Triwulan III 2026 · 1 & 2 Korintus · Pelajaran 10
Pelayanan Kristen yang Sejati
Penuntun guru Sekolah Sabat, disusun dari pelajaran resmi pekan ini.
- Sabat5 September 2026
- Waktu40 menit
- KelasDewasa
“Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.”
2 Korintus 4:8-10 (Terjemahan Baru). Pelajaran mencetaknya dalam ESV; teks di atas Terjemahan Baru.
1 Apa yang Sebenarnya Diperdebatkan Pekan Ini
Pekan lalu Paulus membela diri terhadap tuduhan tidak tulus. Pekan ini ia berhenti membela diri dan mulai melukis: seperti apa pelayanan yang sejati itu. Judulnya terdengar seperti pelajaran untuk pendeta. Bukan. Ini pelajaran tentang apa yang menjadi bukti bahwa hidup seseorang dipakai Allah.
Di Korintus, surat rekomendasi adalah alat kuasa. Kota itu menghargai kehormatan, status, dan pembicara yang fasih. Para penentang Paulus datang membawa surat. Paulus tidak.
Jawabannya di 3:2 adalah salah satu kalimat paling berani dalam surat ini: kamulah surat pujian kami. Bukti pelayanan bukan kertas, melainkan orang. Bukan gelar, bukan pengalaman, bukan jabatan, melainkan orang-orang yang hidupnya berubah dan dapat dibaca oleh semua orang.
Lalu Paulus menunjukkan harganya, dan di sinilah pekan ini berhenti menjadi nyaman. Pelayanan yang sejati berarti menjadi bejana tanah liat yang ditindas tetapi tidak terjepit (4:7-9). Berarti hati yang terbuka lebar sampai bisa ditolak (6:11). Berarti integritas yang tidak bisa ditawar (4:2). Dan berarti keterpisahan yang nyata dari nilai-nilai dunia (6:14-17).
Yang tidak dikatakan pelajaran ini: bahwa penderitaan itu sendiri membuktikan kerohanian, atau bahwa hukum Taurat itu buruk. Paulus membandingkan dua pelayanan, bukan dua Allah.
Ke mana pekan ini menuju: kepada satu pertanyaan yang tidak bisa dijawab dengan riwayat pelayanan. Siapa surat pujian Anda?
2 Sasaran
- Tahu
Bahwa bukti pelayanan yang sejati menurut Paulus adalah orang yang berubah, bukan kredensial, dan bahwa bukti itu selalu mahal: penderitaan, keterbukaan, integritas, dan keterpisahan.
- Rasa
Ketidaknyamanan seorang anggota lama yang sudah puluhan tahun di jemaat dan tiba-tiba ditanya nama, bukan jabatan.
- Buat
Sebutkan dalam hati satu nama: orang yang hidupnya berubah karena Anda pernah ada di sana. Kalau tidak ada namanya, sebutkan satu orang yang minggu depan bisa mulai menjadi nama itu, dan hubungi dia.
Sasaran ini cukup konkret untuk ditolak. Sebagian anggota akan berkata mereka tidak punya nama. Itu jawaban yang jujur, dan itu justru pelajaran pekan ini.
3 Rencana Diskusi, 40 Menit
- Kelas ini sudah mempelajari daur pelajaran ini tiga atau empat kali. Musuhnya bukan ketidakmengertian, melainkan pengenalan: “yang ini kami sudah tahu” menutup kelas lebih cepat daripada kebingungan. Ambil hari yang mereka rasa sudah dikuasai, yaitu Rabu: hampir semua orang di ruangan ini pernah mendengar “jangan menjadi pasangan yang tidak seimbang” dikhotbahkan hanya tentang pernikahan.
- Ada tua-tua dan pengurus di ruangan, jadi salah di depan umum ada harganya, dan orang akan bermain aman. Minta bacaan sebelum minta putusan. Kalau ada jawaban yang keliru, jangan Anda yang memperbaiki: minta orang kedua membacakan ayatnya dan biarkan teks yang memutuskan.
Pembuka, menit 0–3
“Jangan menjadi pasangan yang tidak seimbang. Satu kalimat saja: selama ini, ayat itu tentang apa, dalam setiap khotbah yang pernah Anda dengar?”
Hampir pasti jawabannya pernikahan, dan itu memang salah satu penerapannya. Biarkan empat atau lima orang menjawab, lalu bacakan 6:14-16 dan sebutkan lima pertentangannya:
“Kebenaran dan kedurhakaan. Terang dan gelap. Kristus dan Belial. Orang percaya dan orang tak percaya. Bait Allah dan berhala. Lima pertentangan, dan semuanya tentang kepada siapa Anda berpihak.”
Lalu klaim pekan ini dalam satu kalimat: pelayanan yang sejati dibuktikan oleh orang yang berubah, dan selalu ada harganya.
Rencana waktu
| Menit | Gerakan | Catatan |
|---|---|---|
| 0–3 | Pembuka: ayat itu tentang apa selama ini | Orang lain sudah bicara di menit kedua |
| 3–6 | Ayat Hafalan 4:8-10 dibaca keras, satu pertanyaan | Empat pasang, dan penderitaannya tidak berhenti |
| 6–16 | Rabu: hari yang menanggung beban. Baca 6:14-18, lalu Pertanyaan 1 | Di sinilah ada harganya |
| 16–26 | Minggu: pertanyaan besar kedua. Baca 3:1-3, lalu Pertanyaan 2 | Di sinilah kelas berpikir sendiri |
| 26–32 | Senin, Selasa, Kamis dilewati cepat | Potong ini lebih dulu kalau waktu habis |
| 32–38 | Penerapan: satu nama | Cukup spesifik untuk ditolak orang |
| 38–40 | Ayat Kunci 3:2, satu kalimat, doa | Berakhir pada teks |
Setiap hari mendapat tempat: Minggu di 16–26; Senin, Selasa dan Kamis di 26–32; Rabu di 6–16. Gambaran bejana tanah liat dari Senin dipakai lagi di penerapan.
