomebody else has spoken by minute two
3–6Memory Text 2:4 read aloud, one questionAsk something specific, not “what does it mean”
6–16Tuesday: the weight-bearing day. 1:15-24; 2:1-4Read from the Bible. Two questions. Let silence sit
16–26Wednesday: the second real question. 2:5-11; 7:5-13Where the class thinks for itself, and where it costs
26–32Sunday, Monday, Thursday moved through quicklyCut this first if time is short
32–38Application: the one concrete thingSpecific enough that someone could refuse it
38–40Key text 2:8, one sentence, prayerEnds on the text, not on your summary

Every day of the week has a slot: Sunday, Monday and Thursday in 26–32; Tuesday in 6–16; Wednesday in 16–26. Thursday’s fragrance image is used again in the closing.

If time is eaten, compress 26–32 to three sentences. Never cut the application. If the superintendent runs long and you have 30 minutes, run 0–3, 6–16, a shortened six-minute 16–26, then straight to 32–40.

If the class runs 45 minutes, give the extra five to the Wednesday block, not to your own exposition.

Closing, minutes 38–40

Read 2 Corinthians 2:8 again, slowly. Then one sentence, no more:

“Paul did not tell them to forget. He told them to confirm their love. That is an action, not a feeling, and it has a name and a face attached to it.”

Then pray. Do not summarize the lesson in the prayer.

4 Day-by-Day Map

DayTitlePassagesLands in
Sunday, 23 AugThanksgiving1:3-1126–32
Monday, 24 AugSimplicity and Sincerity1:12-14; 2:17; 4:226–32
Tuesday, 25 AugChanging Plans for Love16:5-7; 1:15-246–16
Wednesday, 26 AugForgiveness and Reaffirmation of Love7:5-13; 2:5-1116–26
Thursday, 27 AugTriumph in Christ2:12-1726–32, then the closing

The SDABC entries below are paraphrases of the first paragraph of the commentary, not word-for-word quotations, and the printed volume carries more on every verse. The Ellen G. White entries are verbatim, fetched from the source.

Sunday: Thanksgiving

23 August · minutes 26–32

1:3-11

What this day is doing

Laying the foundation. Before Paul defends himself, he establishes that he has standing to speak about suffering, because he has just come through it.

Points to hold

  • The verb parakaleō (to comfort) and the noun paraklēsis (comfort) occur ten times in 1:3-7 alone. That is one third of all their occurrences in 2 Corinthians. The lesson gives this figure, and it is worth saying aloud: repetition on that scale is not style, it is emphasis.
  • Comfort travels one way and is then passed on. We are comforted so that we are able to comfort (1:4). It is not comfort to be kept.
  • In 1:9 Paul says they had the sentence of death in themselves, and he gives the reason himself: that they should not trust in themselves. The suffering has a stated purpose, and the class does not have to guess at it.

Quotes for this day

“It is your privilege to receive grace from Christ that will enable you to comfort others with the same comfort wherewith you yourselves are comforted of God.... Let each try to help the next one.”

God’s Amazing Grace, p. 122.4. Open this paragraph

Use: this is 2 Corinthians 1:4 in other words, on the same page as the Friday quotation, and the lesson does not print it. Read it at 26–32 as the closing line for Sunday, stopping after “help the next one.”

the Greek behind “comforteth” implies a comfort continued without interruption, and coming through the agency of the Holy Spirit.

Use: answers the assumption that God’s comfort is a single event at the moment of crisis.

“Sentence” is literally “answer.” The tense of the Greek verb implies that the vivid recollection of the near-death experience still seemed real as Paul wrote.

Use: shows 1:8-9 is not figurative language. It is not evidence for which event was meant; SDABC itself notes several proposals.

“Paul is not writing about comfort from a quiet study. He had just expected to die, and he tells us the reason: so that he would stop leaning on himself.”

Spare question

“Why do you think the people who have suffered most are often the ones best able to comfort, when by rights they should be the most worn out?”

Monday: Simplicity and Sincerity

24 August · minutes 26–32

1:12-14; 2:17; 4:2

What this day is doing

Setting the thesis of the letter. 1:12-14 is the sentence Paul will spend the rest of the letter proving.

Points to hold

  • Two words carry the day in the KJV: simplicity and godly sincerity (1:12). There is a genuine textual question in the first of them, and it explains why two official documents on your desk read differently. See Section 6, item 1.
  • Paul does not claim these qualities as his own achievement. In the same verse he grounds them in God and “by the grace of God.”
  • Set 2:17 and 4:2 beside it. All three use the same register and together form one portrait: not corrupting the word of God, not walking in craftiness, not handling it deceitfully.

Quotes for this day

Three below. Take the SDABC first; keep Ellen G. White in reserve for a member who raises the question of conscience.

here Paul begins discussing his recent relations with the church at Corinth. He has just claimed the right to their intercessory prayers (v. 11), and now declares he has not forfeited that claim by his conduct. Some of the Corinthians had charged him with insincere intentions regarding his change of plans. His conscience was void of offense before God and before them.

Use: connects Monday directly to Tuesday. The charge is not about doctrine, it is about a travel schedule. One sentence at 26–32.

“Many” is literally “the many,” that is, those who opposed Paul. Apparently a large number of church members in Corinth had concluded that “the many” could not be wrong. To them the only important question was: which is the popular side?

Use: sharp and easy to say aloud, but it can start a discussion of its own. Use only if you have time in hand.

“The greatest disquietude we can have is uncertainty.... We must have simplicity and Godlike sincerity.”

The Upward Look, p. 99. Already printed on Monday’s lesson page

Use: lands on the day’s key words directly. Reserve only; Monday has no block of its own.

“The charge against Paul is not about his teaching. It is about his character: he said he would come, he did not come, so his word cannot be trusted. This whole letter is the answer to that charge.”

Spare question

“When were your motives last questioned, when you knew your intention was good? What did you do?”

Tuesday: Changing Plans for Love

25 August · minutes 6–16, the weight-bearing day

16:5-7; 1:15-24; 2:1-4

What this day is doing

This is the centre of the week. Here the reversal happens: what read as indifference turns out to be the form the care took.

This is the weight-bearing day. Read 1:15-24 and 2:1-4 aloud from the Bible, not from the lesson’s summary. Fourteen verses takes about two minutes. Leave eight minutes for questions.

Points to hold

  • Paul’s plans changed twice, not once. The original in 16:5-6 was Macedonia then Corinth. The second, in 1:15-16, was Ephesus, Corinth, Macedonia, Corinth, Judea. What happened: the visit went badly, he returned to Ephesus, and he wrote instead of making a third trip.
  • Paul’s defense does not rest on himself. In 1:18-20 he moves their eyes to Christ: all the promises of God are yea and amen in Him. The argument is that the gospel he preached can be relied on, and therefore so can he.
  • 1:24 is easy to miss and very strong: “not for that we have dominion over your faith.” Paul has just exercised apostolic authority, and immediately limits it himself.
  • Notice the order. Paul defends himself only after speaking at length about suffering and comfort: the suffering lays the foundation for the claim of sincerity. A man who has lost that much is not in it for profit. (Cameron, ssnet)

Quotes for this day

“With ‘anguish of heart’ and with ‘many tears’ he sought counsel from God. Gladly would he have visited Corinth at once, had this been the wisest course to pursue. But he knew that in their present condition the believers would not profit by his labors, and therefore he sent Titus to prepare the way for a visit from himself later on.”

The Acts of the Apostles, pp. 300, 301. Already printed on Tuesday’s lesson page. Open the book

Use: the strongest quotation of the week, and it belongs here, not on Friday. Read it at minute eight or nine, right after somebody asks why Paul did not simply go, then stop after “later on.” Ellen G. White uses the Memory Text’s own phrases, which hands the class a sentence that is hard to argue with: Paul’s decision came out of prayer, not avoidance.

God’s promises are dependable.

Use: be honest with the class that the commentary on a verse this large turns out to be one line. The verse does the work here, not the note on it.

“Sealed” is sphragizō, to mark with a seal, to authenticate, to confirm. A seal attests the genuineness of the document it is affixed to. The seal God places on men and women acknowledges them as His sons and daughters, established in Christ and dedicated to His service.

Use: if someone pulls vv. 21-22 toward the seal of God in Revelation, this keeps the discussion on the text. SDABC does cross-reference Revelation 7:2-3 and 14:1, so the link is fair to mention, but it is not what Paul is discussing here.

Spare question

“If Paul really was led by God when he made the first plan, why did the plan change?”

Wednesday: Forgiveness and Reaffirmation of Love

26 August · minutes 16–26, the second real question

7:5-13; 2:5-11

What this day is doing

This is where the cost is paid. For two days the class has been defending Paul. Now Paul turns and demands something of them, toward somebody else.

Read 2:5-11. Seven verses. Then one question, and be quiet. Four to six seconds of silence after that question is the question working.

Points to hold

  • The command in 2:8 is not merely “forgive him.” The KJV has “confirm your love toward him.” That is an action other people can see, not an inward posture nobody can check.
  • The purpose of the discipline is stated in 2:7: lest he be swallowed up with overmuch sorrow. At this stage the danger Paul is worried about is no longer the man’s sin. It is a church that will not stop punishing.
  • 2:11 gives a surprising reason: lest Satan should get an advantage. So there are two ways for the church to lose, not one. See Section 6, item 3.
  • The lesson notes that scholars differ on whether this man is the offender of 5:1-5, and the lesson leans toward a different person. SDABC leans the other way. Say the disagreement plainly; do not pick one and hide the other.

Quotes for this day

Four sources for this day, more than any other. Take SDABC on 2:6 first, it is the most directly usable. Keep the rest for questions that come up.

the objective of church discipline had been accomplished; the offender had repented, and it was time to restore him to the confidence and fellowship of his brethren. Christian discipline is a work of love, not of vengeance. Its objective is not revenge but restoration. It must uphold the commandments of God and maintain church order, safeguard the other members and protect the good name of the church, but it should also, wherever possible, lead the sinner to repentance.