Kalau waktu terpotong, pendekkan 26–32 menjadi tiga kalimat. Jangan pernah memotong penerapan. Untuk kelas yang suka bicara, pembicara dominan diatasi dengan kelompok tiga orang selama empat menit kalau perlu.
Penutup, menit 38–40
Bacakan 2 Korintus 3:2 sekali lagi, pelan. Lalu satu kalimat:
“Paulus tidak punya surat rekomendasi. Ia punya orang. Pertanyaannya bukan apakah Anda layak, tetapi siapa yang bisa dibaca orang lain.”
Lalu doa. Jangan meringkas pelajaran dalam doa.
4 Peta Hari demi Hari
| Hari | Judul | Ayat | Masuk blok |
|---|---|---|---|
| Minggu, 30 Agu | Buah Pelayanan yang Sejati | 3:1-9 | 16–26 |
| Senin, 31 Agu | Penderitaan dan Kemuliaan | 4:7-18 | 26–32 |
| Selasa, 1 Sep | Pelayanan Pendamaian | 5:11-21 | 26–32 |
| Rabu, 2 Sep | Panggilan kepada Kekudusan | 6:11-18 | 6–16 |
| Kamis, 3 Sep | Penghiburan dan Sukacita | 7:2-16 | 26–32 |
Kutipan SDABC di bawah adalah parafrase paragraf pertama komentar, bukan kutipan kata demi kata. Kutipan Ellen G. White adalah teks verbatim; tab Indonesia pada setiap kartu adalah terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia terbitan resmi.
Minggu: Buah Pelayanan yang Sejati
30 Agustus · menit 16–26, pertanyaan besar kedua
Apa yang dikerjakan hari ini
Memasang tesis pekan ini. Paulus mendefinisikan ulang apa yang dihitung sebagai bukti.
Yang perlu dipegang
- 3:2 adalah kalimatnya: kamulah surat pujian kami. Bukti pelayanan adalah orang, bukan kertas.
- Paulus tidak menyebut hukum Taurat buruk. Ia membandingkan dua pelayanan: yang tertulis di loh batu dan yang tertulis di hati (3:3). Lihat Bagian 8.
- 3:5: kesanggupan itu datang dari Allah. Paulus menutup pintu bagi pembacaan bahwa buah pelayanan adalah prestasi pelayan.
Kutipan untuk hari ini
“Dinyatakan dengan jelas” secara harfiah berarti “dibuat dikenal”, “disingkapkan”. Dunia membutuhkan lebih banyak orang Kristen yang dapat dibaca. Bahasa hidup yang seperti Kristus ditujukan bagi seluruh umat manusia.
Gunanya: kalimat “orang Kristen yang dapat dibaca” adalah cara tercepat membuat ayat 2 konkret. Satu kalimat di menit ke-18.
Di pasal 2:17 Paulus mempertentangkan dirinya dengan para pemimpin palsu yang memalsukan firman Allah di Korintus. Ada kemungkinan besar pernyataannya yang terang itu disalahmengerti dan memancing kritik: apakah Paulus memuji diri sendiri?
Gunanya: menjelaskan mengapa Paulus terdengar defensif di awal pasal 3. Cadangan saja.
“Para penentang Paulus datang ke Korintus membawa surat rekomendasi. Paulus tidak punya. Jawabannya: kamulah suratku. Bukti pelayanan adalah orang yang berubah, dan itu tidak bisa dipalsukan.”
Pertanyaan cadangan
“Paulus menyebut jemaat Korintus sebagai suratnya, padahal jemaat itu penuh perpecahan dan dosa. Apakah surat pujian harus sempurna dulu supaya bisa dibaca?”
Senin: Penderitaan dan Kemuliaan
31 Agustus · menit 26–32
Apa yang dikerjakan hari ini
Menunjukkan harga pertama. Bejana tanah liat, dan empat pasang pertentangan yang tidak pernah mengatakan bahwa penderitaannya berhenti.
Yang perlu dipegang
- Empat pasang di 4:8-9: ditindas tetapi tidak terjepit, habis akal tetapi tidak putus asa, dianiaya tetapi tidak ditinggalkan, dihempaskan tetapi tidak binasa. Perhatikan apa yang tidak dikatakan: penindasannya tidak berhenti.
- Harta itu bukan Paulus. 4:7: hartanya adalah pengenalan akan kemuliaan Allah di dalam wajah Kristus, dan bejananya memang tanah liat.
- 4:17 memakai perbandingan yang ekstrem: penderitaan ringan yang sekejap melawan kemuliaan kekal. SDABC menyebutnya salah satu bagian paling tegas dalam seluruh tulisan Paulus.
Kutipan untuk hari ini
Ayat 8-10 memuat empat pasang pertentangan. Di satu sisi menggambarkan kelemahan bejana tanah, di sisi lain keunggulan kuasa Allah justru di dalam kelemahan itu. Setiap orang Kristen, khususnya pelayan Kristen, mendapati dirinya di tengah peperangan panjang antara Kristus dan Setan.
Gunanya: mengangkat empat pasang itu dari daftar keluhan menjadi bagian pertentangan besar. Bacakan di menit 26–32.
“Paulus tidak berkata penderitaannya berhenti. Ia berkata ia tidak binasa. Ada jarak antara ‘tidak binasa’ dan ‘baik-baik saja’, dan sebagian dari kita hidup di jarak itu bertahun-tahun.”