Use: holds both camps that will appear in your class without handing either one the win. Read it after the discussion has started to split, around minute 22, not before.

having made an incision and accomplished his purpose, a surgeon binds up the wound and seeks to restore his patient to health. The offender at Corinth had been deprived of Christian fellowship. But now that he had repented, further discipline would be vindictive and punitive, and would tend to discourage him from being loyal to his new resolve.

Use: the surgeon image answers the objection that forgiving too quickly makes sin look cheap. One sentence, then back to the text.

“Give Satan No Advantage—In the conflict with satanic agencies there are decisive moments that determine the victory either on the side of God or on the side of the prince of this world.”

SDA Bible Commentary, vol. 6, p. 1094.2, commenting on 2 Corinthians 2:11. Open this paragraph

Use: shifts the register from a debate about procedure to a matter of the great controversy. Use it around minute 24 if the class gets stuck on process.

godly sorrow is not sorrow at being found out or in anticipation of punishment. It is genuine sorrow for sin, repentance of it, separation from it, and determination to resist the temptation that led to it. Embarrassment at exposure, fear of exposure, injured pride, even profound regret over what has happened: none of this is godly sorrow. The supreme illustration is the contrast between Peter and Judas during the trial of Jesus. Both felt bitter remorse, but with one it led to a new life in Christ, with the other to utter despair.

Use: Peter and Judas is the fastest way to make 7:10 concrete. Save it for the application at 32–38 if someone brings an old regret into the room.

Spare question

“When someone under church discipline repents, whose job is it to make the first move toward repairing the relationship: theirs, or ours?”

Thursday: Triumph in Christ

27 August · minutes 26–32, then used again in the closing

2:12-17

What this day is doing

Closing the story and lifting it. Titus finally arrives, the news is good, and Paul breaks into thanksgiving. Then he gives the image that carries the whole week home.

Points to hold

  • 2:12-13 is honest in a way that is rarely noticed: a door was opened at Troas, and Paul left anyway, because he had no rest in his spirit waiting for news. This is the only record of Paul turning away from an open door.
  • The “savour” of 2:14-16 is not a perfume image. It is a Roman triumphal procession. See Section 6, item 2.
  • 2:16 asks a question the lesson does not answer: “And who is sufficient for these things?” Let it hang in the room for a few seconds. The answer does not arrive until 3:5-6, outside this week.

Quotes for this day

so overwhelming was Paul’s anxiety that he could not tarry to preach in Troas, even though the prospects there were bright. Here is evidence of his intense personal interest in his converts. We have no other record of Paul’s turning away from an open door. The most successful worker for God is not always above deep emotion that may unsettle him and render it impossible for him to continue his work for a time.

Use: the best pastoral material of the week. If there is a tired church officer in the room, this one sentence does more work than a whole devotional. Read it at 26–32.

the sun, which imparts life to a tree planted in good soil, decomposes and destroys it if it is plucked up and exposed on the surface of the ground. Sunlight melts wax but hardens clay. The difference is in the substances themselves. Even so with human hearts: some are melted, some hardened, depending on their response to the gospel.

Use: a good closing line for Thursday, and the answer to the third objection in Section 8.

“Titus finally arrives with good news, and Paul erupts: thanks be to God, which always causeth us to triumph in Christ. But notice, two verses earlier he wrote that he had no rest in his spirit. Weakness and triumph are on the same page.”

Spare question

“Paul walked away from an open door of ministry because he was anxious about one church. Was that the right call?”

5 The Two Questions Worth Real Time

minutes 6–16, the Tuesday block

“Paul spends two full chapters defending himself. Most of us were taught that a Christian should stay quiet and let God do the vindicating. Paul did not stay quiet. So is self-defense spiritual or not?”

Why it matters

The text forces this question and the lesson walks past it. Nearly every adult in your class has been spoken about unfairly in a church and has had to choose between explaining and staying silent, and some are still living with the consequences of that choice.

What to expect

Some will say self-defense is pride, and will cite Jesus silent before Pilate. Others will say that when the good name of a ministry is at stake, silence is irresponsible. Both have scriptural footing, and that is what makes it work.

How to keep it open

If someone closes it with “God knows the truth, that is enough,” ask the follow-up: “Then why did Paul not stop at that sentence? He wrote two chapters.” Then point them to 1:24 and ask what separates defending a ministry from defending your pride. Note that Paul never attacks anyone by name in return.

minutes 16–26, the Wednesday block

“This man hurt the church. The church rebuked him, and the rebuke worked. Now Paul tells them to confirm their love toward him. In our congregation, what would ‘confirm your love’ actually look like? Not the feeling, the action.”

Why it matters

This is the only place all week that demands something of the class rather than of Paul. And it is concrete: every congregation has such a person, and every adult in the room knows the name.

What to expect

“Speak to him again.” “Invite him for a meal.” “Give him his responsibilities back.” That last one is what will split the class, and that is the real discussion. Some will say forgiveness does not mean restoring office. That is a serious position and should not be brushed aside.

How to keep it open

The Sabbath School answer that will close this down is “we just have to forgive.” Reopen with: “Forgive in your heart, or hand him back the microphone? Paul did not write ‘just forgive.’ He wrote ‘confirm your love.’ What is the difference?” If the class hardens to one side, read SDABC on 2:6, which demands restoration and order at once. Do not resolve this argument; let them carry it out of the room.

Small groups

Four minutes in threes will noticeably raise the quality of the answers here, even though your class likes to talk, because the question concerns a real person and some members will not name him in front of everyone.

6 Background the Class Does Not Have

1. There is a textual question at 2 Corinthians 1:12

The KJV renders 1:12 “in simplicity and godly sincerity.” That follows the reading haplotēs (simplicity, singleness of heart). But a number of important early manuscripts read hagiotēs, that is, holiness.

This is not speculation. The Textus Receptus prints ἁπλότητι. Tischendorf and the SBLGNT print ἁγιότητι. NA28 prints ἁπλότητι with a variant marker. Both readings have real manuscript support.

Why this matters to you today. The official Teacher Comments for this week says Paul’s ministry was conducted with “holiness, sincerity, and transparency,” while Monday’s lesson builds its whole explanation on haplotēs, “simplicity.” A teacher with both documents open will be confused. Now you know why, and it is not a mistake by either writer.

How to use it in class. Do not open with this; it is not ten-minute material. Save it for the member who compares translations. One sentence is enough: both readings produce the same demand, purity of motive, and no doctrine rests on choosing between them.

2. The “savour” is a Roman triumph, not a perfume bottle

The verb in 2:14 is thriambeuō, used of the triumphal procession of a Roman general. Incense was burned along the route. The same smell reached two groups of people: the victors marching home, and the prisoners being led to execution. To the one it was the smell of victory; to the other, of death.

The Old Testament anointing incense (compare Exodus 30:22-33) marked people and places as belonging to God in the same way. (Official Teacher Comments, citing Andrews Bible Commentary 2022, p. 1665)

It changes how 2:15-16 reads. Without it, those verses sound like advice to be pleasant so that people are drawn to us. With it, the meaning is far harder: the same faithful life will attract some and repel others, and that is not a failure of method. Which is exactly why Paul immediately asks, “who is sufficient for these things?”

3. There are two ways for a church to lose, not one

In 5:5 Paul delivers an offender “unto Satan.” In 2:11 he warns that refusing to forgive lets Satan “get an advantage of us.” SDABC on 2:11 states the connection directly: Satan gains an advantage not only by leading people into sin, but also by our failure to forgive them when they repent.

This reframes the whole Wednesday discussion. Your class will divide into a “the church is too soft” camp and a “the church is too harsh” camp. Verse 11 says both camps are describing the same defeat from opposite sides.

Wednesday’s lesson notes that scholars differ on whether the man of 2 Corinthians 2 is the man of 1 Corinthians 5, and the lesson leans toward concluding it is someone else. SDABC on 2:11 connects the two. Two official Adventist sources on your desk disagree at this point. Say so plainly if anyone asks. The principle of discipline and restoration does not depend on the answer.

7 Ellen G. White for This Week

The assigned Friday reading: Ellen G. White, “The Message Heeded,” pp. 323–334, in The Acts of the Apostles. Open the table of contents. That is a link to the book, not to a specific page.

The quotation most worth reading aloud is not the Friday one. It is on Tuesday, from The Acts of the Apostles, pp. 300–301. The reason is simple: it answers the question the class will actually ask, which is why Paul did not just go.

The first Friday quotation

“Those who have borne the greatest sorrows are frequently the ones who carry the greatest comfort to others, bringing sunshine wherever they go. Such ones have been chastened and sweetened by their afflictions; they did not lose confidence in God when trouble assailed them, but clung closer to His protecting love. Such ones are living proof of the tender care of God, who makes the darkness as well as the light and chastens us for our good.”

God’s Amazing Grace, p. 122.3. Open this paragraph

Where to stop. The lesson cuts this after “the tender care of God.” The original paragraph continues with “who makes the darkness as well as the light and chastens us for our good,” and then moves into light and rejoicing. If you read from the lesson, you stop earlier than Ellen G. White did. For the class, stop at “for our good”; that clause carries the most weight and is the most likely to provoke a question.

The second Friday quotation

“A consecrated Christian life is ever shedding light and comfort and peace. It is characterized by purity, tact, simplicity, and usefulness.”

God’s Amazing Grace, p. 122.7. Open this paragraph

This applies to both Friday quotations above. God’s Amazing Grace is a devotional compilation, assembled after Ellen G. White’s death, not a book she wrote as a single work. Both paragraphs on page 122 are drawn from elsewhere: 122.3 comes from In Heavenly Places, p. 273, and 122.7 from Patriarchs and Prophets, p. 667. The pages and the wording are correct. But saying in front of the class “Ellen White wrote in God’s Amazing Grace” is imprecise. Say “Ellen G. White, quoted in God’s Amazing Grace, page 122.”

The third Friday quotation, and why it is special

“The apostle Paul found it necessary to reprove wrong in the church, but he did not lose his self-control in reproving error. He anxiously explains the reason of his action. How carefully he wrought so as to leave the impression that he was a friend of the erring! He made them understand that it cost him pain to give them pain.”