Pertanyaan cadangan
“Empat pasang itu berkata ditindas tetapi tidak terjepit. Di mana batas antara ‘tidak binasa’ dan ‘baik-baik saja’?”
Selasa: Pelayanan Pendamaian
1 September · menit 26–32
Apa yang dikerjakan hari ini
Memberi nama pada pekerjaannya. Bukan sekadar memberitakan, melainkan mendamaikan.
Yang perlu dipegang
- 5:18: Allah yang mendamaikan, lalu memberikan pelayanan pendamaian itu kepada kita. Urutannya penting: kita tidak menciptakan pendamaian, kita meneruskannya.
- 5:20 memakai kata presbeuō, utusan resmi. SDABC mencatat bahwa seorang utusan berwibawa bukan karena dirinya, melainkan karena yang mengutusnya.
- 5:14 memberi motifnya: kasih Kristus yang menguasai kami. Bukan kewajiban, bukan rasa bersalah.
Kutipan untuk hari ini
“Kami adalah utusan” dari presbeuō, secara harfiah “menjadi lebih tua”, lalu “menjadi tua-tua”, “menjadi utusan”. Kata ini menandai utusan sebagai orang yang dibedakan oleh kehormatan dan pengalaman, dan karena itu diberi wewenang. Utusan Kristus menjadi utusan karena keterikatan lebih dahulu kepada Dia.
Gunanya: menjawab anggota yang merasa tidak cukup layak untuk melayani. Wibawa utusan bukan miliknya sendiri.
“Allah mendamaikan kita lebih dahulu, lalu menyerahkan pekerjaan yang sama ke tangan kita. Kita tidak memulai pendamaian; kita meneruskannya kepada orang berikutnya.”
Pertanyaan cadangan
“Paulus menyebut dirinya utusan yang mewakili Kristus. Kalau seorang utusan salah berbicara, siapa yang tercemar namanya?”
Rabu: Panggilan kepada Kekudusan
2 September · menit 6–16, hari yang menanggung beban
Apa yang dikerjakan hari ini
Membayar harganya. Dan menjadi hari yang paling mungkin diperdebatkan, karena kelas sudah punya jawaban yang siap sebelum ayatnya dibuka.
Ini hari yang menanggung beban. Bacakan 6:14-18 keras-keras dari Alkitab. Lima ayat. Sisakan delapan menit untuk pertanyaan, dan biarkan hening empat sampai enam detik setelah pertanyaannya.
Yang perlu dipegang
- Sebelum tuntutan keterpisahan, ada 6:11: hati kami terbuka lebar. SDABC mencatat bahwa hanya di sini Paulus menyebut “hai orang Korintus” dengan nama. Perintah memisahkan diri datang dari orang yang lebih dahulu membuka hatinya.
- Lima pertentangan di 6:14-16 semuanya tentang keberpihakan, bukan tentang urusan rumah tangga. Tetapi jangan berlebihan ke arah sebaliknya: lihat Bagian 6, butir 2.
- “Memikul kuk” adalah istilah pertanian. 22:10: jangan membajak dengan lembu dan keledai bersama-sama. Dua binatang dengan langkah dan kekuatan yang berbeda, terikat pada satu bajak. Itu gambarannya, dan itu bukan soal kebencian melainkan soal langkah yang tidak sama.
- Peringatan yang penting di kelas Advent: “orang tak percaya” di ayat 14 tidak berarti “bukan anggota gereja kita”. Paulus menyandingkan kata itu dengan Belial. Yang dipersoalkan adalah keberpihakan kepada Kristus melawan ketidakpercayaan, bukan kesepakatan pada setiap butir ajaran. (Cameron, ssnet.)
- Alasannya diberikan di 6:16: kamulah bait Allah yang hidup. Keterpisahan itu bukan aturan, melainkan akibat dari siapa mereka.
- 7:1 menutup rangkaian yang dimulai di 6:14. Janji dulu, baru tuntutan.
Kutipan untuk hari ini
“Jangan menjadi” secara harfiah “jangan menjadi”. Pasal 6:14 sampai 7:1 merupakan satu sisipan panjang. Isinya peringatan terhadap segala macam pergaulan dengan orang tak percaya yang menempatkan orang Kristen dalam keadaan di mana sulit atau mustahil menghindari kompromi terhadap prinsip. Larangan ini mencakup hubungan pernikahan, tetapi sama sekali tidak terbatas pada itu.
Gunanya: ini kalimat yang menjaga Anda dari dua kesalahan sekaligus. Bacakan di menit ke-12, sesudah kelas sempat menyempitkannya ke pernikahan dan sebelum ada yang menyimpulkan bahwa pernikahan tidak termasuk.
Paulus menggabungkan beberapa bagian Perjanjian Lama seperti Yesaya 52:11-12 dan Yeremia 51:6, 45. Rujukan sejarahnya adalah keluarnya orang Israel dari Babel kuno, yang Paulus pakai sebagai gambaran keterpisahan umat Allah dari dunia dan dari Babel rohani.
Gunanya: menghubungkan hari ini dengan Wahyu 18:4. Lihat Bagian 6, butir 3. Pakai hanya kalau ada yang bertanya.
Pertanyaan cadangan
“Alasan yang Paulus berikan di ayat 16 adalah bahwa mereka bait Allah. Kalau alasannya begitu, apakah keterpisahan itu aturan atau akibat?”
Kamis: Penghiburan dan Sukacita
3 September · menit 26–32
Apa yang dikerjakan hari ini
Menutup lingkaran yang dimulai di pasal 1. Titus datang, kabarnya baik, dan Paulus meledak dalam sukacita.