SDA Bible Commentary, vol. 6, p. 1094.1. Open this paragraph

What the lesson does not mention: in the source, this paragraph is headed “Paul a Friend of the Erring,” and immediately after that last sentence this week’s Memory Text, 2 Corinthians 2:4, is quoted in full. So this is not a general remark about Paul. It is Ellen G. White commenting on the Memory Text itself. It comes originally from Letter 16a, 1895. That makes it the right closing quotation for minutes 32–38.

8 Handling the Hard Spots

“If Paul really loved them, he would have come. That excuse sounds like self-justification.”

This is the objection most likely to come, and the person raising it is thinking clearly, not being difficult. Do not rush to defend Paul.

The answer from Scripture: Paul does not say he was unable to come. He says in 1:23 that he stayed away to spare them, and in 2:1 that he had determined not to come again in heaviness. So the visit was not a neutral act; the previous one had already been painful. Then turn it back to the class: “Have you ever decided not to go and see someone precisely because you knew the meeting would make things worse?” Almost every adult has.

“Church discipline is not loving. Jesus never shut anyone out.”

The answer is in Jesus himself. 18:17 gives a graded sequence that ends in the action of the church, and 18:18 gives the church authority to bind and loose. So discipline is not Paul’s invention. What makes it loving is its purpose, and the purpose is stated plainly in 2:7: lest he be swallowed up with overmuch sorrow. Discipline that does not end in restoration has failed, however correct the procedure. The full text is in Appendix A.

Read Matthew 18:15-18 tonight. This is the one thing you must prepare yourself, because if the objection above comes and you are not ready, the discussion will scatter and eat the Wednesday block.

“So if people reject our message, it is not our fault? That sounds like an excuse not to improve.”

This is a smart objection and should not be waved off, because it is partly right.

Notice that Paul puts the two things side by side. 2:15-16 says the same gospel is the savour of life to some and of death to others. But 2:17, the very next sentence, says there are those who corrupt the word of God. So Paul himself admits preaching can go bad. What he rejects is the conclusion that rejection always means our method was wrong. SDABC on 2:16 closes this well: the same sun melts wax and hardens clay.

Where the lesson is thin

On Wednesday, after treating 7:5-13, the lesson inserts a line about how important it is to support our leaders, and how church members can make their work much easier.

That is fine as advice, but it is not what the text says. What 7:9-10 says is that the church repented, and that godly sorrow works repentance unto salvation. If that line becomes Wednesday’s point, a passage about repentance turns into an appeal for loyalty to leadership. In a mixed adult class that can land as pressure, and somebody will notice.

Teach the text. Work 7:10 and distinguish godly sorrow from ordinary regret; the SDABC material for that verse, with the Peter and Judas contrast, is on the Wednesday card. Do not attack the quarterly in front of the class. Just teach the verse, and that line stays a marginal note rather than the point.

A Appendix A: Every Bible Text, KJV

A1. Memory Text and Key Text

2 Cor 2:4For out of much affliction and anguish of heart I wrote unto you with many tears; not that ye should be grieved, but that ye might know the love which I have more abundantly unto you.
2 Cor 2:8Wherefore I beseech you that ye would confirm your love toward him.

A2. 2 Corinthians 1:3-14, to be read aloud

The opening that carries Sunday and Monday. Read straight down it without breaking for comment.

3 Blessed be God, even the Father of our Lord Jesus Christ, the Father of mercies, and the God of all comfort;

4 Who comforteth us in all our tribulation, that we may be able to comfort them which are in any trouble, by the comfort wherewith we ourselves are comforted of God.

5 For as the sufferings of Christ abound in us, so our consolation also aboundeth by Christ.

6 And whether we be afflicted, it is for your consolation and salvation, which is effectual in the enduring of the same sufferings which we also suffer: or whether we be comforted, it is for your consolation and salvation.

7 And our hope of you is stedfast, knowing, that as ye are partakers of the sufferings, so shall ye be also of the consolation.

8 For we would not, brethren, have you ignorant of our trouble which came to us in Asia, that we were pressed out of measure, above strength, insomuch that we despaired even of life:

9 But we had the sentence of death in ourselves, that we should not trust in ourselves, but in God which raiseth the dead:

10 Who delivered us from so great a death, and doth deliver: in whom we trust that he will yet deliver us;

11 Ye also helping together by prayer for us, that for the gift bestowed upon us by the means of many persons thanks may be given by many on our behalf.

12 For our rejoicing is this, the testimony of our conscience, that in simplicity and godly sincerity, not with fleshly wisdom, but by the grace of God, we have had our conversation in the world, and more abundantly to you-ward.

13 For we write none other things unto you, than what ye read or acknowledge; and I trust ye shall acknowledge even to the end;

14 As also ye have acknowledged us in part, that we are your rejoicing, even as ye also are ours in the day of the Lord Jesus.

Teaching note: watch the alternation in vv. 4-7. Afflicted, comforted, comforting. Paul does not offer a way out of suffering; he offers a direction for it. And v. 12 is the thesis of the letter, the sentence he will spend until chapter 7 proving.

A3. 2 Corinthians 1:15-24, for the Tuesday block

15 And in this confidence I was minded to come unto you before, that ye might have a second benefit;

16 And to pass by you into Macedonia, and to come again out of Macedonia unto you, and of you to be brought on my way toward Judaea.

17 When I therefore was thus minded, did I use lightness? or the things that I purpose, do I purpose according to the flesh, that with me there should be yea yea, and nay nay?

18 But as God is true, our word toward you was not yea and nay.

19 For the Son of God, Jesus Christ, who was preached among you by us, even by me and Silvanus and Timotheus, was not yea and nay, but in him was yea.

20 For all the promises of God in him are yea, and in him Amen, unto the glory of God by us.

21 Now he which stablisheth us with you in Christ, and hath anointed us, is God;

22 Who hath also sealed us, and given the earnest of the Spirit in our hearts.

23 Moreover I call God for a record upon my soul, that to spare you I came not as yet unto Corinth.

24 Not for that we have dominion over your faith, but are helpers of your joy: for by faith ye stand.

Teaching note: the argument in vv. 18-20 is not “trust me.” It is trust the Christ I preached, because He was never yea and nay. Then in v. 24 he immediately pulls back his own authority. If one verse deserves reading twice in the Tuesday block, it is v. 24.

A4. 2 Corinthians 2:1-17, for the Wednesday and Thursday blocks

1 But I determined this with myself, that I would not come again to you in heaviness.

2 For if I make you sorry, who is he then that maketh me glad, but the same which is made sorry by me?

3 And I wrote this same unto you, lest, when I came, I should have sorrow from them of whom I ought to rejoice; having confidence in you all, that my joy is the joy of you all.

4 For out of much affliction and anguish of heart I wrote unto you with many tears; not that ye should be grieved, but that ye might know the love which I have more abundantly unto you.

5 But if any have caused grief, he hath not grieved me, but in part: that I may not overcharge you all.

6 Sufficient to such a man is this punishment, which was inflicted of many.

7 So that contrariwise ye ought rather to forgive him, and comfort him, lest perhaps such a one should be swallowed up with overmuch sorrow.

8 Wherefore I beseech you that ye would confirm your love toward him.

9 For to this end also did I write, that I might know the proof of you, whether ye be obedient in all things.

10 To whom ye forgive any thing, I forgive also: for if I forgave any thing, to whom I forgave it, for your sakes forgave I it in the person of Christ;

11 Lest Satan should get an advantage of us: for we are not ignorant of his devices.

12 Furthermore, when I came to Troas to preach Christ's gospel, and a door was opened unto me of the Lord,

13 I had no rest in my spirit, because I found not Titus my brother: but taking my leave of them, I went from thence into Macedonia.

14 Now thanks be unto God, which always causeth us to triumph in Christ, and maketh manifest the savour of his knowledge by us in every place.

15 For we are unto God a sweet savour of Christ, in them that are saved, and in them that perish:

16 To the one we are the savour of death unto death; and to the other the savour of life unto life. And who is sufficient for these things?

17 For we are not as many, which corrupt the word of God: but as of sincerity, but as of God, in the sight of God speak we in Christ.

Teaching note: this chapter moves from a very small room to a very large one. Verses 1-11 handle one man and one quarrel in one small congregation. Verses 14-16 open suddenly onto a triumphal procession and the whole world. The move is itself the sermon: how a church treats one offender is part of something far larger.

A5. 2 Corinthians 7:5-13, for the Wednesday block

5 For, when we were come into Macedonia, our flesh had no rest, but we were troubled on every side; without were fightings, within were fears.

6 Nevertheless God, that comforteth those that are cast down, comforted us by the coming of Titus;

7 And not by his coming only, but by the consolation wherewith he was comforted in you, when he told us your earnest desire, your mourning, your fervent mind toward me; so that I rejoiced the more.

8 For though I made you sorry with a letter, I do not repent, though I did repent: for I perceive that the same epistle hath made you sorry, though it were but for a season.

9 Now I rejoice, not that ye were made sorry, but that ye sorrowed to repentance: for ye were made sorry after a godly manner, that ye might receive damage by us in nothing.

10 For godly sorrow worketh repentance to salvation not to be repented of: but the sorrow of the world worketh death.

11 For behold this selfsame thing, that ye sorrowed after a godly sort, what carefulness it wrought in you, yea, what clearing of yourselves, yea, what indignation, yea, what fear, yea, what vehement desire, yea, what zeal, yea, what revenge! In all things ye have approved yourselves to be clear in this matter.

12 Wherefore, though I wrote unto you, I did it not for his cause that had done the wrong, nor for his cause that suffered wrong, but that our care for you in the sight of God might appear unto you.

13 Therefore we were comforted in your comfort: yea, and exceedingly the more joyed we for the joy of Titus, because his spirit was refreshed by you all.

Teaching note: the list in v. 11 is worth pointing at with a finger. Seven items in a row, and not one of them is “feeling guilty.” They are all actions or changes of direction. That is what Paul means by godly sorrow, and it cuts short the assumption that repenting means feeling bad for long enough.