Yang perlu dipegang
- 7:3: “kamu telah beroleh tempat di dalam hati kami, sehingga kita sehidup semati.” Ini bahasa yang jarang dipakai seorang pemimpin kepada jemaat yang baru saja melukainya.
- Kata parakaleō dan paraklēsis muncul tujuh kali di pasal 7. Pasal 1 dibuka dengan penghiburan; pasal 7 menutup dengan penghiburan.
- 7:10 membedakan dukacita menurut kehendak Allah dari dukacita dunia. Pekan lalu bahan ini sudah dibahas; jangan diulang panjang.
Kutipan untuk hari ini
“Keberanian” dari parrēsia, kata yang menunjuk pada keyakinan batin dan juga pada keterusterangan berbicara. Kemegahan Paulus atas mereka memantulkan keyakinan batin itu. Di 7:4-16 Paulus meneguhkan kembali sukacitanya karena kabar baik yang dibawa Titus.
Gunanya: satu kalimat penutup untuk hari Kamis di menit 26–32.
“Surat ini dibuka dengan penghiburan di pasal 1 dan ditutup dengan penghiburan di pasal 7. Di antaranya ada tuduhan, surat yang menyakitkan, dan pendamaian. Itulah bentuk pelayanan yang sejati: tidak lurus, tetapi tidak berhenti.”
Pertanyaan cadangan
“Paulus berkata kepada jemaat yang baru melukainya: kita sehidup semati. Apa yang memungkinkan seseorang berkata begitu?”
5 Dua Pertanyaan yang Layak Diberi Waktu
Keduanya berdiri sendiri: pengantar menyampaikan faktanya, lalu pertanyaannya membuka penilaian. Anggota yang belum membaca pelajaran tetap bisa menjawab.
“Paulus menyuruh mereka keluar dan memisahkan diri. Lima hal yang ia pertentangkan semuanya tentang keberpihakan. Lalu di ayat 16 ia memberi alasannya: kamulah bait Allah yang hidup.”
“Kalau itu alasannya, keterpisahan itu melindungi apa? Dan sebutkan satu hal dalam pekan Anda sendiri yang benar-benar akan tersentuh olehnya.”
Mengapa ini penting
Ini satu-satunya tempat pekan ini yang menuntut sesuatu dari kelas, bukan dari Paulus. Dan di kelas dewasa ini pertanyaannya melawan hafalan: mereka sudah tahu jawaban yang aman.
Jawaban yang akan muncul
Pernikahan lebih dulu. Lalu usaha bersama, lalu hiburan. Yang jarang muncul, dan yang paling dekat dengan teksnya, adalah ibadah: kepada siapa saya sebenarnya berpihak. Sebagian akan berkata keterpisahan itu berarti menjauhi orang, dan itu keberatan yang serius. Lihat Bagian 8.
Cara menjaganya tetap terbuka
Kalau ada yang menyempitkannya kembali ke pernikahan, jangan Anda yang memperbaiki. Minta orang kedua membacakan ayat 16 dan mengatakan alasan apa yang diberikan di sana. Kalau sebaliknya ada yang menyimpulkan bahwa pernikahan tidak termasuk, bacakan SDABC pada 6:14 di kartu hari Rabu, yang mengatakan larangan itu mencakup pernikahan tetapi tidak terbatas padanya.
“Para penentang Paulus datang ke Korintus membawa surat rekomendasi dari orang penting. Paulus tidak membawa satu pun. Ia berkata: kamulah surat pujian kami, yang dikenal dan dapat dibaca oleh semua orang.”
“Kalau bukti pelayanan adalah orang dan bukan kertas, siapa surat pujian Anda? Sebutkan satu nama dalam hati, jangan disebut keras.”
Mengapa ini penting
Di ruangan ini ada orang yang sudah memegang jabatan puluhan tahun. Pertanyaan ini tidak bisa dijawab dengan riwayat jabatan, dan itulah sebabnya ia bekerja.
Jawaban yang akan muncul
Kebanyakan diam. Sebagian akan menyebut anak atau cucu, yang sah. Sebagian akan sadar bahwa mereka tidak punya nama, dan itu bukan kegagalan pertanyaan, itu pelajarannya. Jangan buru-buru menghibur.
Cara menjaganya tetap terbuka
Jawaban Sekolah Sabat yang akan menutup pertanyaan ini adalah “yang penting kita setia melayani.” Buka lagi dengan: “Paulus bisa menyebut satu jemaat. Bukan kesetiaannya, tetapi mereka. Apa bedanya?” Lalu tunjuk ke 3:5: kesanggupan itu dari Allah, jadi pertanyaannya bukan tentang kehebatan siapa pun.
6 Latar yang Belum Dimiliki Kelas
1. Surat rekomendasi adalah alat kuasa, bukan formalitas
Di dunia Yunani-Romawi, seorang pengembara membawa surat dari sahabatnya untuk meminta kebaikan: penginapan, pertolongan, pekerjaan. Penulis surat menjamin watak si pembawa, dan penerima surat merasa berkewajiban memperlakukan si pembawa seperti ia akan memperlakukan si penulis. Surat itu memindahkan kehormatan.
Latar ini diberikan oleh Komentar Guru resmi pekan ini, yang mengutip Lexham Research Commentary pada 2 Korintus 3:1-3. Korintus adalah kota yang menghargai kehormatan, status, dan pembicara yang fasih, dan para penentang Paulus cocok dengan pola itu.
Ini mengubah bobot 3:2. Paulus tidak sedang merendah. Ia menolak seluruh sistem: ia tidak punya surat, dan ia mengatakan bahwa orang-orang yang berubah adalah mata uang yang lebih tinggi.