A6. Other reference verses

1 Cor 16:5Now I will come unto you, when I shall pass through Macedonia: for I do pass through Macedonia.
1 Cor 16:6And it may be that I will abide, yea, and winter with you, that ye may bring me on my journey whithersoever I go.
1 Cor 16:7For I will not see you now by the way; but I trust to tarry a while with you, if the Lord permit.
1 Cor 4:17For this cause have I sent unto you Timotheus, who is my beloved son, and faithful in the Lord, who shall bring you into remembrance of my ways which be in Christ, as I teach every where in every church.
1 Cor 4:19But I will come to you shortly, if the Lord will, and will know, not the speech of them which are puffed up, but the power.
2 Cor 4:2But have renounced the hidden things of dishonesty, not walking in craftiness, nor handling the word of God deceitfully; but by manifestation of the truth commending ourselves to every man's conscience in the sight of God. dishonesty: Gr. shame
2 Cor 5:14For the love of Christ constraineth us; because we thus judge, that if one died for all, then were all dead:
1 Cor 11:1Be ye followers of me, even as I also am of Christ.
1 Thess 5:18In every thing give thanks: for this is the will of God in Christ Jesus concerning you.

A7. Paul’s catalogue of suffering, 2 Corinthians 11:24-28

Useful if a member doubts that Paul has standing to speak about suffering.

24 Of the Jews five times received I forty stripes save one.

25 Thrice was I beaten with rods, once was I stoned, thrice I suffered shipwreck, a night and a day I have been in the deep;

26 In journeyings often, in perils of waters, in perils of robbers, in perils by mine own countrymen, in perils by the heathen, in perils in the city, in perils in the wilderness, in perils in the sea, in perils among false brethren;

27 In weariness and painfulness, in watchings often, in hunger and thirst, in fastings often, in cold and nakedness.

28 Beside those things that are without, that which cometh upon me daily, the care of all the churches.

Teaching note: the list ends in an unexpected place. After the whippings, the stoning and the shipwrecks, the last thing Paul names is the daily weight of caring for the churches. Not the most dramatic item, but the one he puts last.

A8. The verse cluster for the hard spots

The cluster most likely to be needed and least likely to be looked up. Printed in full.

Church discipline according to Jesus, Matthew 18:15-18

15 Moreover if thy brother shall trespass against thee, go and tell him his fault between thee and him alone: if he shall hear thee, thou hast gained thy brother.

16 But if he will not hear thee, then take with thee one or two more, that in the mouth of two or three witnesses every word may be established.

17 And if he shall neglect to hear them, tell it unto the church: but if he neglect to hear the church, let him be unto thee as an heathen man and a publican.

18 Verily I say unto you, Whatsoever ye shall bind on earth shall be bound in heaven: and whatsoever ye shall loose on earth shall be loosed in heaven.

The discipline case in the first letter, 1 Corinthians 5:1-5

1 It is reported commonly that there is fornication among you, and such fornication as is not so much as named among the Gentiles, that one should have his father's wife.

2 And ye are puffed up, and have not rather mourned, that he that hath done this deed might be taken away from among you.

3 For I verily, as absent in body, but present in spirit, have judged already, as though I were present, concerning him that hath so done this deed,

4 In the name of our Lord Jesus Christ, when ye are gathered together, and my spirit, with the power of our Lord Jesus Christ,

5 To deliver such an one unto Satan for the destruction of the flesh, that the spirit may be saved in the day of the Lord Jesus.

Teaching note: notice that even in this, the harshest passage, the final purpose is stated in v. 5: that the spirit may be saved. That purpose is identical to 2 Corinthians 2:7. This is what joins the two passages, regardless of whether the man in view is the same.

B Appendix B: Ellen G. White, SDABC, and Adventist Sources

B1. Verified Ellen G. White quotations

QuotationSourceUsed at
“Those who have borne the greatest sorrows...”God’s Amazing Grace, p. 122.3Section 7; reserve for 32–38
“It is your privilege to receive grace from Christ...”God’s Amazing Grace, p. 122.4Sunday card, 26–32
“A consecrated Christian life is ever shedding light...”God’s Amazing Grace, p. 122.7Section 7
“The apostle Paul found it necessary to reprove wrong...”SDA Bible Commentary, vol. 6, p. 1094.1Section 7; closing at 32–38
“Give Satan No Advantage...”SDA Bible Commentary, vol. 6, p. 1094.2Wednesday card, minute 24

The quotations from The Acts of the Apostles, pp. 300–301 and p. 323, are printed verbatim inside the lesson itself with their page numbers, and are used as they stand from there.

B2. Further Ellen G. White reading

Friday’s lesson adds two references in its Spirit of Prophecy notes. The page numbers come from the lesson itself rather than from a check of each page, so both are linked to the book rather than to a page:

  • Sons and Daughters of God, “We Are Witnesses for God,” September 24, p. 274.
  • God’s Amazing Grace, “A Life-giving Atmosphere,” August 18, p. 238.

The assigned Friday reading, The Acts of the Apostles pp. 323–334, is in this book’s table of contents. The paragraph links in Section 7 are precise; the table-of-contents links are not.