2. Dua kesalahan yang sama besarnya pada 6:14
Kelas Anda kemungkinan besar hanya pernah mendengar ayat ini tentang pernikahan. Itu terlalu sempit. Tetapi ada bahaya sebaliknya, dan seorang guru yang baru menemukan lima pertentangan itu mudah jatuh ke sana: menyimpulkan bahwa ayat itu bukan tentang pernikahan.
Dua sumber Advent di meja Anda menjaga keseimbangannya:
- SDABC pada 6:14 menyatakan bahwa larangan itu “mencakup hubungan pernikahan, tetapi sama sekali tidak terbatas pada itu.”
- Komentar Guru resmi pekan ini menulis bahwa ayat ini sering diterapkan secara luas, sedangkan konteksnya berbicara tentang panggilan pelayanan untuk hidup terpisah: bukan pengasingan, melainkan hidup yang jelas berbeda dari pola dan nilai dunia.
Jadi kalimat yang benar untuk kelas bukan “ini bukan tentang pernikahan”, melainkan: pernikahan adalah satu penerapan, bukan batasnya.
3. “Keluarlah dari antara mereka” adalah bahasa Babel
6:17 bukan kalimat Paulus sendiri. SDABC mencatat bahwa ia menggabungkan Yesaya 52:11-12 dengan Yeremia 51:6 dan 45, dan rujukan sejarahnya adalah orang Israel yang keluar dari Babel. Ketika mereka kembali dari pembuangan, mereka diperintahkan tidak membawa apa pun yang berbau penyembahan berhala.
Di sinilah satu ciri khas Advent berdiri sendiri tanpa dipaksakan. SDABC sendiri menghubungkan ayat ini dengan 18:4, seruan keluar dari Babel rohani. Kalau seorang anggota membawanya ke sana, ia tidak menyimpang: ia mengikuti tafsiran SDABC. Katakan kaitannya sekali, lalu kembali ke Korintus, karena yang Paulus tuntut di sini bersifat sekarang dan pribadi, bukan nubuatan akhir zaman.
7 Ellen G. White untuk Pekan Ini
Bacaan Jumat yang ditugaskan: Ellen G. White, “The Message Heeded,” hlm. 323–334, dalam The Acts of the Apostles. Buka daftar isinya. Ini bacaan yang sama dengan pekan lalu, dan pelajaran mengatakannya sendiri: bacalah ulang, kali ini dengan perhatian pada surat Paulus yang keras dan pada sukacitanya saat menerima kabar baik.
Kutipan yang menopang seluruh pekan
“The conversion of sinners and their sanctification through the truth is the strongest proof a minister can have that God has called him to the ministry. The evidence of his apostleship is written upon the hearts of those converted, and is witnessed to by their renewed lives. Christ is formed within, the hope of glory.”
The Acts of the Apostles, hlm. 328.1. Buka paragraf ini
“Pertobatan orang berdosa dan pengudusan mereka melalui kebenaran adalah bukti terkuat yang dapat dimiliki seorang pelayan bahwa Allah telah memanggilnya kepada pelayanan. Bukti kerasulannya tertulis pada hati orang-orang yang bertobat, dan disaksikan oleh hidup mereka yang diperbarui.”
The Acts of the Apostles, hlm. 328.1. Terjemahan kerja, bukan edisi Indonesia resmi
Gunanya: pelajaran mencetak kutipan ini di bagian Sabat Sore, dan ia mengatakan hal yang sama dengan 3:2 dengan kata lain: buktinya tertulis pada hati orang, bukan pada kertas. Bacakan di menit 16–26 sebagai penutup pertanyaan kedua, sesudah kelas diam. Berhenti setelah “the hope of glory”; kalimat berikutnya tentang penghiburan pelayan, dan itu mengalihkan perhatian dari orangnya ke pelayannya.
Catatan Roh Nubuat dalam pelajaran sendiri
Pelajaran mencetak kutipan Ellen G. White verbatim pada setiap hari, lengkap dengan halamannya. Dua yang paling terpakai:
- Hari Senin, tentang penderitaan: “Jalan ke surga adalah jalan pemikul salib.” Ada satu kalimat yang keras di sana, bahwa ia merindukan bagian penderitaan itu. Kalau Anda membacakannya, bacakan seluruh paragrafnya; dipotong setengah kalimat itu bisa terdengar seperti mencari penderitaan.
- Hari Rabu, tentang kekudusan: kekudusan hati dan kemurnian hidup adalah pokok besar pengajaran Kristus, dan kekudusan menghasilkan perbuatan yang benar. Ini menyeimbangkan hari Rabu supaya keterpisahan tidak terdengar hanya sebagai daftar larangan.
Kutipan John Huss pada hari Senin bukan kalimat Ellen G. White. Itu perkataan Huss yang dikutip Ellen G. White dalam The Great Controversy, hlm. 105. Kalau dibacakan, katakan “Huss berkata, sebagaimana dikutip dalam The Great Controversy”, bukan “Ellen White berkata”.
Teks yang sudah diperiksa adalah teks Inggrisnya. Tab Indonesia pada kartu di atas adalah terjemahan kerja. Kalau Anda memegang edisi Indonesia, pakai edisi itu.
8 Menangani Bagian yang Sulit
“Kalau kita harus memisahkan diri, bagaimana kita menginjili? Yesus makan bersama orang berdosa.”
Keberatan terbaik pekan ini, dan orang yang mengajukannya sedang membela Injil, bukan melawannya.
Jawabannya ada pada apa yang Paulus tuntut dan tidak tuntut. Lima pertentangan di 6:14-16 adalah soal persekutuan dan keberpihakan, bukan soal kehadiran. Paulus sendiri tinggal delapan belas bulan di Korintus. Dan SDABC pada 6:14 menyebut yang dilarang adalah pergaulan yang menempatkan orang Kristen dalam keadaan di mana sulit atau mustahil menghindari kompromi prinsip. Itu ujiannya: bukan siapa yang saya temui, tetapi apa yang harus saya korbankan untuk tetap di sana.
“Jadi perjanjian lama itu buruk? Hukum Taurat mematikan?”
Pelajaran sendiri sudah mendahului keberatan ini, dan patut dipuji untuk itu: pembaca yang terburu-buru bisa mengira perjanjian lama tidak memberi harapan keselamatan, dan itu tidak benar. Keselamatan tersedia di dalam kedua perjanjian.
Di kelas Advent keberatan ini punya bentuk yang lebih tajam, dan Bruce Cameron menuliskannya dengan jujur dalam Teaching Outline-nya: kita diajar bahwa Sepuluh Hukum adalah salinan tabiat Allah. Lalu Paulus menyebutnya pelayanan yang memimpin kepada kematian. Apakah kami diajar salah?
Jalan keluarnya bukan memperhalus Paulus, melainkan 31:31-34. Perjanjian yang baru tidak menghapus hukum itu; ia menuliskannya di hati. Jadi yang Paulus pertentangkan bukan hukum melawan Roh, melainkan hukum di atas batu melawan hukum di dalam hati. Isinya sama; tempatnya, dan karena itu kuasanya, berbeda.
Ajarkan perbandingannya sebagai dua pelayanan, bukan dua Allah dan bukan dua jalan keselamatan. 3:6: yang tertulis di loh batu menyatakan dosa dan menghukum; Roh memberi hidup. Kalau ada yang menarik ini ke arah bahwa hukum sudah tidak berlaku, kembalikan ke 3:3: hukum yang sama sekarang dituliskan di hati, bukan dihapus.
Baca 3:1-11 malam ini dan putuskan bagaimana Anda akan mengatakan perbandingan dua perjanjian itu dalam dua kalimat. Ini satu-satunya bahan pekan ini yang bisa memakan seluruh blok kalau Anda tidak siap, karena ia menyentuh hukum dan Sabat sekaligus.
“Paulus bilang penderitaannya ringan dan sekejap. Penderitaan saya tidak terasa ringan.”
Jangan buru-buru membela ayatnya. 4:17 memang memakai perbandingan yang ekstrem, dan SDABC menyebutnya salah satu bagian paling tegas dalam tulisan Paulus.
Perhatikan bahwa Paulus tidak berkata penderitaannya kecil. Ia berkata penderitaannya ringan dibandingkan. Dan orang yang menulis kalimat itu adalah orang yang dicambuk lima kali. Lalu tanyakan ke kelas: “Siapa yang berhak mengatakan kalimat itu kepada orang lain?” Hampir selalu jawabannya: hanya orang yang sedang menanggungnya sendiri.
Di mana pelajaran ini agak tipis
Hari Kamis mengatakan betapa banyak penghiburan dan sukacita yang dapat dibawa jemaat kepada hati para pelayannya dengan setia menyerahkan diri kepada Kristus. Kalimat itu benar, tetapi seperti pekan lalu, ia menggeser bagian ini dari pertobatan ke dukungan bagi pemimpin. Yang dikatakan 7:9-10 adalah bahwa dukacita mereka menghasilkan pertobatan.
Ajarkan teksnya. Sukacita Paulus datang karena mereka bertobat, bukan karena mereka mendukung dia. Jangan menyerang pelajaran di depan kelas; cukup ajarkan ayatnya.
A Lampiran A: Semua Ayat dalam Terjemahan Baru
A1. Ayat Hafalan dan Ayat Kunci
| 2 Kor 4:8 | Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; |
| 2 Kor 4:9 | kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. |
| 2 Kor 4:10 | Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. |
| 2 Kor 3:2 | Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. |
A2. 2 Korintus 3:1-11, untuk blok Minggu
1 Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami? Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu?
2 Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.
3 Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.
4 Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus.
5 Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah.
6 Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.
7 Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian
8 betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh!
9 Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran.
10 Sebenarnya apa yang dahulu dianggap mulia, jika dibandingkan dengan kemuliaan yang mengatasi segala sesuatu ini, sama sekali tidak mempunyai arti.
11 Sebab, jika yang pudar itu disertai dengan kemuliaan, betapa lebihnya lagi yang tidak pudar itu disertai kemuliaan.
Catatan pengajaran: ayat 2 adalah tesis pekan ini dan ayat 5 adalah pagarnya. Tanpa ayat 5, ayat 2 bisa dibaca sebagai pujian bagi pelayan.
A3. 2 Korintus 4:7-18, untuk blok Senin
7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
8 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;
9 kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.
10 Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.
11 Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.
12 Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu.
13 Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.
14 Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya.
15 Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.
16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.
Catatan pengajaran: tunjuk empat pasang di ayat 8-9 dengan jari. Tidak satu pun mengatakan bahwa penindasannya berhenti.
A4. 2 Korintus 6:11-18 dan 7:1, untuk blok Rabu
11 Hai orang Korintus! Kami telah berbicara terus terang kepada kamu, hati kami terbuka lebar-lebar bagi kamu.
12 Dan bagi kamu ada tempat yang luas dalam hati kami, tetapi bagi kami hanya tersedia tempat yang sempit di dalam hati kamu.
13 Maka sekarang, supaya timbal balik -- aku berkata seperti kepada anak-anakku --: Bukalah hati kamu selebar-lebarnya!
14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
15 Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?
16 Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: “Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.
17 Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.
18 Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.”
1 Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.
Catatan pengajaran: urutannya penting. Hati yang terbuka (ayat 11), lalu lima pertentangan (14-16), lalu alasannya (16b), lalu janji (17-18), baru tuntutan (7:1). Keterpisahan datang sesudah keterbukaan dan sesudah janji, tidak sebelumnya.