B3. SDABC, verse by verse

Only verses whose commentary text was actually retrieved are listed. All are first-paragraph extractions, so the printed volume carries more on each one.

VerseWhat SDABC vol. 6 saysUsed at
1:3Paul opens with an ascription of praise; see the notes on Matthew 5:3 and Psalm 63:4Background
1:4parakaleō; the Greek implies comfort continued without interruption, through the Holy SpiritSunday card
1:8Turn from general principle to the specific trial in Asia; scholars propose several eventsBackground
1:9“Sentence” is literally “answer”; the tense implies the memory was still vividSunday card
1:12The charge concerns the change of travel plans, not doctrine; Paul’s conscience acquits himMonday card
1:20God’s promises are dependable (a one-line note)Tuesday card
1:22sphragizō, to seal, to authenticate; cross-references to Eze. 9:4, Eph. 1:13, Rev. 7:2-3Tuesday card
2:4sunochē, literally “a holding together,” a tenseness producing griefMemory Text
2:6Christian discipline is a work of love, not vengeance; its objective is restorationWednesday card, minute 22
2:7The surgeon who binds the wound once the incision has done its workWednesday card
2:11Links directly to 1 Cor. 5:4-5; Satan gains by sin and by our refusal to forgive alikeSection 6, item 3
2:13The only record of Paul turning from an open door; God’s workers can be unsettled tooThursday card
2:14Anxiety gives way to joy; here begins the long exposition on a minister’s motives, through 7:4Thursday card
2:15euōdia, sweet savour; used in the LXX of the tabernacle incense (Ex. 29:18, Lev. 1:9)Section 6, item 2
2:16The sun melts wax and hardens clay; the difference is in the substancesThursday card, Section 8
2:17“Many” is literally “the many,” the opposition; their question was which side is popularMonday card
7:10Godly sorrow distinguished from regret; Peter contrasted with JudasWednesday card, Section 8

B4. Other Adventist sources and weekly teaching helps

Where the material in this guide came from

The official Teacher Comments for this lesson contributed three things used here:

  • The Roman triumphal procession and anointing-incense background for 2 Corinthians 2:14-16, within which it quotes Andrews Bible Commentary, ed. Ángel Manuel Rodríguez et al. (Berrien Springs: Andrews University Press, 2022), p. 1665. Used in Section 6, item 2. The Andrews Bible Commentary itself was not opened directly; this is a quotation within a quotation.
  • The account of the Spirit’s three activities in 1:21-22: establishing, anointing, sealing, with arrabōn as the down payment.
  • The note that Pauline authorship of this letter has never been seriously questioned, citing Polycarp, Irenaeus, Clement of Alexandria and Tertullian.

The Teacher Comments also opens with the story of Anna the baker, whose bread draws the village during a storm. It is a good story but long and invented. For a talkative adult class, the opening question used in this guide works faster. Use Anna if your class turns out to be quiet this morning.

Sabbath School Net, ssnet.org:

  • Teaching Outline, Bruce N. Cameron, “9: Love-Driven Ministry, 2 Corinthians 1.” The source of the opening question about comfort that failed, the funeral line “this was part of God’s plan,” and the observation that Paul lays his suffering first as the foundation for his claim of sincerity. Cameron also shares his experience caring for his mother through Alzheimer’s, material that is honest and heavy; if someone in your class is caring for a parent with dementia it is there, but do not bring it into the room without that person’s permission.
  • Singing with Inspiration, Corinne Knopper. Hymn list in B5.
  • Also available this week: Hope Sabbath School (video), It Is Written Discussion with the Author, and Hit the Mark. These are pointers, not claims about their contents; none was watched for this guide.

The Biblical Research Institute was not consulted for this week. No distinctive Adventist doctrine is in play in this lesson. The nearest thing, church discipline, is handled by the Church Manual rather than by BRI research material.

The Greek text for the variant at 1:12 was checked directly against four editions: Textus Receptus (Elzevir 1624), NA28, SBLGNT (Holmes 2010), and Tischendorf 8th edition.

B5. Hymns for this week

SDA Hymnal numbers come from Corinne Knopper’s Singing with Inspiration column at Sabbath School Net. The Lagu Sion numbers are from a verified local concordance, included in case the class sings in Indonesian.

SDAHTitleLSELIndonesian titleFits
79O Love of God, How Strong and True!176Kasih Allah Benar dan TeguhTheme hymn for the week
248O How I Love Jesus185Oh Ku Kasih TuhanThursday, 2:12
260Hover O’er Me, Holy Spirit193Roh Suci Tuntunlah AkuSunday, 1:4
279Only Trust Him206Marilah Orang BerdosaSunday, 1:9
470There’s Sunshine in My Soul Today399Ada Sinar Dalam JiwakuFriday, the Ellen G. White quotation
559Now Thank We All Our God466Mari Puji AllahSunday, thanksgiving
579Tis Love That Makes Us Happy357Kasih Yang BahagiakanClosing

Knopper also lists SDAH 276, 299, 349, 378, 566, 600 and 602. Those seven produced no Lagu Sion match in the local concordance, so no Indonesian number is given for them rather than guessing.