A5. 2 Korintus 5:11-21, untuk blok Selasa
11 Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan, karena itu kami berusaha meyakinkan orang. Bagi Allah hati kami nyata dengan terang dan aku harap hati kami nyata juga demikian bagi pertimbangan kamu.
12 Dengan ini kami tidak berusaha memuji-muji diri kami sekali lagi kepada kamu, tetapi kami mau memberi kesempatan kepada kamu untuk memegahkan kami, supaya kamu dapat menghadapi orang-orang yang bermegah karena hal-hal lahiriah dan bukan batiniah.
13 Sebab jika kami tidak menguasai diri, hal itu adalah dalam pelayanan Allah, dan jika kami menguasai diri, hal itu adalah untuk kepentingan kamu.
14 Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.
15 Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.
16 Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.
17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.
21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
A6. 2 Korintus 7:2-16, untuk blok Kamis
2 Berilah tempat bagi kami di dalam hati kamu! Kami tidak pernah berbuat salah terhadap seorang pun, tidak seorang pun yang kami rugikan, dan tidak dari seorang pun kami cari untung.
3 Aku berkata demikian, bukan untuk menjatuhkan hukuman atas kamu, sebab tadi telah aku katakan, bahwa kamu telah beroleh tempat di dalam hati kami, sehingga kita sehidup semati.
4 Aku sangat berterus terang terhadap kamu; tetapi aku juga sangat memegahkan kamu. Dalam segala penderitaan kami aku sangat terhibur dan sukacitaku melimpah-limpah.
5 Bahkan ketika kami tiba di Makedonia, kami tidak beroleh ketenangan bagi tubuh kami. Di mana-mana kami mengalami kesusahan: dari luar pertengkaran dan dari dalam ketakutan.
6 Tetapi Allah, yang menghiburkan orang yang rendah hati, telah menghiburkan kami dengan kedatangan Titus.
7 Bukan hanya oleh kedatangannya saja, tetapi juga oleh penghiburan yang dinikmatinya di tengah-tengah kamu. Karena ia telah memberitahukan kepada kami tentang kerinduanmu, keluhanmu, kesungguhanmu untuk membela aku, sehingga makin bertambahlah sukacitaku.
8 Jadi meskipun aku telah menyedihkan hatimu dengan suratku itu, namun aku tidak menyesalkannya. Memang pernah aku menyesalkannya, karena aku lihat, bahwa surat itu menyedihkan hatimu -- kendatipun untuk seketika saja lamanya --,
9 namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikit pun tidak dirugikan oleh karena kami.
10 Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.
11 Sebab perhatikanlah betapa justru dukacita yang menurut kehendak Allah itu mengerjakan pada kamu kesungguhan yang besar, bahkan pembelaan diri, kejengkelan, ketakutan, kerinduan, kegiatan, penghukuman! Di dalam semuanya itu kamu telah membuktikan, bahwa kamu tidak bersalah di dalam perkara itu.
12 Sebab itu, jika aku telah menulis surat kepada kamu, maka bukanlah oleh karena orang yang berbuat salah, atau oleh karena orang yang menderita perbuatan salah, melainkan supaya kerelaanmu terhadap kami menjadi nyata bagi kamu di hadapan Allah.
13 Sebab itulah kami menjadi terhibur. Dan selain penghiburan yang kami peroleh itu, kami lebih lagi bersukacita oleh karena sukacita Titus, sebab kamu semua menyegarkan hatinya.
14 Aku memegahkan kamu kepadanya, dan kamu tidak mengecewakan aku. Kami senantiasa mengatakan apa yang benar kepada kamu, demikian juga kemegahan kami di hadapan Titus sudah ternyata benar.
15 Dan kasihnya bertambah besar terhadap kamu, apabila ia mengingat ketaatan kamu semua, bagaimana kamu menyambut kedatangannya dengan takut dan gentar.
16 Aku bersukacita, sebab aku dapat menaruh kepercayaan kepada kamu dalam segala hal.
A7. Ayat rujukan lain
| Kol 1:19 | Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, |
| Kol 1:20 | dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus. |
| Kol 1:21 | Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, |
| Kol 1:22 | sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya. |
| Ef 2:13 | Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus. |
| Ef 2:14 | Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, |
| Ef 2:15 | sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, |
| Ef 2:16 | dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. |
| Gal 3:8 | Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: “Olehmu segala bangsa akan diberkati.” |
| Gal 6:14 | Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. |
| 1 Kor 2:2 | Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. |
| Ul 10:12 | “Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh Tuhan, Allahmu, selain dari takut akan Tuhan, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, |
| Ul 22:10 | Janganlah engkau membajak dengan lembu dan keledai bersama-sama. |
| Yer 31:33 | Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman Tuhan: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. |
| Why 18:4 | Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: “Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. |
| Why 21:4 | Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” |
Catatan pengajaran: Wahyu 18:4 dicetak di sini karena SDABC pada 6:17 menghubungkan keduanya. Kalau ada anggota yang membawa hari Rabu ke arah Babel rohani, ayatnya sudah ada di tangan Anda.
B Lampiran B: Sumber
B1. Kutipan Ellen G. White yang diperiksa
| Kutipan | Sumber | Dipakai di |
|---|---|---|
| “The conversion of sinners and their sanctification...” | The Acts of the Apostles, hlm. 328.1 | Bagian 7, menit 16–26 |
Kutipan Ellen G. White lain yang dipakai penuntun ini dicetak verbatim di dalam pelajaran itu sendiri, lengkap dengan halamannya, dan dipakai apa adanya dari sana: Catatan Roh Nubuat hari Senin dan hari Rabu, dan kutipan John Huss dalam The Great Controversy, hlm. 105, yang perkataan Huss dan bukan perkataan Ellen G. White.
B2. SDABC, ayat demi ayat
Hanya ayat yang teks komentarnya benar-benar diambil. Semuanya pengambilan paragraf pertama, jadi volume aslinya memuat lebih banyak.
| Ayat | Inti komentar jil. 6 | Dipakai di |
|---|---|---|
| 3:1 | Mengapa Paulus terdengar defensif: pernyataannya di 2:17 bisa dibaca sebagai memuji diri | Kartu Minggu |
| 3:3 | “Dunia membutuhkan lebih banyak orang Kristen yang dapat dibaca” | Kartu Minggu |
| 3:6 | Perbandingan pelayanan Roh dengan pelayanan kematian, bukan dua jalan keselamatan | Bagian 8 |
| 4:7 | Harta itu pengenalan akan kemuliaan Allah; tanpa itu bejana lemah akan hancur | Kartu Senin |
| 4:8 | Empat pasang pertentangan, dan pertentangan besar antara Kristus dan Setan | Kartu Senin |
| 4:17 | Salah satu bagian paling tegas dalam seluruh tulisan Paulus | Bagian 8 |
| 5:18 | Allah sumber segala hal yang baru, termasuk pelayanan yang baru | Kartu Selasa |
| 5:20 | presbeuō, utusan yang berwibawa karena yang mengutusnya | Kartu Selasa |
| 6:2 | Seruan mendesak; kutipan dari LXX Yesaya 49:8 | Latar |
| 6:11 | Hanya di sini Paulus menyebut “hai orang Korintus” dengan nama | Kartu Rabu |
| 6:14 | Larangan itu mencakup pernikahan tetapi sama sekali tidak terbatas padanya | Kartu Rabu, Bagian 6 |
| 6:16 | Tidak ada persekutuan antara Kristus dan Setan, antara Allah dan berhala | Kartu Rabu |
| 6:17 | Gabungan Yes. 52:11-12 dan Yer. 51; keluar dari Babel, lihat Why. 18:4 | Bagian 6, butir 3 |
| 7:1 | Menutup rangkaian yang dimulai di 6:14; janji lebih dahulu | Kartu Rabu |
| 7:4 | parrēsia, keyakinan batin dan keterusterangan | Kartu Kamis |
B3. Sumber lain
Dari mana bahan penuntun ini berasal
Komentar Guru resmi pekan ini menyumbang dua hal yang dipakai di sini: latar surat rekomendasi Yunani-Romawi, yang di dalamnya mengutip Lexham Research Commentary pada 2 Korintus 3:1-3 (belum dibuka langsung, jadi ini kutipan di dalam kutipan); dan catatan bahwa 6:14 sering diterapkan lebih luas daripada konteksnya, yang dipakai di Bagian 6 butir 2.
Komentar Guru juga membuka dengan cerita seorang pendeta muda dan surat-surat rekomendasinya. Cerita itu rapi dan sesuai temanya; kalau kelas pagi ini diam, cerita itu pilihan yang aman. Untuk kelas dewasa yang suka bicara, pembuka di Bagian 3 bekerja lebih cepat karena ia melawan hafalan.
Sabbath School Net menolak permintaan otomatis (Wordfence), tetapi dapat dibaca lewat peramban sungguhan. Dua kolom dipakai pekan ini:
- Teaching Outline, Bruce N. Cameron. Sumber tiga hal: bahwa “ministry of death” menabrak frasa yang dikenal setiap anggota Advent, yaitu bahwa Sepuluh Hukum adalah salinan tabiat Allah; bahwa Yeremia 31:31-34 adalah jalan keluarnya; dan peringatan bahwa “orang tak percaya” di 6:14 bukan berarti “bukan anggota gereja kita”.
- Singing with Inspiration, Corinne Knopper. Daftar lagunya ada di B4.
Biblical Research Institute tidak dikonsultasikan. Ciri khas Advent yang paling dekat, yaitu seruan keluar dari Babel di Wahyu 18:4, sudah ditangani oleh SDABC sendiri pada 6:17.
B4. Lagu untuk pekan ini
Nomor SDA Hymnal berasal dari kolom Singing with Inspiration karya Corinne Knopper di Sabbath School Net, lengkap dengan hari yang ia kaitkan. Nomor Lagu Sion Edisi Lengkap diambil dari basis data padanan setempat dan sudah diperiksa. Empat lagu tidak menghasilkan padanan LSEL dan ditandai demikian daripada ditebak.
| SDAH | Judul | LSEL | Judul Indonesia | Cocok untuk |
|---|---|---|---|---|
| 79 | O Love of God, How Strong and True! | 176 | Kasih Allah Benar dan Teguh | Lagu tema pekan ini |
| 608 | Faith Is The Victory | 445 | Percaya Yang Menang | Minggu, iman |
| 486 | I Do Believe | 414 | Kupercaya | Minggu |
| 511 | I Know Whom I Have Believed | 442 | Tak Ku Mengerti Rahmat-Nya | Minggu |
| 517 | My Faith Looks Up to Thee | 439 | Ku Percaya Engkau | Senin |
| 341 | To God Be the Glory | 280 | Muliakan Allah | Senin, kemuliaan bagi Allah |
| 69 | Lord Make Us More Holy | 59 | Tuhan Jadikanlah Kami Lebih Suci | Rabu, kekudusan |
| 349 | God Is Love | — | (tidak ada padanan LSEL) | Lagu tema |
| 193 | Saviour, Teach Me | — | (tidak ada padanan LSEL) | Selasa, takut akan Tuhan |
| 600 | Hold Fast | — | (tidak ada padanan LSEL) | Lagu tema |
| 602 | O Brother, Be Faithful | — | (tidak ada padanan LSEL) | Lagu tema |